My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Gondal Gandul


__ADS_3

Baru saja Regan menarik tangan Yona untuk segera keluar dari kamar orang tua wanita itu, Shinta malah berdiri di depan kamarnya dengan tatapan penuh curiga. Regan berjingkat kaget melihat ibu dari wanita yang dia cintai menatapnya sangat lekat. Lelaki itu menggaruk kepalanya, dengan cepat membungkukkan kepalanya memberikan hormat kepada calon ibu mertuanya.


“Bersihkan diri kalian,” ucap Shinta melenggang masuk ke dalam kamarnya.


Ucapan ambigu yang diucapkan Shinta membuat Yona dan Regan saling tatap, semua ini gara-gara Regan yang seenak jidatnya menyelonong masuk ke dalam kamar mommy dan daddynya. Jika bukan karena Regan, mana mungkin Yona akan menimpa masalah seperti ini.


Yona mendesah kasar, wanita itu melenggang meninggalkan Regan di belakangnya yang menatapnya penuh tanya.


“Yona, kamu mau kemana?” tanya Regan mengekori Yona di belakang wanita itu.


“Mau mandi, kenapa?” tanya Yona menoleh malas kea rah Regan.


“Tidak, hanya saja aku memakai baju siapa untuk ganti? Mana mungkin aku pakai baju seperti ini?” tanya Regan menunjuk bajunya yang sudah lecek, alias tidak layak pakai.


Yona memutar bola matanya jengah, “ikuti aku,” ucap Yona meminta Regan untuk segera mengikuti langkahnya.


Wanita itu mengajak Regan untuk masuk ke dalam kamar Marva yang memang tengah kosong karena keluarga kakaknya sudah kembali ke Inggris. Yona berjalan mengambil kaos polos dan juga celana santai untuk Regan. 


“Celana dalamnya?” tanya Regan kembali.


“Kamu tidak berniat memakai celana dalam Kak Marva kan?” tanya Yona memicingkan matanya.


“Tidak! Maksudnya apa Kak Marva tidak punya celana dalam simpanan yang baru?” tanya Regan menatap Yona menyelidik.


Yona menggeleng, “pakai saja lagi celana dalammu,” jawab Yona menatap Regan.


“Dengarkan aku Yona, mana mungkin aku memakai celana dalamku lagi. Ini sudah lebih dari sepuluh jam, dan lagi sudah tidak steril untuk dipakai,” sanggah Regan menjawab ucapan Yona.


“Kenapa tidak steril? Karena menyemburkan lavanya di pagi-pagi buta, begitukah?” ejek Yona menatap celana Regan yang masih meninggalkan bekas.


Regan sontak menutupinya dengan pakaian Marva yang kini sudah ada di tangannya, lelaki itu memutar bola matanya kesal. Inilah alasan Regan sangat enggan untuk berurusan dengan Yona, wanita itu suka sekali mengejeknya.


“Berhenti mengejekku, tanpa punyaku kamu tidak akan mungkin merasakan kenikmatan duniawi Yona,” jawab Regan membuat Yona membelalakkan matanya.


Bagaimana bisa lelaki itu mengucapkan hal-hal yang berbau porno di depannya, astaga mulut Regan memang keterlaluan lemesnya.


“Ikuti aku,” ucap Yona membuat Regan menatapnya sekali lagi.


“Mau kemana lagi? Mandi denganmu?” tanya Regan memastikan.

__ADS_1


“Berhenti berpikiran jorok Regan, atau aku akan menyapu otak sekaligus kepalamu sekalian,” ucap Yona yang sangat kesal dengan pikiran Regan.


Regan tertawa, lelaki itu langsung mengekori Yona. Wanita itu memasuki kamar pribadinya, sedangkan Regan di belakangnya berpikir keras.


‘Astaga, mimpi erotis itu terjadi di kamar ini,” ucap Regan membatin.


Lelaki itu menatap jubin Yona, lalu knop pintu kamar Yona, dilanjutkan dengan ranjang empuk Yona yang semalam mampu membuatnya bermimpi begitu panas dalam hidupnya. Mimpi yang mengandung gejolak api asmara sampai Regan enggan untuk bangun secepatnya.


Mimpi yang rasanya begitu nyata, begitu nikmat, dan juga penuh dengan gelora cinta yang berkobar layaknya semangat asmaranya untuk Yona.


“Apa yang sedang kamu pikirkan? Kamu tidak sedang memikirkan hal-hal buruk tentangku kan?” tanya Yona menatap Regan penuh curiga.


“Aku? Ngapain aku memikirkan hal-hal buruk tentangmu? Percaya diri sekali,” jawab Regan merebahkan tubuhnya di kasur Yona.


“Bangun sekarang, kamu mau menempelkan cairanmu di kasurku? Bagaimana kalau aku hamil nanti hah?” teriak Yona menarik tangan Regan agar lelaki itu bangkit dari kasurnya.


Regan malah menarik tangan Yona hingga tubuh wanita itu jatuh di atas tubuhnya, “aku suka kamu yang berisik,” ucap Regan mengedipkan matanya.


Yona merasakan ada sesuatu yang aneh, di bawah sana. Punya Regan serasa menegang dan begitu keras memberontak. Yona mengerjapkan matanya, dengan cepat menjauhkan dirinya dari Regan sebelum lelaki itu melakukan hal-hal buruk kepadanya.


Yona dengan cepat menuju lemari pakaiannya, wanita itu membuka laci paling bawah, mengambil celana dalam baru dari bungkusnya. Celana dalam berwarna ungu, warna kesukaan Yona.


Pembahasan ini pernah terjadi, sebelum Regan kehilangan ingatannya. Bahkan lelaki itu rela membelikan celana dalam dan bra saat itu.


“Hmmm,” jawab Yona enggan menanggapi ucapan lelaki itu.


“Berapa ukuran bramu?” tanya Regan membuat wajah wanita itu bersemu merah.


“Kamu menanyakan hal yang menyinggungku, tanyakan saja nomer rekeningku,” jawab Yona mencebikkan bibirnya kesal.


“Kamu mau bawa kartu kreditku?” tanya Regan membuat Yona melebarkan matanya berbinar bahagia.


“Benarkah?” tanya Yona dengan sinar bahagia tidak luput dari matanya.


Regan mengangguk geli, “tapi ada syaratnya,” ucap Regan menaikkan satu alisnya.


“Apa? Katakan syaratnya,” ucap Yona dengan antusias.


“Menikah dulu denganku, Nyonya Yona Reganera Louis,” jawab Regan membuat Yona mendengus.

__ADS_1


Lelaki itu mana pernah berbicara serius dengannya, memang sangat menyebalkan Regan itu. Untung saja Yona sudah sedia stok sabar sampai berlipat-lipat ganda. Yona melemparkan celana dalam baru itu kepada Regan.


“Ini,” ucap Yona membuat Regan menyerngitkan keningnya bingung.


“Apa ini? Kamu frontal sekali menunjukkan celana dalammu pada seorang lelaki normal sepertiku,” jawab Regan menatap Yona.


“Katamu kamu butuh celana dalam untuk ganti wadah pisangmu, sekarang sana mandi jangan membuang waktu terlalu lama,” jawab Yona.


“Apa? Memakai celana dalammu? Astaga Yona kamu ini becandanya jangan keterlaluan dong,” ucap Regan menatap Yona dengan mata memelas.


“Terus kamu mau pakai celana dalam siapa Regan? Daddy? Sudah cepat sana mandi, jangan terlalu lama nanti cairanmu mongering di celana,” ucap Yona bergidik ngeri.


Regan menganga tidak percaya dengan apa yang sudah diucapkan Yona. Wanita itu nampaknya meremehkan cairan ajaibnya. Memangnya Yona tidak tahu jika ada banyak wanita yang ingin mendapatkan cairannya agar bisa mendapatkan keturunan setampan dirinya?


Yona benar-benar ketinggalan berita, Regan sudah masuk dalam daftar lelaki single yang digilai banyak wanita lajang di luar sana. Kalau saja Yona sedikit saja terlambat datang dalam kehidupan Regan mungkin Regan akan berada dalam pelukan wanita lain.


“Kamu harusnya beruntung, aku lelaki normal yang sangat perkasa,” ucap Regan semakin membuat Yona menatapnya geli.


Lelaki perkasa? Dasar lelaki yang tidak bisa menyaring ucapannya sendiri!


“Yona, kamu serius aku pakai celana dalam ini? Warna ungu lagi,” ucap Regan memelas, sambari tangannya mengibaskan celana dalam milik Yona ke udara.


Yona menyautnya dengan kasar, “sudah jangan dipakai, biarkan saja pisangmu gondal-gandul tanpa kantongnya. Lelaki banyak maunya kamu ini,” ucap Yona kesal.


Wanita itu mengambil handuk kimononya, dengan cepat memasuki kamar mandi meninggalkan Regan yang masih memasang wajah memelasnya.


Brakk, suara pintu kamar mandi yang tertutup kasar membuat Regan tersentak.


“Kasar sekali wanita itu, gondal gandul? Bahasa apa itu?” ucap Regan terkekeh geli mendengar ucapan Yona yang sangat lucu baginya.


 -----------------------------------------++++---------------------------------------


BTW GUYSSS, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN FOLLOW AKUN AUTHOR YAAAA…


BAGI KALIAN YANG MAU TAHU NEXT GENERASI DARI GENERASI PERTAMA BISA MAMPIR KE DRE*AME DAN WATT*PAD. DI WATT*PAD MALAH SUDAH SAMPAI GENERASI KETIGA LOH.


POKOKNYA JANGAN LUPA MAMPIR, BELI EBOOKNYA ‘LOVE YOU BOSS’ JUGA BARU BAWA WHAT IS LOVE?


KUYYY SELAMAT MEMBAWA YAAA :*

__ADS_1


__ADS_2