My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Video Conference


__ADS_3

Regan menatap tajam sosok lelaki yang sepertinya lebih muda dari pada dirinya. Mata mereka bertemu, berbeda sekali dengan tatapan tajam Regan, Joseph justru menatap Regan dengan tatapan gelinya kepada Regan. Lelaki itu maju ke depan, menyodorkan tangannya kepada Regan untuk mengajak kenalan lelaki itu.


“Aku Joseph, pemilik jaket yang Yona bawa,” ucap Joseph memperkenalkan dirinya kepada Regan.


Joseph tahu benar siapa Regan, Joseph juga tahu apa hubungannya Regan dengan Yona. Bahkan sebelum kejadian kecelakaan yang menimpa mereka terjadi, Joseph sering mendengar berita mereka berdua lalu lalang di media televisi maupun media sosialnya.


Banyak orang yang telah mengenal pasangan Yona dan Regan, bahkan mereka menjadi couple goals yang dielu-elukan oleh pasangan anak muda jaman sekarang yang memang suka sekali menjadikan para pesohor menjadi idola untuk mereka jadikan panutan.


Mata Regan menatap jaket yang kini di bawa Yona, lelaki itu ingat saat Yona pulang ke rumah dengan memakai jaket itu dalam tubuhnya. Yona juga mengatakan bahwa yang memiliki jaket itu adalah kekasih Yona.


“Dengarkan baik-baik, perkenalkan aku adalah calon suami dari Yona,” ucap Regan tanpa menjabat tangan Joseph. Lelaki itu justru merangkul tubuh Yona hingga kini posisi mereka sangat dekat.


Joseph terkekeh, “baru calon kan? Jadi ada kesempatan untukku merebutnya darimu,” kekeh Joseph seakan mengejek Regan.


“Apa maksudmu? Memangnya Yona mau dengan lelaki macam dirimu?” tanya Regan memandang remeh Joseph, bukan karena ingin merendahkan lelaki di depannya, tapi karena rasa kesalnya kepada Joseph yang malah tertawa tanpa menyadari apa kesalahannya.


Regan cemburu, tidak ada yang boleh merebut Yona dari pelukannya. Yona hanyalah milik Regan seorang, jika ada yang mau memiliki Yona biarlah menunggu Regan mati lebih dulu. Regan tidak akan rela wanita yang sudah mengisi hatinya yang paling dalam sampai direbut oleh lelaki lain.


JANGAN HARAP!


“Bagaimana Yona? Kamu menolakku?” tanya Joseph sengaja membuat Regan semakin kesal dan cemburu dengannya.


“Jangan bercanda Joseph, lelakiku ini bukan tipe lelaki yang mudah diajak bercanda. Dia sangat kolot dan juga kaku,” jawab Yona menatap Regan dengan malas.


Regan mendengus mendengarkan ucapan Yona yang secara terang-terangan menjelek-jelekkan dirinya di depan Joseph, lelaki yang dengan percaya dirinya mau merebut Yona dari dirinya.


“Kamu membelanya?” tanya Regan menatap Yona tidak percaya.


“Tidak, kapan aku membelanya?” tanya Yona menatap Regan balik.


“Buktinya kamu malah mengejekku di depan cecunguk ini,” tunjuk Regan kepada Joseph yang kini mati-matian menahan senyumnya karena kelakuan Regan.


Ternyata mudah juga memancing lelaki itu, begitulah yang kini dipikirkan Joseph tentang Regan. Pantas saja Yona sampai menangis di bawah hujan karena lelaki itu, rupanya Regan merupakan lelaki yang sangat menggemaskan di mata kaum hawa.


“Joseph, kamu sudah sarapan?” tanya Yona tanpa menjawab pertanyaan Regan, toh akan panjang sekali perjalanan Yona jika harus meladeni setiap ucapan Regan.


“Belum, maklum aku masih single belum ada yang masakin. Apa lagi aku tinggal sendiri di Bandung,” ucap Joseph menjawab pertanyaan Yona.


Yona menarik tangan Joseph untuk masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan Regan yang kini mendengus sebal, merasa diacuhkan oleh wanita yang bakal menjadi istrinya suatu hari ini.


“Beruntunglah Yona, untung aku cinta sama dia. Kalau enggak udah aku tinggalin jauh-jauh hari,” gumam Regan yang terlihat ingin menggibas Joseph sekarang juga.


“Yona, jauhkan tanganmu dari lelaki lain!” teriak Regan dengan kadar kebucinannya yang sudah kelewat level.


Shinta ikut menatap Regan yang kini berjalan dengan cepat menengahi Yona yang sedang menggandeng tangan Joseph untuk ke ruang makan.


“Kamu mau ajak ke mana ini orang?” tanya Regan tidak terima Yona berpegangan tangan dengan lelaki lain.


“Aku mau ngajak dia makan lah, kenapa?” tanya Yona menatap Regan bingung.


“Sama dia saja kamu baik, sama aku kamu ngeselinnya kebangetan,” ucap Regan tidak terima.


Shinta memutar bola matanya kesal, lagi pula kenapa mereka berdua selalu ribut kapanpun mereka bersama. Bisa-bisa Shinta sakit kepala jika mendengar Yona dan Regan bertengkar setiap hari nanti saat mereka sudah menikah dan tinggal dalam satu atap yang sama.

__ADS_1


Shinta bergidik ngeri membayangkannya, mungkin semua orang akan mengira hubungan Yona dan Regan menyenangkan dan juga ‘couple goals’ tapi menurut Shinta sangat menjengkelkan.


“Kalian berdua berhenti berdebat, sudah ajak Regan sekalian makan. Regan mungkin lapar lagi,” ucap Shinta melerai pertengkaran Yona dan Regan.


“Mommy benar, aku lapar lagi,” ucap Regan, setelah itu Regan merutuki kebodohannya karena tidak bisa menjaga citranya di depan Joseph.


Bisa-bisa Joseph mengira kalau Regan adalah lelaki kelaparan yang tidak makan berhari-hari.


“Kamu seriusan mau makan lagi?” tanya Yona menatap Regan penasaran.


Regan mengangguk, membenarkan ucapan Yona. “Aku lapar, emangnya kenapa? Bukan kamu juga kan yang memasak atau membeli bahan-bahannya?” tanya Regan sinis.


“Terserah kamu saja lah,” jawab Yona.


Wanita itu membuka tudung saji yang digunakan untuk menutupi makanan keluarganya, pagi ini pelayan rumah mereka memasak beberapa hidangan yang lumayan banyak karena tahu jika Regan menginap di rumah mereka. Tentu saja semua itu atas intruksi dan izin dari sang Nyonya Besar William.


“Nak Joseph, makan yang banyak ya biar kamu semangat buat ngelukis tante,” ucap Shinta sambari membantu Yona menyiapkan piring untuk Joseph.


“Tentu saja tante,” jawab Joseph.


Regan terkekeh dalam hatinya, lelaki itu merasa tenang karena Joseph masing memanggil Shinta dengan sebutan tante. Itu artinya Joseph tidak sedekat itu dengan keluarga Yona.


“Kok manggilnya tante, panggil aja mommy,” ucap Shinta membuat Regan terbelalak.


Gilaaa, baru saja Regan membatinnya dan kini Shinta meminta Joseph untuk memanggil wanita itu mommy? Astaga, ini adalah alarm waspada untuk Regan berjaga-jaga sebelum Joseph akan merenggut Yona dari sisinya.


“Kamu mau lauk apa?” tanya Yona.


Jawab Joseph dan Regan bersamaan, Yona menatap mereka bedua dengan jengah. Namun wanita itu lebih memilih untuk mengambilkan makanan untuk Joseph terlebih dahulu dari pada harus meladeni Regan yang memang suka mencari-cari masalah dengan dirinya.


“Ini makanlah,” ucap Yona menyodorkan piring berisi makanan kepada Joseph.


Joseph menyunggingkan senyum kemenangannya kepada Regan, lelaki itu tertawa mengejek ketika Yona tidak merespon ucapan Regan sama sekali.


“Aku juga mau lauknya Yona!” ucap Regan memanggil Yona yang terlihat menuangkan air putih ke gelas.


Itu pasti untuknya, pikir Regan menebak.


Tapi tidak, minuman itu diberikan Yona untuk Joseph. Dan sekali lagi Joseph terkekeh geli melihat wajah Regan yang tengah menahan kekesalan.


“Apa lo ketawa?” tanya Regan yang tengah kesal, mereka duduk berhadapan jadi semua ekspresi wajah Regan dan mimic wajah lelaki itu terlihat sangat jelas di mata Joseph.


“Wo wow, jangan marah bro. Aku hanya tertawa bahagia saja bisa makan bersama kalian. Setiap hari juga boleh kok, iya kan Mommy?” tanya Joseph meminta jawaban dari mommynya Yona.


Shinta mengangguk, “boleh-boleh, setiap pagi aja kalian kemari,” jawab Shinta tersenyum.


Dalam hati wanita itu melanjutkan, ‘maka setiap pagi juga aku pasti sakit kepala mendengar kalian ribut setiap paginya’.


Shinta tertawa renyah, begitu juga dengan Joseph. Di sana hanya Regan yang memasang wajah cemberut kesal karena merasa tidak diperhatikan sendiri.


Yona meletakkan satu piring pudding di depan Regan, “makanlah,” ucap Yona yang sangat hafal benar kelakuan Regan.


Mana mungkin tidak ada satu jam selesai sarapan lelaki itu mengeluh lapar kembali? Jawabannya hanya satu, lelaki itu mungkin ingin Yona memperhatikannya. Atau mungkin Regan tidak membiarkan Yona menemani Jospeh makan hanya berdua.

__ADS_1


Huhh kekanakan sekali mereka itu!


“Terimakasih sayang,” ucap Regan mencium tangan Yona yang sudah meletakkan piring itu di depannya.


Sedangkan Shinta hanya memutar bola matanya jengah, begitulah Yona dan Regan tidak bisa diprediksi apa yang akan mereka lakukan setelahnya. Kadang romantic, namun detik selanjutnya mereka juga bisa seperti kucing dan tikus yang selalu bertengkar tanpa kenal waktu dan tempat.


------


“Yona, perutku rasanya begah,” adu Regan ketika mereka santai di ruang televisi.


Joseph sudah pulang sejak satu jam yang lalu karena lelaki itu akan melakukan pemotretan yang akan dia jadikan objek lukisannya nanti. Joseph akan membuka pameran lukisan di Bandung dalam waktu dekat ini.


“Makanya jangan serakah jadi orang, habis makan bilangnya lapar lagi. Sakit kan tuh!” ucap Yona menyalahkan Regan karena kebodohan lelaki itu sendiri.


Regan mendengus kesal, seharusnya Yona kan khawatir tentang dirinya tapi wanita itu malah marah-marah tidak jelas.


“Oh ya, kamu tidak memang tidak ada jadwal mengajar hari in?” tanya Yona penasaran.


“Ada,” jawab Regan membuat Yona menatapnya lekat.


“Kamu bolos lagi?” tanya Yona membelalakkan matanya.


Regan menggeleng, “makanya bukkk, manfaatkan tekhnologi. Kuno banget kamu ini, hadehhh,” ejek Regan merebahkan tubuhnya di sofa panjang ruang keluarga rumah Yona.


Wanita itu menyebikkan bibirnya kesal, “kamu menggunakan e-learning?” tanya Yona penasaran.


Regan kembali menggeleng, “namanya itu video conference,” jawab Regan menjelaskan sistem yang dia maksud dalam proses kuliah onlinenya.


“Benarkah? Aku baru mendengarnya. Macam apa itu?” tanya Yona mengintip ponsel Regan.


“Nih lihat,” ucap Regan mengarahkan kameranya ke wajah Yona.


Mata Yona membulat sempurna, astaga wajahnya kini mungkin terpampang nyata di layar LCD kelas. 


“Regan matikannn!” pekik Yona yang terlihat sangat malu.


Wanita itu menimpuk lengan Regan dengan bantal sofanya, benar-benar Regan ini membuatnya malu setengah mati. Apa isi otak Regan sebenarnya kenapa lelaki itu malah menunjukkan wajahnya di video siaran langsung yang terhubung dengan layar LCD kelas yang lelaki itu ampu.


-


-


-


*GUYSSS BTW JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN SUBSCRIBE.


JANGAN LUPA FOLLOW MAKSUD AKOHHHH 🤣🤣🤣✌️


AWAS YA KALAU KALIAN SOMBONG MA AUTHOR, AKU SENTIL GINJALNYA 😅😅 BOONGAN DENG.


AKU TIDAK HENTI-HENTINYA PROMOSI LAPAK DI DRE*AME SOK ATUHHH PADA MAMPIR TAP LOVES KETIGA CERITA DI SANA 🙏🙏


HAPPY READINGG ALL ❣️*

__ADS_1


__ADS_2