My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Menjaga Wanita-Wanita Cantik


__ADS_3

Berkumpullah kini para orang tua setelah mendapatkan kabar dari Lili. Pemandangan yang tidak sepantasnya Lilian lihat sebelum Regan dan Yona sah menjadi pasangan suami istri. Berduaan di kamar mandi, dengan posisi wajah Regan terlihat bersemu bahagia dengan tubuh Yona condong ke depan memegang celana Regan.


Astaga, sudah berkali-kali Lilian menghapus bayangan itu dari kepalanya. Namun terus saja berkeliaran dengan tidak sopannya di benak wanita itu.


Helaan napas panjang terhembus dari mulut Hendra.


"Daddy benar-benar kecewa dengan kalian, Daddy paham sekali kalau kalian butuh pelepasan kerinduan. Tapi, seharusnya tidak begitu, Regan, Yona," ucap Hendra membuat Regan dan Yona menunduk.


"Tapi ... ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Iya kan Regan?" tanya Yona menolehkan kepalanya menatap Regan.


Regan hanya diam membisu, lelaki itu cuma membalas pertanyaan Yona dengan menghendikkan bahunya acuh. Sedangkan Yona memutar bola matanya kesal dengan reaksi yang ditunjukkan Regan saat ini.


Sepertinya Regan memang sengaja mencari-cari perkara agar Yona mendapatkan masalah.


"Kita akan mencari hari baik untuk pernikahan kalian. Tentu saja setelah Regan sehat seperti semula,' ucap Septian menengani perdebatan para orang dewasa di sana.


"Benar, Regan bahkan belum bisa berjalan dengan normal lagi. Tapi kalian berdua, astaga sudahlah Bunda sampai malu sendiri membayangkan apa yang kalian lakuin tadi," kata Lilian menggelengkan kepalanya.


Hendra dan Shinta hanya terdiam membisu. Mereka sendiri malu setelah mendapatkan kabar dari Lilian bahwa anak-anak mereka melakukan hal-hal senonoh di kamar mandi.


Yona hanya mencebikkan bibirnya kesal, wanita itu memicingkan matanya menatap Regan.


"Ya sudahlah, kita percepat saja pernikahannya. Regan juga takut kalau mungkin Regan dan Yona kelepasan seperti tadi," jawab Regan dengan tiba-tiba.


Mata Yona melebar sempurna. Apa yang lelaki itu tengah bicarakan? Dia dan Regan kelepasan seperti tadi? Wuah, jadi semua ini hanya rencana Regan saja?

__ADS_1


"Hahaha, apa yang kamu maksud Regan?" tanya Yona mendelik tajam menatap Regan.


"Lihat Bunda, Regan berniat baik tapi Yona yang selalu menunda-nunda," adu Regan kepada bundanya.


"Tidak baik menunda-nunda kebaikan itu," ucap Lilian menatap Yona, memberikan calon menantunya pengertian.


Tidak ada masalah kalau memang Regan dan Yona mempercepat pernikahan mereka berdua. Seluruh keluarga sudah setuju dan memberikan lampu hijau agar mereka bisa bablas menuju bahtera rumah tangga tanpa halangan apapun yang merintang nantinya.


"Lilian, dekorasinya kita minta WO yang dulu megang pertunangan Yona saja. Bagus ya dulu, sayang sekali mereka gagal bertunangan," kata Shinta mengusulkan.


"Iya dulu itu dekorasinya bagus banget loh, kita pakai WO yang itu saja. Kamu setuju kan Yona?" tanya Lilian menatap Yona dengan berbinar.


Kini dua ibu-ibu itu menatap Yona meminta jawaban. Yona hanya mengangguk saja, tidak tega rasanya untuk menolak keinginan Shinta dan Lilian yang terlihat begitu antusias.


"Perlu lah, Regan kan sudah lama tidak pulang ke rumah. Nakal sekali Regan ya, sampai satu tahun enggan pulang ke rumahnya sendiri," kekeh Lilian memeluk suaminya dengan mesra.


Beginilah kehidupan Yona, dipenuhi dengan tingkah-tingkah aneh para orang tua yang terkadang keanehannya melebihi keanehan para muda-mudi.


"Sekalian saja kasih pesta balon seperti ulang tahun," sahut Regan berdecak kesal.


"Eh iya kenapa enggak semeriah pesta ulang tahun?" pekik Lilian berbinar bahagia.


Semua orang kini tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Regan. Tiba-tiba saja Machiko masuk dengan menggebrak pintu ruang perawatan Regan.


"Musuhmu datang, Regan," kekeh Yona melihat ekspresi Machiko saat ini.

__ADS_1


"Uncle, Uncle Regan bener mau nikah sama Aunty Yona?" tanya Machiko melipat tangannya ke depan dada.


Shinta menganga, keberanian Chiko tidak pernah ingat tempat.


"Chiko, salim dulu sama Grandma Lili sama Grandpa Septian, Nak," tegur Shinta kepada Machiko.


Di belakangnya, Marva dan Ariana masuk dengan menenteng beberapa paperbag dalam genggaman tangannya.


Machiko menuruti perintah Shinta, mencium tangan Lilian dan Septian. Membuat gemas kedua orang tua Regan.


"Aku sudah menuruti perintah Kanjeng Ratu. Bolehkah Chiko bertemu dengan Queenayna?" tanya Chiko.


Regan melebarkan matanya, tidak menyangka jika Machiko masih mengidolakan anak pertama dari Cecilia dan Adinata. Siapa yang menyangka bocah itu akan seniat itu untuk menyukai Queenayna.


"Dia mengidolakan wanita cantik, jangan dianggap serius Tante, Om," kekeh Ariana menatap Lili dan Septian meminta pengertian.


"Karena itulah tujuanku, Mami. Machiko akan menjaga wanita-wanita cantik. Seperti Mami, Aunty Yona, Grandma, dan juga Queenayna!"


-----------


HELLO READERS TERCINTA


JANGAN LUPA DUKUNG NOVEL MY SWEET DOSEN. KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERMANFAAT SEKALI BAGI AUTHOR. AYO APRESIASI NOVEL FAVORIT KALIAN DENGAN VOTE ❣️❣️🥰


LIKE, KOMEN, DAN VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA. TERBANYAK VOTE MINGGUAN AKAN MENDAPATKAN HADIAH KOTAK SUPER DUPER SPESIAL DARI AUTHOR. SILAHKAN MAMPIR KE MANSION AUTHOR YA (GC AUTHOR).

__ADS_1


__ADS_2