My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Kekasih VS Calon Suami


__ADS_3

Regan menatap semua orang, sepertinya pendengarannya tidak bermasalah. Apa tadi yang dikatakan Shinta dan Hendra? Kalau tunangan bisa gagal lagi? Kenapa ada kata 'lagi' di kalimat mereka.


Lagi adalah kata pengulangan, yang artinya seseorang itu pernah mengalami, melakukan, dan juga merasakan sesuatu hal yang sama. Apakah itu artinya Yona pernah bertunangan sebelumnya?


Tapi dengan siapa? Kenapa gagal? Siapa lelaki yang sudah dengan bodohya menyia-nyiakan kesempatan bersanding dengan Yona? Bodoh sekali lelaki yang tidak tahu bahwa Yona adalah bibit unggul jika itu sebuah tanaman.


Wanita yang begitu baik, berasal dari keluarga baik-baik dan tidak neko-neko


“Memangnya kamu pernah bertunangan dengan siapa sampai gagal?” tanya Regan dengan tatapan penuh menyelidik.


Yona, Shinta, dan Hendra saling melempar pandangan, mereka juga tidak berniat untuk mengatakan hal seperti itu di depan Regan. Belum lagi saat Regan tidak mengingat apapun juga tentang Yona maupun masa lalu lelaki itu. Seharusnya mereka bisa sedikitnya untuk mengerem apa yang hendak mereka katakan.


“Bukan Yona, dulu kakaknya Yona, si Marva pernah gagal bertunangan dengan mantan kekasihnya sebelum pada akhirnya Marva menemukan Ariana, begitu maksud kami,” jelas Hendra yang kebetulan mendapatkan alasan untuk menyanggah Regan yang sepertinya tengah menatap mereka bertiga dengan kening berkerut, tidak percaya begitu saja.


“Kejadian saat itu membuat kami malu setengah mati, belum lagi citra keluarga kami yang dipertaruhkan, dan juga hancurnya perasaan Marva saat itu. Sebuah pertunangan yang menurut kami sangat menyesakkan dan kami juga tidak mengharuskan anak-anak kami melakukan pertunangan lebih dulu. Kalau mereka sudah cocok ya silahkan saja lanjut ke pernikahan,” ucap Shinta mencari-cari alasan, mengarang cerita menyedihkan dengan wajah yang sudah di setting sedemikian rupa hingga menunjukkan ekspresi wajah kecewa, marah, sedih, dan juga trauma.


Regan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lelaki itu merasa tidak enak telah membuka kembali luka lama Keluarga William hanya karena rasa keingin tahuannya tentang perkataan mereka yang sebelumnya. Sungguh, Regan tidak berniat untuk membuka kembali rasa perih mereka tentang pertunangan Marva yang telah batal.


“Maafkan Regan mommy, daddy, Regan tidak bermaksud untuk mengingatkan kalian tentang pertunangan Kak Marva yang telah batal. Memangnya apa yang terjadi sampai bisa pertunangan itu batal?” tanya Regan yang nampak tertarik dengan pembahasan mereka.


Regan merasa dirinya terlalu awam untuk mengenal Keluarga William yang akan menjadi keluarganya juga jika menikah dengan Yona suatu hari nanti. Jadi, Regan pasti berhak untuk mendapatkan sepenggal cerita tentang kisah Keluarga William yang sebelumnya sama sekali belum pernah dia dengar dari siapapun.


Shinta menatap Yona, mencoba meminta bantuan Yona agar anaknya membantunya menjawab pertanyaan Regan.


“Itu..itu karena….” Shinta terdiam, mencari jawaban yang sekiranya pas untuk menjawab rasa ingin tahu Regan.


Shinta yakin, kalau mereka tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Regan pastilah mereka akan selalu dilempari pertanyaan lelaki itu. Begitulah Regan, dirinya begitu kritis dan sistematis dalam menyikapi suatu hal.


“Em, itu karena Marva dan mantan tunangannya dulu tidak berjodoh. Yang namanya jodoh kita tidak tahu, tiba-tiba Marva bertemu Ariana dan ingin mengajak Ariana menikah,” ucap Shinta malah membuat Regan semakin penasaran.


“Iya jodoh memang tidak ada yang tahu, tapi bagaimana bisa pertunangan yang batal malah Kak Marva bertemu Kak Ariana, itu ceritanya bagaimana mom? Regan begitu penasaran tentang kisah cinta mereka,” ucap Regan nampak antusias seperti anak kecil yang akan diceritakan cerita historial anak-anak oleh orang tuanya.


Shinta menggaruk kepalanya singkat, ‘kenapa kalian tidak membantuku menjawab?’ ucap Shinta dalam tatapan matanya menatap anak dan suaminya dengan tatapan mendelik tajam.


Shinta berpura-pura sedih, “rasanya dada ini sangat sesak mengingat hari itu, hari pertunangan Marva kami dengan wanita tidak tahu diri yang melarikan uang perusahaan kami. Wanita itu ternyata sudah berniat sejak awal untuk memoroti Marva dan membawa kabur uang perusahaan kita di London,” jelas Shinta.


Yona menoleh kearah mommynya, nanti Yona akan memberikan tepuk tangan meriah untuk Shinta karena sudah berbakat menjadi artis peran. Sungguh, mommynya itu sangat pandai dalam mencari alasan atau mungkin berekting.


Pernah suatu ketika, Shinta saling chattingan ria dengan salah satu teman kuliah dulu. Wanita itu lupa mendiamkan ponselnya, malam-malam teman lelaki saat dirinya kuliah dulu menghubunginya dan mengajak wanita itu untuk reuni bersama dengan teman-teman yang lainnya. Anehnya, lelaki itu tidak menghubungi teman-teman mereka yang lainnya dan hanya mengajak Shinta seorang. 


Saat Shinta hendak keluar dari rumah, mobil sang suami memasuki pelataran rumah rumah mereka. Hendra menatap Shinta dan menghampiri istrinya yang terlihat sangat rapi. Hendra bertanya saat itu, “kamu mau kemana?” tanya Hendra menatap Shinta penasaran. Dengan cepat Shinta menggeleng, “aku baru saja pulang, dari pesan diamond di Plaza Mall Bandung,” jawab Shinta mencari-cari alasan.


Yah, kalau itu bukan Shinta mungkin wanita itu bakalan ketahuan kalau dia akan bertemu dengan salah satu teman lelakinya dulu ketika masih duduk di bangku kuliah.


Regan melambaikan tangannya, Yona langsung menyenggol lengan mommynya yang terdiam membusi setelah memberikan alasan yang masuk akal kepada Regan.


“Mommy, maafkan Regan karena menanyakan hal yang sensitive kepada mommy. Sudah jangan dipikirkan lagi,” ucap Regan menangkan Shinta selaku calon ibu mertuanya.


Shinta gelagapan, “iya aku saat itu mau reuni,” jawab Shinta kelepasan.


Semua orang menatap bingung Nyonya William, memangnya siapa yang bertanya tentang reuni kepada wanita itu? Sontak saja hal itu membuat Regan semakin tidak enak dengan Shinta. Mungkin jika Regan tidak bertanya lebih jauh Shinta tidak akan ngehank seperti itu pikirannya.


“Memangnya kamu mau reuni kapan? Kamu pernah berbohong yang denganku?” tanya Hendra menatap Shinta penuh curiga.


Mata Shinta melebar sempurna, wanita itu tidak menyangka jika aibnya akan terbongkar begitu cepat dari dugaannya.


‘Siapapun tolong aku’ batin Shinta seakan memantrai semua orang untuk membelanya.


“Makasih mommy, pernah mengizinkan Yona reuni meskipun saat itu Yona tidak diperbolehkan daddy keluar rumah,” ucap Yona memeluk erat mommynya.


Shinta menoleh cepat kearah Yona, sepertinya Shinta sudah mencium aroma-aroma yang tidak enak dari Yona. Tidak mungkin jika anaknya yang super duper mengesalkan itu mau menolongnya kalau tidak ada pamrih dan keinginan terselubung dari anak bungsunya itu.


“Mommy harus menunda pernikahan Yona sampai Regan sembuh, atau Yona akan bongkar rahasia mommy sekarang juga di depan daddy,” bisik Yona di telinga mommynya.


Nah kan, Shinta sudah hapal benar bagaimana watak anaknya. Yona pasti sudah merencanakan timbal balik karena sudah menolongnya dari tatapan curiga sang daddy.

__ADS_1


“Hehehe, iya sayang mommy mana pernah sih tidak berpihak kepada kamu,” ucap Shinta mengelus puncak kepala Yona dengan lembut.


“Baiklah, untuk sekarang mommy mengaku kalah denganmu,” bisik Shinta menyetujui ucapan dari Yona, pertanda bahwa mereka telah sepakat untuk membantu satu sama lain dan saling menguntungkan diri mereka.


Regan tersenyum bahagia, Keluarga William adalah salah satu keluarga konglomerat yang sangat peduli dan dekat dengan anak-anak mereka. Tidak peduli sesibuk apapun mereka, mereka punya waktu untuk mendengarkan keluh kesah dari anggota keluarga mereka. Salah satu keluarga konglomerat yang tidak pernah tersandung skandal sama sekali yang membuat citra buruk keluarga besar itu.


Rasanya, Regan beruntung akan menjadi salah satu anggota keluarga mereka. Regan merasa menjadi lelaki yang luar biasa hebat karena bisa berdampingan dengan Yona, wanita yang begitu dielu-elukan banyak lelaki di luar sana, termasuk diri Regan sendiri.


Pelayan rumah Keluarga William berlari tergopoh-gopoh menghampiri Tuan dan Nyonya besar rumah itu.


“Tuan Hendra, ini ada surat dari Pengadilan Negeri Bandung,” ucap pelayan rumah mereka menyodorkan surat beramplop coklat kepada Hendra.


Hendra menerimanya, “siapa yang mengirim? Pertugasnya langsung atau siapa?” tanya Hendra penasaran.


“Dari tukang POS, Tuan Besar. Saya pamit dulu melanjutkan pekerjaan,” pamitnya mengundurkan diri sambari membungkuk hormat kepada mereka.


Padahal Hendra sudah berkali-kali memperingatkan semua pelayannya untuk tidak usah membungkuk, ini adalah Indonesia. Para pelayannya tidak perlu berlaku seperti budak atau mungkin para pesuruh, mereka sama-sama punya hak asasi manusia yang tentunya Keluarga William menjunjung tinggi itu.


Bagaimana kalau semua orang mengira keluarga William memperlakukan semua pekerjanya dengan buruk? Bisa-bisa jatuh citra baik mereka di depan semua orang.


Hendra dan Shinta penasaran dengan isi dari amplop coklat berstempel Pengadilan Negeri Bandung. Mereka menyerngitkan keningnya begitu nama Yona tertera di sana dengan begitu jelas. Itu adalah surat pemanggilan saksi dalam kasus perampokan yang terjadi pada Yona dan Regan.


“Apa itu daddy?” tanya Yona menatap wajah daddy dan mommynya penasaran.


Wajah tegang kedua orang tuanya semakin membuat Yona bingung, wanita itu mendekat ke arah Hendra dan ikut membaca apa isi surat dari Pengadilan Negeri Bandung yang membuat mereka begitu terkejut.


Kening Yona menyerngit, namanya tertera di sana sebagai seorang saksi. Kakinya gemetaran, bagaimana mungkin dia bisa bersaksi dan menceritakan malam kelam itu kembali setelah Yona memupuk dalam-dalam rasa takut dan bersalahnya kepada Regan. Haruskah Yona menghindar dari panggilan itu? Yona tidak sanggup untuk bersaksi, menjelaskan kembali kejadian itu secara rinci, rasanya itu sama saja seperti membuka luka lamanya yang belum saja mengering.


“Apa itu? Kenapa kalian tegang?” tanya Regan yang ikut penasaran.


Tidak, Regan tidak boleh mengetahuinya. Bahkan Dokter Irawan sudah membuatkan surat pernyataan kepada Kepolisian dan Kejaksaan bahwasanya lelaki itu tidak bisa menjadi saksi dalam persidangan dan akan di wakilkan oleh kuasa hukumnya.


Keluarga Louis melimpahkan kuasanya kepada Denis Amberley, menantu dari Keluarga Wijaya yang tidak lain adalah suami dari Pevita, kakak tiri dari Nadia Mark Wijaya. Denis telah membuka kantor advokadnya sendiri dengan team yang akan membantunya menjalankan aktivitas di dalamnya. Untung saja Nadia merekomendasikan pengacara muda sehandal Denis yang dengan sigap menangani acara pemeriksaan saksi dengan baik tanpa harus menghadirkan korban yang bersangkutan.


Ting tong.


Shinta menautkan kedua alisnya menatap sosok lelaki muda di depannya, lelaki muda itu tersenyum kea rah Shinta dengan sopannya.


“Maaf tante mengganggu waktunya, saya ingin bertemu dengan Yona. Apakah Yona ada di rumah?” tanya lelaki bermata sangat indah, membuat Shinta mengerjapkan matanya berkali-kali.


‘Indah sekali, kalau semasa mudaku tidak bertemu Hendra mungkin aku akan menyukai lelaki muda ini’ kekeh Shinta menggelengkan kepalanya karena merasa geli sudah berpikiran aneh-aneh tentang lelaki muda di depannya yang mencari anaknya.


“Kamu temannya Yona? Teman kuliah atau teman sekolahnya dulu?” tanya Shinta penasaran.


Heol, dasar emak-emak lihat yang bening dan cakep langsung aja di pepet, siapa tahu lelaki muda itu menjadi jodoh Yona jika bukan Regan yang nantinya akan berjodoh dengan Yona.


“Saya kenalannya tante, perkenalkan saya Joseph,” ucap Joseph mengulurkan tangannya.


“Joseph?” tanya Shinta mengulang nama lelaki muda ini.


Joseph mengangguk, lelaki itu tersenyum ketika Shinta menerima uluran tangannya. Joseph dengan sopannya mencium tangan Shinta.


“Wajah tante sangat bagus kalau di gambar di canvas,” ucap Joseph menatap wajah Shinta yang masih ayu parasnya meskipun sudah memasuki kepala lima.


Shinta tersipu malu, wanita itu tersenyum lembut mendengarkan ucapan dari Joseph.


“Nak Joseph pelukis ya?” tanya Shinta penasaran.


Joseph mengangguk, “benar tante, saya pelukis pemula. Masih belajar juga,” ucap Joseph diangguki Shinta.


“Besok-besok tante mau dong jadi model lukisan kamu, ayo mari masuk ke dalam tante panggilkan Yona,” ucap Shinta mempersilahkan Joseph untuk masuk ke dalam rumahnya.


Joseph menatap kagum rumah Keluarga William, lelaki itu sudah lama membayangkan bahwa rumah Yona pastilah amat megah. Yona selalu meminta lelaki itu untuk sesekali main ke rumahnya sekadar mampir minum atau berbincang ringan.


“Sebenatar ya tante panggilkan Yona dulu,”ucap Shinta meninggalkan Joseph di sana sendirian.

__ADS_1


Shinta menghampiri Yona, namun wanita dua anak itu baru sadar kalau posisi ini adalah posisi yang membahayakan. Ada Regan di rumah mereka, dan Joseph datang ke sana? Astaga bagaimana kalau ada perang dingin di antara mereka bertiga nantinya.


“Yona, Joseph anaknya Aunty Airin datang loh. Kalian sudah lama kan tidak bertemu,” ucap Shinta tersenyum lebar.


Yona mengerutkan keningnya, anaknya Aunty Airin? Airin siapa? Yona sepertinya belum pernah mengenal nama itu sebelumnya.


“Siapa?” tanya Yona menatap mommynya penasaran.


Shinta merangkul Yona, “itu Joseph, temanmu pelukis,” ucap Shinta menekan kata pelukis di belakang kalimatnya.


Yona paham sekarang, lelaki yang bundanya maksud adalah Joseph temannya pelukis yang baru sia kenal beberapa minggu yang lalu.


“Ah mungkin dia mau mengambil jaketnya,” ucap Yona dengan cepat menaiki tangga rumahnya, mengambil jaket yang ada di lemari kamarnya dengan tergesa-gesa.


Sedangkan Regan menatap Yona dan Shinta dengan mendengus kesal, kenapa malah Regan kini yang mereka tinggal sendirian? Bukankah Regan juga tamu mereka? Ckck, tidak dianggap sama sekali.


“Bukannya jaket itu yang katamu milik kekasih kamu itu ya?” tanya Regan menatap jaket yang Yona bawa.


Yona menatap Regan, detik selanjutnya wanita itu mengangguk dengan polosnya.


“Iya aku bilang gitu, kenapa?” tanya Yona bingung.


“Kekasihmu datang saat calon suamimu ada di rumahmu?” tanya Regan menatap Yona tidak menyangka.


“Hah calon suami?” pekik Yona menatap Regan geli.


Yona tidak mempedulikan tatapan Regan, wanita itu segera menghampiri Joseph sebelum teman barunya itu terlalu lama menunggunya.


“Joseph?” panggil Yona membuat Joseph yang melihat-lihat foto Yona di masa kecil langsung menoleh.


Lelaki itu tersenyum, Yona cipika cipiki dengan Joseph ala anak muda jaman sekarang.


“Aku kira kamu tidak akan mampir,” kekeh Yona terlihat sangat senang melihat Joseph datang ke rumahnya.


“Ohh jadi dia kekasihmu, berani sekali calon suamimu ada di rumahmu tapi membiarkan lelaki lain masuk ke dalam rumah juga!” 


Mereka semua menoleh menatap Regan, haishhh Regan pasti akan membuat keributan setelah ini.


-


-


-


-


HELLO JANGAN LUPA LIKOMFOL YA (LIKE, KOMEN, DAN FOLLOW) MAKSUDNYA.


MAU PROMOSI UNTUK EBO0K LOVE YOU BOS SUDAH TERSEDIA DI PL*Y ST0RE.


(BLURB CERITA LOVE YOU BOSS)


Cecilia Fanyandra Corlyn atau sering dipanggil Sisil, keturunan keluarga Corlyn yang digadang-gadang akan meneruskan kerajaan bisnis Corlyn Company. Wanita cantik yang bersikeras bekerja di Perusahaan lain untuk mencari pengalaman dimasa mudanya yang tidak akan dia dapatkan saat dia telah mewarisi bisnis keluarganya, sekaligus menjajal kemampuannya sebelum menaiki tahtanya.


Semuanya berjalan baik-baik saja, sampai pada akhirnya terjadi pergantian CEO di tempatnya bekerja. CEO baru yang tak lain adalah putra pemilik Dirga Company, Adinata Dirga Pratama.


"Ekhhm aku bisa memaafkanmu asal kamu mau jadi pacarku." ucap Adinata Dirga Pratama.


Satu kalimat yang sukses membuat hidup Sisil berantakan. Wanita itu pada akhirnya jatuh kedalam pesona Nata. Hingga suatu malam, Nata tersulut api cemburu dan merenggut kehormatan yang wanita itu jaga seumur hidupnya dalam keadaan mabuk.


Naas, saat Sisil tahu dirinya hamil, begitupun kenyataan pahit yang harus dia terima bahwa dia hanya menjadi taruhan lelaki itu dan teman-temannya.


“Aku harus meninggalkan Indonesia, menyembunyikan diriku dan kehamilanku. Aku harus bersembunyi dari ayah anakku, dan memberinya pelajaran atas apa yang dia lakukan.“ ucap Cecilia Fanyandra Corlyn. 


Apakah Sisil akan menghancurkan hidup Nata dengan kepergiannya? Bagaimana kehidupan Nata setelah kepergian Sisil yang tidak bisa lelaki itu temukan keberadaannya karena pengaruh Keluarga Corlyn? Belum lagi kehadiran Darwin Jaxon, lelaki yang menemani Sisil disaat terburuk wanita itu.

__ADS_1


Siapakah yang nantinya akan  menjadi pemilik hati Cecilia Fanyandra Corlyn?


__ADS_2