
Tinggal selama dua hari di Singapura, membuat Regan dan Yona mulai terbiasa dengan negara itu. Mereka berdua bersama dengan Gustin Justavo dan Olivia, sempat makan malam di luar sebelum social distance diberlakukan di negara tersebut.
Wabah virus Covid 19, mau tidak mau harus memaksa seluruh warga negara untuk tunduk atas interuksi yang telah pemerintah keluarkan demi memutus rantai penyebaran virus Corona yang mengakibarkan banyaknya korban berjatuhan karena keganasannya.
Waktu yang mereka tunggu telah tiba, hasil pemeriksaan CT Scan yang dilakukan Regan Regan bersama dengan Gustin Gustavo dan juga Dokter Irawan, dan Dokter Stefano akhirnya keluar. Dokter Gustin Justavo pagi ini mendapatkan email dari Dokter Stefano. Gustin merasa gugup, padahal bukan dirinya yang menjadi pasien. Lelaki itu hanya merasa cemas, Gustin tidak bisa berpikir apa yang harus katakan kepada istrinya, Regan, dan juga Yona.
Lelaki itu membuka pesan email yang telah dikirimkan dokter Stefano kepadanya. Gustine mengerutkan keningnya menatap hasil CT Scan yang kini terpampang di layar laptopnya. Lelaki itu menautkan kedua alisnya, pertanda bahwa Gustin tengah berpikir.
"Dugaanku rupanya benar, inilah yang menyebabkan Regan tidak bisa melihat. Kerusakan pada sistem syarafnya," ucap Gustin Justavo menelaah hasil dari CT Scan di depannya.
Gustin mengusap wajahnya, dirinya tidak tahu harus berkata apa kepada Regan dan Yona. Mungkin, dirinya akan menyebabkan hancurnya harapan Regan untuk mendapatkan kesembuhannya.
Ketukan di pintu membuat Gustin menoleh. Di sana berdiri sang istri yang tersenyum lembut menatap dirinya.
"Sarapannya sudah siap, ayo kita sarapan bersama," ucap Olivia mengajak Gustin Justavo, sang suami untuk sarapan pagi dengan Regan dan Yona yang kini sudah berada di meja makan.
"Mm, aku akan keluar sekarang," jawab Gustin tersenyum. Gustin dengan cepat menutup hasil CT Scan Regan dan mematikan laptopnya sebelum Olivia bertanya apa yang tengah dia lakukan.
Gustin Gustavo berdiri dari duduknya, lelaki itu berjalan menghampiri sang istri, dan merangkulnya dengan mesra. Olivia tersenyum, keharmonisan rumah tangga yang selama ini dia jaga dengan utuh nampaknya berbuah manis. Andai saja, ada kehidupan di dalam perutnya. Olivia selalu berdoa dan berharap semoga saja Tuhan memberikan an-nur turunan kepada mereka berdua.
Suara kekehan terdengar di meja makan, suara siapa lagi kalau bukan suara Yona dan juga rekan. Pasangan itu tengah bercanda, membicarakan tentang kelucuan Nayna. Anak sulung dari pasangan Nata dan Cecilia.
"Dia pintar sekali, tidak heran kalau dia suka bertanya kepada semua orang sampai-sampai para orang dewasa kuwalahan," kekeh Yona.
Tadi pagi, Sisil dengan sengaja mengirimkan video berdurasi 60 detik alias satu menit. Video yang menunjukkan ketika Nayna bertanya kepada gurunya sekolah sampai gurunya kuwalahan menjawab.
"Kalian bahas apa?" Tanya Olivia penasaran.
__ADS_1
"Ini, Nayna. Anaknya Nata dan Sisil," jawab Yona menunjukkan ponselnya.
Olivia menatap ke arah layar ponsel Yona, wanita itu tersenyum. Dirinya juga sering melihat anak-anak dari teman-temannya. Bahkan Nadia juga sering mengirimkan video ketika Nadia tengah bersama anak-anak Sisil maupun Viona.
"Si cantik?" Tanya Olivia tersenyum.
"Kamu mengenalnya, Sayang?" Tanya Gustin Justavo membuat Olivia terdiam.
"Kamu tidak tahu si cantik Nayna? Dia kan selebgram, mommynya saja kalah followers sama dia. Anaknya pasangan Cecilia Corlyn dan Adinata Dirga," jelas Yona mencoba memberikan jawaban yang logis.
Olivia tertawa sumbang. "Mana tahu Gustin selebgram, dia kan tidak pernah mengikuti hal begituan. Hidupnya cuma mentok di resep obat-obatan dan bahan-bahan lainnya," ejek Olivia membuat Gustin mencebikkan bibirnya.
Bukankah seharusnya Olivia harus bersyukur, Gustin bukan tipe lelaki yang suka membuang waktunya untuk menonton hal-hal macam itu karena baginya sama sekali tidak penting.
"Tidak penting juga, mana boros-borosin kuota," ucap Gustin membela dirinya.
"Mana ada konglomerat takut kuota habis. Itu mah alibimu karena tidak pernah mengikuti trend," ejek Yona menimpali.
"Biarkan saja, wanita selalu benar. Ingat pasal itu," ucap Regan menepuk bahu Gustin.
Yona dan Olivia terkekeh mendengar apa yang Regan dan ucapkan. Belum lagi ekspresi wajah Gustin yang menunjukkan kekesalannya. Olivia merangkul tubuh Gustin dengan manja, wanita itu menarik Gustin untuk duduk di kursi makan.
"Jangan ngambek begitu dong, nggak cocok sama umur," goda Olivia.
Bukannya menenangkan Gustin, Olivia justru semakin gencar menggoda suaminya. Bagi Olivia, menggoda suami adalah hiburannya setiap hari. Untung saja Gustin bukan tipe lelaki yang yang mudah tersinggung, maupun mudah marah.
"Oh iya, bukannya Dokter Stefano bilang hari ini mau ngirim hasil CT-Scan dulu ya?" Tanya Yona menghentikan aksi menggoda mereka.
__ADS_1
Wajah Gustin berubah menjadi bias, lelaki itu menatap semua orang dengan Tatapan yang tidak bisa diartikan. Apa yang harus Gustin katakan Haruskah Gustin mengatakan yang sebenarnya? Nya Apakah harus menutupi kebenaran demi kebaikan semua orang, dan hanya membicarakannya dengan Regan secara privasi?
"Iya, tadi Dokter Stefano sudah mengirimkan hasil CT Scan ke email-ku. Aku belum membukanya, setelah ini aku akan mengecek dan memberitahukan hasilnya kepada kalian semua."
Regent mengangguk, lelaki itu Jujur saja sudah tidak sabar untuk mendengar kan hasil CT Scan dari kepalanya. Regen selalu berharap semoga saja hasilnya baik, dan dirinya bisa segera sembuh seperti sedia kala.
-----
Hello guysss, author kembali lagi nih bawa kisah Regan dan Yona buat kalian. Oh iya guys, aku mau promosiin cerita aku, baru lahir, dan menetas di ******. Gratisssss, tidak bayar sama sekali. Mohon bantu tekan loves cerita aku di ****** ya guys 🙏🙏
CINTA AKU MEMILIHMU
Pernikahan yang telah Azahra dan Devan mimpikan hanyalah mimpi. Satu minggu sebelum pernikahan mereka tiba, sebuah kecelakaan yang menimpa Devan menghancurkan segalanya. Devan menabrak pengemudi sepeda motor sampai meninggal.
Sebelum meninggal, lelaki itu menyebutkan nama putrinya, Naomi Indira. Meminta Devan untuk menjaga putrinya yang mungkin akan menjadi yatim piatu setelah maut menjemputnya.
Tanggung jawab Devan disalah artikan oleh Naomi, wanita itu terlanjur jatuh cinta dengan Devan yang selama ini bertanggung jawab atas dirinya. Keinginan menjalin hubungan dengan Devan membuat Naomi egois. Wanita itu tidak peduli meski ada Azahra di dalam hati Devan.
"Aku memiliki Azahra, aku mencintainya," ucap Devan.
"Aku tidak peduli, sebelum ada pernikahan di antara kalian. Aku tetap mencintaimu," ucap Naomi Indira teguh pada perasaannya.
Sampai akhirnya, Azahra mengetahui hubungan Devan dan Naomi. Azahra meminta Devan memilih, dirinya atau Naomi?
"Kamu harus memilih, aku, atau Naomi?"
__ADS_1
Lalu siapakah yang akan Devan pilih? Wanita yang dia cintai selama beberapa tahun ini, atau wanita yang harus dia lindungi dan jaga sebagai bentuk tanggung jawabnya?
Cinta, tanggung jawab dan keegoisan melebur menjadi satu kesatuan di dalam cerita Azahra, Devan, dan Naomi.