My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Dua Jagoan Mommy-Daddy


__ADS_3

Mendengar bahwa anak kedua yang dia lahirkan tidak bernapas, tentu saja membuat Yona tersentak. Salah satu bidan menyuntikkan oksitosin pada kedua paha Yona, dokter spesialis kandungan meminta mereka untuk meneruskan proses medical pasca persalinan termasuk memastikan keluarnya ari-ari dari dalam rahim Yona lalu menjahit bagian kewanitaan dari Yona.


“Dokter, bagaimana anak kami?” tanya Yona dengan peluh membanjiri keningnya, air matanya sudah siap tumpah merembes membasahi pipinya.


Yona mere*mas tangan Regan, entah apa yang dilakukan para bidan pada bagian kewanitaannya. Yona lebih khawatir pada jabang bayinya yang kini berada dalam tangan dokter kandungan yang membantu menangani persalinan bayi kembarnya.


“Bayi kedua Anda mengalami asfiksia, tapi kami akan melakukan yang terbaik,” jelas dokter spesialis kandungan ketika menangkap gejala-gejala dari asfiksia pada bayi yang baru lahir.


Bayi kedua Yona terlihat sangat lemah, bahkan bayi itu tidak bergerak sama sekali, dan detak jantungnya bahkan sangat lemah. 


Melihat seorang dokter berjalan menuju ruang persalinan Yona tentu saja membuat seluruh keluarga William dan Louis berdiri dari duduknya. Mereka saling menatap, tidak terdengar suara tangisan bayi kedua dari Yona. 


“A-apa yang terjadi?” Shinta memegang tangan suaminya. Kakinya terasa sangat lemas, tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu hal yang buruk pada cucunya.


Dokter yang baru masuk ke dalam ruang persalinan adalah dokter spesialis anak, dokter yang akan membantu anak kedua Yona dan Regan agar tertolong.


“Lakukan pengecekan kadar asam dalam darah arteri tali pusat. Bagaimana hasil dari tes APGAR-nya?” tanya dokter spesialis anak menunggul penjelasan rekan kerjanya.


Dokter spesialis kandungan menyerahkan hasil tes APGAR atas bayi kedua Yona. Isak tangis Yona memenuhi seisi ruangan, bahkan tangannya terasa lemah dan tidak bertenaga sama sekali. Di sampingnya, Regan masih setia menenangkan istrinya meskipun darah dalam tubuhnya terasa terbakar melihat kondisi anak keduanya yang terlihat terkulai lemah di sana.


Para dokter melakukan penyedotan air ketuban dan juga lender dari tubuh bayi kedua Regan dan Yona. Selama sepuluh menit lamanya, waktu yang terasa sangat lama, berbagai pikiran buruk melayang dalam benak semua orang.

__ADS_1


Sakit dari kewanitaannya tidak dia rasakan, Yona justru merasakan sakit dalam dadanya melihat anaknya seperti itu. Asfiksia, Yona tahu benar bahwa akfisia mampu berakibat fatal pada bayi yang baru lahir, bahkan bisa saja menyebabkan kematian pada bayi.


Tidak, anaknya harus selamat. Yona dan Regan telah lama menantikan kedua jagoannya lahir ke dunia. Yona tidak akan menerima kenyataan jika salah satu anaknya harus meregang nyawa di hati kelahiran mereka berdua.


“Stt, tenanglah Sayang. Anak kita pasti baik-baik saja,” lirih Regan, suara lelaki itu terasa tercekat.


Suara tangisan dari anak kedua mereka membuat keduanya saling menatap.


"Untunglah, hanya asfiksia ringan. Kita akan memantau perkembangan bayi nantinya hingga mereka bisa pipis dan buang air besar," jelas dokter spesialis anak, menyurutkn kekhawatiran orang tua baru itu.


“Anakku,” isak Yona tak terbendung ketika bayi keduanya akhirnya menangis dengan kencang, seakan memberitahu kedua orang tuanya bahwa dirinya menjadi anak yang kuat dan tidak akan menyusahkan mereka.


Regan memeluk Yona dengan erat, dokter mempersilahkan Regan mendekat pada box bayi yang ada di sana untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang ayah pada anak-anaknya yang baru lahir sesuai agama mereka mengaturnya.


“Selamat datang jagoan, Daddy,” ucap Regan setelah melakukan kewajiban agamanya.


Kedua dokter memberikan selamat kepada Regan dan Yona. 


“Bayi pertama berat 2,5 kilogram dengan panjang 48 cm, dan bayi kedua berat 2,6 kilogram dengan panjang 47 cm,” jelas dokter spesialis kandungan kepada Regan dan Yona.


“Terimakasih Dokter, terimakasih telah menyelamatkan anak kami,” tutur Regan menyalami tangan kedua dokter di sana dan juga bidan yang turut membantu proses persalinan kedua anak kembarnya.

__ADS_1


Bidan membimbing Yona untuk melakukan kan skin to skin pada kedua belah hatinya. Mulut Yona bergetar ketika kulit halus kedua anaknya menyapa dada polosnya. Tangisan lagi-lagi luruh dari mata Yona.


“Selamat datang di dunia, anak-anak Mommy,” isak Yona tidak mampu menutupi rasa harunya atas kelahiran si kembar dalam kehidupan dirinya dan juga Regan.


“Anda bisa melakukan inisiasi menyusui dini, Nyonya,” jelas salah satu bidan kepada Yona.


Dengan dibantu bidan, Yona melakukan inisiasi menyusui dini dengan memegang kedua bayi itu dalam dekapannya. Regan membungkukkan badannya, lelaki itu mencium kening Yona dan puncak kepala wanita itu, lalu turun pada puncak kepala kedua jagoannya.


“Terimakasih Sayang,” bisik Regan bersamaan dengan luruhnya bulir putih dari matanya.


Setelah semua proses persalinan selesai, Yona akhirnya dipindahkan ke ruang inap untuk menginap selama dua hari di rumah sakit, memastikan bahwa kondisi anak keduanya baik-baik saja tanpa keluhan lagi nantinya.


Seluruh keluarga besar berada di ruang inap untuk melihat anggota keluarga baru mereka yang baru saja lahir ke dunia. Berbeda dengan anak kedua mereka yang kini harus berada di incubator untuk sementara, anak pertama mereka menjadi objek bergilir yang ingin digendong semua orang saking antusiasnya menyapa kedua jagoan itu selama ini.


Tawa bahagia pada akhirnya menghiasi bibir seluruh keluarga, begitupun Regan dan Yona. Setelah kehidupan dipenuhi air mata mereka berdua lewati, kali ini puncak kebahagiaan sudah mulai menunjukkan dirinya kepada Regan dan Yona.


Melihat kedua jagoannya akan tumbuh besar bersama keluarga yang sangat menyayangi mereka nantinya, tentu saja Regan dan Yona semakin merasa bahagia.


“Setelah ini kita bisa bulan madu kedua, Sayang. Biarkan si kembar bersama dengan kakek neneknya,” canda Regan memancing kekehan geli dari semua orang.


Yona mengeratkan pelukannya pada suaminya, kebahagiaan yang dia dapatkan bahkan tidak bisa Yona ukur dengan materi. 

__ADS_1


Pada akhirnya, semua akan kembali ke tempatnya masing-masing. Jodoh pasti akan bertemu.


__ADS_2