My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Adegan Mantap-Mantap


__ADS_3

Seluruh keluarga Regan dan Yona langsung datang ke rumah sakit setelah mendapatkan kabar dari Yona bahwa Regan telah menunjukkan tanda-tanda sadarkan diri. Suatu hadiah luar biasa yang terjadi dalam kehidupan Regan, diberikan satu kali kesempatan untuk menghabiskan waktunya bersama Yona dan orang-orang yang dia cintai.


Berbagai pemeriksaan telah usai dilakukan, semua keluarga menunggu dengan harap-harap cemas untuk mengetahui hasil pemeriksaan dari Dokter Irawan selaku dokter pribadi Regan selama satu tahun terakhir ini.


“Hasil CT-Scan dari kepalanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kita hanya menunggu sampai kondisi Regan benar-benar pulih untuk mengetahui tindakan apa yang akan kita ambil selanjutnya,” jelas Dokter Irawan kepada seluruh keluarga Regan dan Yona yang ada di sana.


“Alhamdulillah, Dokter. Terimakasih karena sudah memperjuangkan nyawa anak saya,” lirih Lili tidak bisa menutupi kebahagiaannya saat ini.


Akhirnya, setelah setahun lamanya keluarga mereka bagaikan padang tandus, pada akhirnya hujan mengguyur memberikan harapan musim semi akan segera tiba.


“Biarkan pasien istirahat,” ucap Dokter Irawan mengajak semua orang untuk keluar dari sana.


Yona menatap sosok Regan dengan pandangan yang tidak bisa diartikan. Meskipun Regan masih belum bisa membuka mata dan mulutnya, namun pergerakan yang Regan berikan sudah menjadi kebahagiaan sendiri bagi diri Yona.


Mungkinkah benar kata Dokter Gustin Justavo, cinta menjadi dasar kuatmu untuk bertahan. Yona tidak akan menyerah pada setiap cobaan yang nantinya terus datang untuk menguji kekuatan cinta mereka berdua. Asalkan bersama Regan, Yona tidak akan menyerah begitu saja. 


“Terimakasih Yona, kamu sudah menemani Regan selama ini,” kata Lili tersenyum lembut, mengelus punggung Yona penuh kasih sayang.


“Sudah menjadi tugas Yona, Bunda,” jawab Yona memeluk tubuh Lili.


Kedua wanita yang terus-menerus tidak pernah berhenti mendoakan yang terbaik untuk Regan. Kedua wanita yang sama-sama mencintai dan menyayangi Regan dengan segenap jiwa raga mereka. Yona dan Lili, kedua wanita dengan harapan besar bahwa Regan akan kembali bersama dengan mereka seperti sedia kala.


Impian yang tidak akan pernah pudar dan sirna meskipun berkali-kali kondisi Regan mengalami naik turun. Mereka hanya yakin, Regan di sana juga turut berjuang bersama dengan mereka.


Ada satu hal, keyakinan dan juga kekuatan yang selalu Yona percaya. 


Doa tidak ada yang sia-sia.


Tanpa mereka sadari, mata lelaki itu telah terbuka. Matanya menyipit, menyesuaikan kontras cahaya yang masuk menyapa indra penglihatannya. Regan mengerjapkan matanya berkali-kali, lelaki itu menatap ke sekeliling tempat dia berbaring.


Tunggu, aku ada di mana?


Regan terlihat begitu kebingungan. Memori yang masih dia ingat jelas, dia dan Yona baru saja kembali dari rumah Naomi untuk mengantarkan undangan pertunangan mereka berdua. Lalu … perampokan itu!


Matanya mengelilingi seluruh isi ruangan. Pandangan lelaki itu terhenti pada kalender yang tergantung di dinding ruangan. 

__ADS_1


14 Mei 2020? Mungkinkah mataku tidak berfungsi normal sekarang?


Berbagai pemikiran bergulat di otak lelaki itu. Bagaimana mungkin waktu berjalan secepat itu. Rasanya baru kemaren Regan tertidur begitu lelap, terkurung dalam ruang gelap ditemani mimpi-mimpi yang begitu nyata dalam tidur panjangnya. 


Bagaimana mungkin sudah tahun 2020 saja? Apa yang terjadi padaku sebenarnya?


“Arh,” lirih Regan ketika dirinya mencoba untuk bangkit dari posisinya.


Regan menatap langit-langit kamarnya, lelaki itu menelaah apa yang telah terjadi pada dirinya hingga melewatkan satu tahun tanpa dia sadari.


Setelah perampokan itu, aku koma selama setahun?


“Setahun?” lirih Regan nyaris tidak bisa terdengar oleh siapapun.


Yona! Satu nama yang langsung melintas dalam pikiran Regan saat ini. Wanita itu mungkin begitu khawatir akan dirinya. Dengan sayup-sayup, Regan sering mendengar Yona berbicara dengan dirinya saat kegelapan masih mengunci raganya selama ini.


Regan menoleh ke arah pintu. Di sana terlihat Yona hendak memasuki ruangannya. Regan langsung memejamkan matanya lagi.


“ACnya dingin sekali,” ucap Yona mengusap lengannya.


“Kenapa selimutnya bisa berantakan begini?” pikir Yona menatap selimut yang menutupi tubuh Regan menjadi berantakan.


Yona meraih selimut itu, merapikannya lagi hingga menutupi sebagian tubuh Regan. Seulas senyum muncul di bibir wanita itu. Dengan lembut jemari Yona mengelus wajah Regan secara perlahan.


“Terimakasih, sudah berjuang sampai detik ini untuk kembali,” lirih Yona tidak kuasa menahan kebahagiaannya seorang diri.


Tidak tahu harus melakukan apa, Yona memilih untuk melanjutkan membaca novel yang telah dia beli dari toko buku setiap minggunya demi menemani dirinya dalam keheningan ketika menunggui Regan seorang diri selama ini.


Yona membaca setiap kalimat, wanita itu seakan tengah memberikan dongeng pengantar tidur untuk Regan.


Dalam hati, Regan tersenyum bahagia karena Yona masih tetap setia menemani dirinya meskipun sudah satu tahun lamanya Regan berkubang di dalam ketidakpastian hidupnya sendiri.


“Hoamm.” Yona menguap, kantuk selalu saja menyergapnya setiap kali dirinya selesai membaca satu part novel.


Pantas saja banyak orang yang suka membaca novel ketika mereka terserang insomnia. Kalimat Yona terhenti, ada satu narasi yang membuat wanita itu tidak melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


Kenapa Yona tidak melanjutkan bacaannya?


Regan membuka matanya perlahan, mengintip apa yang sebenarnya dilakukan wanita itu hingga tiba-tiba berhenti membaca. Wanita itu tersenyum menatap novel yang kini dia baca. Wajah Yona langsung merona ketika para tokoh dalam novel yang dia baca sedang melakukan pergulatan panas percintaan seperti pasangan pada umumnya.


Apa yang dia baca sampai merona seperti itu? Jangan-jangan Yona membaca adegan mantap-mantap?


Regan menaruh curiga akan novel yang saat ini berada dalam genggaman Yona. Awas saja nanti, Regan akan mengoperasi seluruh novel milik Yona yang kedapatan mengandung unsur panas di dalamnya.


Beraninya dia membaca novel mantap-mantap seorang diri! Aku juga kan pengen tahu isinya, bisa jadi tutorial nantinya.


“Aaaaa,” pekik Yona tanpa sadar ketika pasangan tokoh utama dalam novel itu telah mencapai klimaksnya.


Wajah Yona bersemu merah, sungguh novel itu sangat menggairahkan dan juga begitu nyata. Setiap kalimat yang tertulis seakan memiliki nyawa hingga para pembaca ikut hanyut di dalamnya.


“Astaga, otakku keracunan mantap-mantap,” umpat Yona menggelengkan kepalanya.


Yona langsung melempar buku itu di sofa, dengan cepat wanita itu berdiri dari posisinya. Mengambil satu kaleng soda dari kulkas dan meneguknya hingga tandas. Membaca adegan mantap-mantap segila itu membuat tenggorokan Yona menjadi kering kerontang.


Berkali-kali Yona menggelengkan kepalanya, mengusir adegan mantap-mantap dari otaknya setelah membaca novel itu.


“Apa yang sedang kau baca?”


Mata Yona melebar, satu kaleng minuman yang kini dia pegang merosot jatuh ke lantai saking kagetnya. Wanita itu menoleh ke sumber suara, mulutnya menganga mendengar suara itu suara dari lelaki yang dia cintai.


Lelaki itu terlihat menatapnya dengan lekat, dan menelisik.


“Re-Regan?”


❣️❣️❣️❣️❣️❣️


HELLO READERS TERINTA JANGAN LUPA DUKUNG NOVEL MY SWEET DOSEN. KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERMANFAAT SEKALI BAGI AUTHOR. AYO APRESIASI NOVEL FAVORIT KALIAN DENGAN VOTE ❣️❣️🥰


TERIMAKASIH SEMUANYA


❣️❣️❣️❣️❣️❣️

__ADS_1


__ADS_2