
Satu kalimat yang keluar dari mulut Regan nampaknya membuat wanita yang kini berada di depan lelaki itu begitu terkejut. Mata Yona terbelalak, kalimat yang telah Regan ucapkan memiliki dampak luar biasa akan wanita itu. Benarkah Regan telah mengingat dirinya? Benarkah Regan telah mengetahui bahwa Yona adalah calon tunangan Regan?
Tahukah Regan jika mereka berdua saling mencintai satu sama lain?
“Apa yang tadi kamu katakana? Bisakah kamu mengulanginya?” Tanya Yona menatap lekat tepat di manik mata Regan.
Tidak, Yona tidak boleh tahu jika Regan telah mendapatkan kilasan masa lalunya. Yona tidak boleh mengetahui bahwa Regan telah mengingat semua tentang dirinya. Tidak sebelum hasil pemeriksaan kepalanya keluar, dan dia dinyatakan baik-baik saja.
Regan tidak ingin membuat Yona semakin tertekan jika nanti terjadi sesuatu kepada dirinya. Regan hanya ingin melihat wanitanya bahagia, hanya bahagia.
“Maksudnya, aku selalu mengingatmu, wanitaku. Memangnya kamu mau aku melupakanmu?” Tanya Regan dengan menautkan kedua alisnya.
Yona tentu saja menggeleng, wanita itu segera bangkit dari posisinya. Yona memicingkan matanya curiga, nampaknya Yona tidak percaya dengan apa yang Regan ucapkan kepada dirinya.
__ADS_1
“Kamu tidak sedang dalam mode berbohong kan?” Ucap Yona penuh selidik.
Regan menarik tangan Yona, meletakkannya di dada bidang milik lelaki itu.
“Yona, kamu harus tahu satu hal. Jantung ini terus berdetak untuk satu alasan, untuk tetap membuatku bisa mencintaimu,” jawab Regan tanpa kebohongan sedikitpun yang keluar dari mulutnya.
Wajah Yona bersemu merah, ucapan Regan barusan membuat Yona merasa jika Regan telah kembali seperti dulu. Lelaki yang di depannya adalah Regannya. Intonasi kalimat, sekaligus tatapan mata Regan seperti Regan yang dulu.
Bolehkah Yona berharap jika lelaki yang di depannya kini telah kembali mendapatkan ingatannya? Entah kapan cobaan ini selesai. Jujur saja, Yona sudah mulai lelah dengan permainan takdir yang bisa kapan saja membolak-balikkan keadaan.
Rasanya tidak mungkin jika Regan berbicara dengan kalimat seperti itu tanpa sesuatu yang mendasarinya.
“Aku tidak membohongimu Yona, kamu tidak percaya denganku?” Tanya Regan balik.
__ADS_1
“Ya, siapa tahu kamu menyembunyikan sesuatu dariku,” jawab Yona menatap Regan menyelidik.
“Mana bisa aku menyembunyikan sesuatu darimu, wanita itu memori otaknya sudah melebihi memori RAM ponsel. Kita bohong tanggal 21 Juni 2019, bakalan diungkit lagi tanggal 29 Maret 2020. Sebenarnya, isi memori kalian itu apa sih?” Tanya Regan menatap Yona.
Mata Yona membulat sempurna, bisa-bisanya Regan menyamakan otaknya dengan RAM ponsel? Wuah, keterlaluan sekali lelaki itu.
“Salah siapa lelaki suka berbohong, kalau tidak mau terekam kebohongan kalian ya jangan berbohong. Atau, pintar-pintarlah ketika hendak berbohong,” sahut Yona mencebikkan bibirnya kesal.
“Pintar-pintarlah berbohong? Memangnya ada orang berbohong pintar?”
“Ada, itu buktinya kamu dan Nata. Kalian kan suka diem-diem beli majalan funny, iyakan?” Tuduh Yona membuat wajah Regan pias seketika.
Sialan, siapa yang membocorkan aksi gilanya dengan Nata? Perasaan selama ini Regan telah bersih dari tuduhan mesum seperti itu. Regan kan hanya menyimpannya, yang suka membelinya adalah si Nata monyet. Katanya, sebagai referensi adegan ranjang agar aktivitas ranjangnya dengan Sisil bisa bervariasi.
__ADS_1
Seharusnya Regan tahu jika lelaki itu akan membocorkan rahasia antar lelaki.
“Kamu, awas saja aku bakar semua majalahnya!” Ucap Yona penuh peringatan.