
Regan mere*mas setir mobilnya dengan kencang, lelaki itu sangat kalut untuk saat ini. Pertanyaan kenapa keluarga Yona tiba-tiba ke Inggris membuat Regan tidak bisa berpikir dengan jernih lagi. Ada apa sebenarnya, dan kenapa Yona tidak mengatakan apapun.
Regan menekan tombol memanggil kontak WhatsApp milik Yona, namun tidak ada tulisan berdering disana. Regan juga telah berkali-kali mengirimi pesan untuk wanita itu namun tidak ada tanda-tanda pesannya terkirim. Mungkinkah wanita itu sengaja menonaktifkan ponselnya atau hanya di mode pesawat untuk saat ini.
Hembusan napas kasar keluar dari mulut Regan, lelaki itu mengusap wajahnya frustasi, tidak tahu lagi apa yang akan dia lakukan sekarang.
Haruskah Regan menyusul Yona ke Inggris? Tapi dimana tepatnya mereka pergi?
Di sisi lain, Yona mengeratkan jaket yang dia pakai. Wanita itu menikmati perjalanannya menuju Inggris baik perjalanan udara ataupun perjalanan darat seperti sekarang. Yona memilih diam dalam perjalanannya. Wanita itu sama sekali tidak menyentuh ponselnya sama sekali.
Setelah mendapati Regan bersama wanita lain dirumah lelaki itu, Yona langsung menuju ke rumahnya. Namun siapa sangka, kabar bahwa kakak iparnya Ana keguguran anak keduanya membuat satu keluarga William dan Kusuma syok dengan berita itu.
Alhasil, kini Keluarga William dan Kusuma berada disana dengan perjalanan udara memakai jett pribadi milik keluarga Kusuma.
“Ariana,“ pekik Dian Anggi Kusuma saat melihat putrinya terkapar di ranjang rumah sakit dengan wajah pucat dan mata sembab.
Sebagai ibu, Ariana atau yang sering mereka panggil Ana wanita itu sangat mendambakan anak kedua mereka yang diprediksi anak perempuan. Betapa Ana begitu mendambakan putrinya lahir kedunia. Karena kesalahannya yang kurang hati-hati, wanita itu terjatuh dari lantai atas rumahnya hingga menimbulkan pendarahan hebat pada kandungannya.
“Mama,“ isak Ariana memanggil mamanya, memeluk mamanya dengan erat, mencurahkan segala kesedihannya di pundak sang mama yang memang selama ini menjadi tempat untuknya berkeluh kesah.
Shinta menyentuh punggung Ariana yang bergetar, wanita itu ikut memeluk Ariana dari belakang.
“Kami bersamamu, Sayang,“ ucap Shinta menguatkan Ariana sebagai seorang ibu.
Ariana sangat takut dengan insiden itu, pewaris keluarga William memang telah berumur tujuh tahun sekarang. Ariana telah memberikan pewaris untuk keluarga William maupun Kusuma, tapi tetap saja mereka telah menantikan kehadiran putri kecil itu ditengah keluarga besarnya.
“Maafkan Ariana, Mama, Mommy,“ isak Ariana didalam pelukan ibu dan ibu mertuanya.
“Mommy, don’t cry,“ ucap Machiko kecil kepada mommynya.
Yona mensejajarkan tubuhnya dengan Chiko.
“Keponakan Aunty sudah besar rupanya, jangan menangis Prince,“ ucap Yona membawa Chiko ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Shinta menghapus air mata Ariana. “Jangan terpaku dengan apa yang telah hilang nak, jaga yang masih kamu miliki saat ini sebaik mungkin. Tidak usah sesali apa yang sudah terjadi, ikhlaskan saja,“ ucap Shinta memberikan petuahnya kepada anak menantunya.
Dian merasa beruntung anaknya menikah dengan putra keluarga William. Keluarga kaya raya dengan kerajaan bisnisnya namun masih tetap berperikemanusiaan dan juga sangat baik dengan orang-orang disekelilingnya. Terbukti dengan fasilitas luar biasa yang keluarga William berikan untuk putri mereka yang telah dianggap anak sendiri oleh keluarga itu.
.
Regan memutuskan untuk datang ke rumah keluarga Corlyn, meminta solusi kepada mereka yang telah menikah lebih dulu dan tentu saja sudah mengenyam berbagai ilmu percintaan yang belum pernah Regan alami sebelumnya.
“Regan?” tanya Sisil yang kebetulan baru saja keluar dari mobilnya.
Disusul Nata di belakang wanita itu.
“Kusut banget muka kamu?“ ucap Nata menyerngitkan keningnya.
Regan mendesah, mereka mengajak Regan untuk masuk ke dalam rumah mereka.
“Mau aku panggilkan Racka juga?” tanya Sisil karena kebetulan sekali rumah mereka berdua berdampingan dan tidak ada pembatas sama sekali. Mereka bisa bebas masuk dan keluar rumah tanpa perlu meminta izin terlebih dahulu. Rumah mereka bahkan memiliki satu gerbang utama yang mana baik keluarga Sisil maupun Viona akan keluar masuk lewat sana.
Sisil memberikan kode kepada salah satu pelayannya untuk membuatkan minuman.
“Kenapa?” tanya Nata membuka suara.
“Yona pergi,“ sahut Regan dengan lesu.
Nata dan Sisil saling menatap.
“Bukannya kemarin Viona bilang Yona dan Nadia minum bareng, kok bisa pergi?” tanya Sisil penasaran dengan kisah percintaan lelaki dengan hati terumit itu.
Di antara lima lelaki yang telah menjalin persahabatan sejak dulu, Regan lah yang memiliki perasaan paling rumit.
“Antara salah paham sama aku, atau memang sengaja pergi,“ jawab Regan menunduk penuh penyesalan.
Nata terkekeh di tempatnya, lelaki yang telah menyandang status suami dari Cecilia Fanyandra Corlyn itu tiba-tiba memeluk sahabatnya.
__ADS_1
“Selamat Bro, kamu jatuh cinta,“ ucap Nata dengan mata berbinar.
“Jatuh cinta?” tanya Regan menatap Sisil dan Nata bergantian.
“Udah jadi om-om belum juga sadar!“ ejek Racka yang tiba-tiba saja masuk ke rumah Nata dan Sisil.
Regan menatap Racka tajam, tampaknya Racka masih menaruh dendam karena Viona kala itu membandingkan dirinya dan Regan dan mengatakan jika Viona menyukai wajah Regan yang sangat tampat dan tenang.
“Yona ke Inggris bodoh!“ ucap Racka mendengus melihat eskpresi wajah Regan yang begitu kacau saat ini.
“Aku tahu, masalahnya Inggris itu luas. Di mana dan kenapa Yona pergi?” tanya Regan menatap lawab bicaranya.
Racka menatap Regan dengan malas, begitulah kebodohan lelaki yang tengah dimabuk cinta. Kebodohannya tidak main-main, alias murni bodoh.
“Kakak iparnya baru saja keguguran bodoh, itu alasan kenapa Keluarga William dan Kusuma pergi ke Inggris,“ jawab Racka.
Mata Regan langsung berbinar. “Kamu tahu di mana alamatnya?” tanya Regan.
“Kenapa tidak kamu tanyakan kepada Rehan saja, itu kan kakaknya Rehan,” jawab Racka yang memang tidak tahu dimana alamat keluarga kakaknya Rehan.
Regan tersenyum, seperti mendapatkan oksigen baru. Lelaki itu langsung menghubungi Rehan begitu saja.
“Katakan di mana alamat kakakmu saat ini!“ ucap Regan saat panggilanya menunjukkan waktu panggilan yang artinya panggilannya telah tersambung.
“ ………………….. “
“Aku akan ke sana sekarang juga,“ jawab Regan mengakhiri panggilannya.
Regan menatap Nata dan Sisil bergantian.
“Pinjami aku jett pribadi kalian beserta pilotnya,“ ucap Regan sontak membuat Sisil, Nata dan Racka tersenyum geli.
“Ck, dasar pasangan ruwet!“ ejek Racka tidak dihiraukan oleh Regan.
__ADS_1