
*** 17 Years Later ***
Yona memijit pelipisnya yang terasa berdenyut, niatnya pulang untuk istirahat setelah rapat panjang jajaran direksi harus ia urungkan saat melihat tas sekolah, sepatu dan topi tergeletak kececeran di sofa ruang keluarga.
"Anak-anak ituuuu!" desisnya menggeram.
Ini bukan yang pertama, kedua, ketiga, keempat ataupun yang kelima. Kalau dihitung mungkin ini yang ke 100 kali lebih anak anaknya selalu seenaknya saja dan tidak pernah menaruh barang sekolahnya sesuai tempat yang semestinya.
Suara balapan mobil di kamar si kembar semakin membuat Yona menggeram kesal, bisa-bisanya mereka berdua bermain PS sedangkan sang mommy yang baru pulang dari kantor disuguhi pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.
Yona mengambil napas panjang, dia bersiap siap untuk mengeluarkan teriakan nyaringnya untuk kedua putranya.
"Reon! Yoan! Mommy hitung sampai lima jika kalian belum turun ke bawah Mommy pastikan mobil sport kalian akan Mommy sita. Satu ... dua ... tiga ... empatt ... li-"
Mendengar teriakan sang mommy, Reon dan Yoan langsung melempar stik PSnya dan langsung berlari kelantai bawah menemui Sang Ratu keluarga.
"Mommy kenapa sih teriak-teriak?" tanya Reon heran dengan kebiasaan mommynya.
Dalam hatinya dia mendengus, kenapa sang mommy hobby sekali berteriak.
Yona berjalan mendekat kearah Reon dan Yoan, dia menyunggingkan senyum manis seakan dia tidak sedang marah.
Ditariknya Reon dan Yoan dengan tiba tiba membuat kedua putranya berjingkat kaget.
"Tuh lihat, ini kebiasaan kalian kapan berhenti hah?" bentak Yona sambil berkacak pinggang.
Reon dan Yoan hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena mereka bingung harus menjawab apa. Huh andai saja sang daddy ada di rumah mungkin ada yang membela mereka.
"Kenapa diam? Berharap Daddy pulang lalu jadi pahlawan belain kalian? Ayo jawab pertanyaan mommy!"
Reon langsung memegang tangan Yona.
"Mommy, kan Mommy cantik nih lebih cantik dari Julie Estelle yang lagi ngehits tahun ini. Untuk menjaga agar Mommy tetap cantik badai, maka dari itu Mommy tidak boleh marah-marah," ucap Reon dengan memasang senyum andalannya.
Yoan pun tak mau kalah.
"Iyaps kata my brother Reon memang betulllll banget Mom. Mommy harus sering sering tersenyum biar Daddy enggak ngalihin perhatiannya dari Mommy," ucapnya.
Yona berdecak kesal, kenapa sikap tengil Regan menurun kepada anak anaknya.
"Rupanya kalian pintar sekali merayu, sayang Mommy tidak ngefek tuh. Oh ya bersihkan ini semua, kalau sampai Mommy nanti keluar masih seperti ini say good bye untuk mobil sport kalian," ucap Yona yang kemudian melenggang pergi menuju kamar utama, kamarnya dan Regan.
.
Yona keluar dari kamarnya dengan rambut basahnya yang dililit handuk. Dia berjalan menuju ruang keluarga dan menemukan Reon dan Yoan tidur di atas sofa dengan keringat yang masih menempel jelas di pelipis mereka.
Yona tersenyum, meskipun anak-anaknya selalu saja membuat ulah namun inilah yang membuatnya bangga akan sikap kedua jagoannya. Mereka selalu menurut apa yang diucapkan Yona, dan tentunya tidak akan pernah membangkang.
Kadang Yona sempat berpikir, ternyata hidup yang dijalani dengan ikhlas malah terasa lebih bahagia. Dia menganggap harta adalah bonus dari kesabarannya menerima segala cobaan, kata orang jawa 'nrimo montang mantinge urip'.
Dia mendekat kearah dua jagoannya, diciumnya kening sang putra dengan sayang.
"Mommy menyayangi kalian anak-anak pintar," ucap Yona sambil mengelus puncak kepala mereka berdua.
Merasa bosan akhirnya Yona memutuskan untuk mengeringkan rambutnya saja di dalam kamarnya, mungkin malam ini dia tidak masak untuk dinner karena dia sudah berencana untuk dinner di luar dengan kedua putranya.
Ketukan di pintu kamar membuat wanita yang tengah meringkuk di bawah selimut mengerang pelan.
"Mommy bangunnn, Reon dan Yoan udah kelaparan nihhh," teriak Reon membuat Yona mengerjapkan matanya.
Dia beranjak dari kasur.
"Iya, Mommy akan bersiap-siap sebentar. Kalian tunggu saja di luar," jawab Yona yang sedang memilih gaun malam yang cocok ia gunakan untuk dinner dengan kedua putranya.
Reon dan Yoan menanti mommy mereka di mobil sport mereka masing masing yang bersampingan.
"Kakak, emang Daddy udah siapin semuanya?" tanya Yoan.
__ADS_1
Reon hanya mengangkat bahu.
"Entahlah, tapi Daddy nyuruh kita segera datang segera," jawab Reon.
"Kak Zola datang juga? Nanti bikin kisruh lagi," cibir Yoan sambil membayangkan aksi Zola yang selalu membuat onar dikala ada acara.
"Mungkin enggak, kan Kak Zola sibuk mau wisuda sarjananya," jawab Reon membuat Yoan mengangguk.
Zola adalah anak angkat Regan dan Yona. Mereka menemukan Zola saat honeymoon kedua. Sayangnya, Zola kembali bertemu dengan keluarganya yang melapor ke kantor polisi terdekat. Meski begitu, Zola lebih dekat bersama Regan dan Yona daripada keluarganya sendiri.
Zola memang sangat berprestasi di akademik. Memang semua keturunan Charlton diberi anugrah kelebihan pada otak mereka. Ya, sebenarnya Zola adalah anak dari sepupu Melodi. Dunia serasa benar-benar sempit.
"Maaf Boys, Mommy lama ya?" tanya Yona merasa bersalah kepada sang putra.
Yona menaikkan satu alisnya saat melihat penampilan formal putra putranya.
"Tumben pakaian kalian formal?"
"Kan kita enggak mau kalah sama Mommy, masa anak mantan model terkenal pakaiannya brandal mulu. Ya sekali kali tampil beda lah Mom," jawab Yoan sambil terkekeh.
Yona tersenyum dan mengangguk, untung saja dia tidak salah pilih gaun.
"Mommy naik mobil siapa nih?" tanya Yona
"Sama aku aja deh Mom," jawab Reon membukakan pintu penumpang untuk Yona.
Yoan yang menjalankan mobilnya lebih dulu telah mengirimkan pesan kepada sang daddy jika mereka berada dalam perjalanan.
"Hei ayo kita balapan!" tantang Reon yang menyejajarkan mobilnya dengan mobil Yona.
"Oke siapa takut, yang kalah siap siap pakai kaos warna pink seharian!" seru Yoan.
Regan mengacungkan jempolnya.
"Oke siap, kejar kalau bisa," teriaknya menambah kecepatan pada mobilnya.
"Astaga Reon kamu mau membunuh Mommy?" teriak Yona ngos-ngosan.
Reon menyunggingkan senyum polosnya.
"Sorry Mom, kita harus menang," ucapnya yakin dengan serius menyetir.
Ciiiiittttttttttttttt.
Reon mengerem mendadak mobilnya, di depan sebuah restoran mewah nan klasik yang sudah dipenuhi lampu pesta warna-warni.
"Yes! Im winner," pekiknya girang sambil meloncat loncat disamping mobilnya.
Yoan hanya mendengus kesal, senjata makan tuan deh. Niat mau jebak sang kakak pakai kaos pink eh malah dia yang kena.
Yona dengan gemas menjewer telinga mereka hingga mereka mengaduh kesakitan.
"Kalian suka Mommy mati jantungan? Apa kalian mau cari Mommy baru?" tanya Yona menatap tajam kedua putranya.
"Mommy, pleaseee, sakit tauk!" rengek mereka berdua membuat Yona tidak tega dan akhirnya melepaskan jewerannya.
Reon dan Yoan masuk sambil memeluk lengan sang mommy manja, Reon dikanan dan Yoan dikiri. Mereka bertiga menjadi pusat perhatian tamu undangan kala lampu menyorot perjalanan mereka. Siapa yang tidak mengagumi ketampanan Reon dan Yoan? Si kembar yang menjadi idola remaja karena postur tubuh dan wajah rupawan yang mampu memikat siapapun yang melihat mereka.
Reon memiliki rambut hitam legam diponi, Yoan yang memiliki rambut coklat tua seperti sang mommy pun dibentuk menjadi jambul di depan, tapi bukan jambul katulistiwa milik syahrini. Wajah mereka yang merupakan percampuran dua gen berkualitas menambah nilai + pada diri mereka.
Yona menyerngit bingung , kenapa semua orang yang ada direstoran ini adalah orang orang yang dia kenal??
Layar LCD yang biasanya dijadikan untuk berkaraoke kini berganti dengan tayangan sebuah vidio yang mampu membuat mereka terharu dan iri. Sebuah vidio yang menjadi gabungan dari beberapa moment dalam hidup keluarga kecil Louis.
Awal kedekatan Yona dan Regan.
Foto pernikahan mereka, saat Yona mencium tangan Regan didepan semua tamu undangan kala itu.
__ADS_1
Foto di mana mereka merayakan tahun baru di kapal pesiar Rusia sekaligus honeymoon kedua mereka.
Foto di mana Yona telah lulus gelar Magisternya di S2 managemen bisnis.
Foto di mana Yona melakukan USG yang menyatakan Yona hamil anak kembar.
Foto di mana Yona, Regan, Baby Bee/Zola, Reon, dan Yoan kala foto family.
Semua foto itu adalah moment yang paling bersejarah dalam masa pernikahan mereka. Yona tak mampu menahan tangisnya kala dia melihat sang suami diatas panggung menyanyikan lagu My Heart yang menjadi simbol percintaan mereka.
Yona berlari kecil memeluk Regan.
"Happy aniversary nine teen years, Sayang," ucap Regan sambil mengeluarkan kalung bermanik mata berlian yang sangat menyilaukan mata dengan harga yang fantastis.
Regan memakaikan kalung itu pada Yona, di ikuti tepuk tangan meriah dari para tamu. Semua iscan dan sutais bahkan ikut berpelukam, mereka bisa merasakan keharmonisan keluarga ini.
Di luar restoran terdapat gadis berambut dark brown yang dikuncir kuda memakai celana sobek-sobek dengan t-shirt berwarna abu abu menyerupai matanya.
"Pak izinkan saya masuk, saya mau meminta tanggung jawab dari Reon dan Yoan karena menghamili saya!" ucap wanita itu membuat satpam melongo heran.
"Mana bisa hamil dari dua orang sekaligus!" cibir satpam itu.
"Memangnya Bapak mau tanggung jawab anak yang saya kandung? Kalau iya enggak papa Bapak enggak manggilin mereka," ucapnya.
'Bsa digorok bini gue dong,' batinnya dalam hati.
"Ya sudah kamu tunggu sini, saya ke dalam dulu," ucap satpam bernama Pak Toik membuat wanita itu mengulum senyumnya.
Pak Toik berjalan tergesa-gesa menuju si empunya acara.
"Maaf Pak, Bu, di luar ada wanita yang mengaku hamil anak Den Reon dan Yoan," ucap Pak Toik membuat lima keluarga yang duduk di meja besar itu kaget.
"Di mana Pak?" tanya Yona penasaran
"Di luar Bu," jawabnya.
Mendengar berita itu mereka semua berbondong-bondong keluar dari restauran, dibelakang mereka ada Regan sedang menyeret Reon dan Yoan yang terlihat enggan menanggapi wanita gila di luar sana.
"Mana orangnya, Pak?" tanya Yona sambari celingukan.
Pak Toik menggaruk kepalanya.
"Tadi di sini kok Bu," jawabnya dengan wajah bersalah.
"Kalian mencariku?" tanya wanita keluar dari pos satpam membuat semua orang menoleh
"Baby Bee!" pekik Yona langsung memeluk Zola yang terkekeh.
"Tuh kan dia buat ulah lagi!" cibir Reon dan Yoan membuat mereka semua terbahak-bahak.
Dan acara yang penuh tawa bahagia itu selanjutnya di isi dengan acara manja manjaan Yona dan Regan kepada Zola yang sudah 3 tahun ini tidak mereka temui. Bahkan Yona dan Regan masih menyebut 'baby Bee' sebagai panggilan Zola.
------
FYI GAESSS, SI ZOLA INI PARAH BANGETTTT...
MASA DIA LULUSAN DOKTER, TINGGAL SUMPAH JABATAN EHHHH MALAH MAU KERJA JADI SEKRETARISNYA VARO ANAKNYA RACKA.
HADEUHHH, VIRUS BUCIN....
Cerita Tiya Corlyningrum di D R E A M E atau
...I N N O V E L...
__ADS_1