
“Silahkan buka elearning di Smart Campus kalian, materi sudah Pak Regan kirimkan di sana,“ ucap Yona saat wanita itu sudah masuk ke dalam ruang kelas.
Semua mahasiswa dengan cepat membuka elearning dan mendownload apa yang telah Regan upload di mata kuliahnya kali ini. Yona menatap semua mahasiswa, nampaknya mahasiswa lelaki yang melukai citranya sebagai model internasional tidak mendengarkan perintahnya.
“Kemeja hitam, siapa namamu?” tunjuk Yona membuat mahasiswa lelaki itu membenarkan duduknya.
Lelaki itu menatap Yona malas, dia berdecak kesal karena tahu jika Yona pasti akan membalas apa yang telah dia ucapkan kepada Yona.
“Yogi Rewangga,“ jawabnya menyebutkan namanya secara lengkap.
Yona mengambil absensi yang sudah kembali di mejanya, mata Yona terbelalak saat melihat absensi lelaki itu yang baru sekali ini memasuki kelas.
“Kamu baru pertama kali ini memasuki kelas?” tanya Yona tidak percaya.
Yogi mengangguk. “Saya bekerja, Miss, jadi saya jarang masuk kelas,“ jawab Yogi Rewangga.
“Bekerja? Apa pekerjaanmu?” Yona terlihat sangat penasaran.
‘Menjadi hatersku kah?’ ucap Yona membatin, Yona sangat kesal setengah mati kepada lelaki itu.
“Mencintai Miss mungkin,“ jawab Yogi membuat seluruh temannya tertawa.
__ADS_1
Yona mendengus, rupanya lelaki bau kencur itu ingin mengejeknya dan membuatnya malu di kelas yang kini dia ampu.
“Begitukah? Aku terlalu banyak dicintai orang, jadi jangan buang waktumu mencintaiku meskipun hanya dalam mimpi,“ ucap Yona menatap tajam Yogi Rewangga.
“Aku juga tidak berniat mencintai Miss meski dalam mimpi.“
Wuahhh, berani sekali mahasiswa bau kencur itu menjawab ucapan Yona. Baiklah, sekarang rasakan apa yang akan Yona lakukan.
“Tadi Pak Regan memberikan tugas, buat resume tentang etika bisnis yang sudah beliau kirimkan materinya, dan juga berikan contoh pelanggaran etika bisnis yang bisa kalian jadikan contoh. Tugas dikumpulkan di saya, setelah mendapatkan tanda tangan dari saya selaku asisten dosen pengampu mata kuliah ini,“ ucap Yona tersenyum menatap para mahasiswa di sana.
Tentu saja Yona tahu bagaimana perasaan mereka saat diberikan tugas
“Dikerjakan di rumah, Miss?”
Yona mencuri pandang ke arah Yogi Rewangga, lelaki itu nampak tidak peduli dengan apa yang baru saja Yona katakan.
“Yang tidak mengumpulkan tugas dan tanpa tanda tangan saya, dianggap gugur dan tidak masuk mata kuliah pada hari ini,“ lanjut Yona membuat Yogi mendongak menatapnya.
Kita lihat saja, apakah lelaki bau kencur itu masih tidak mau meminta tanda tangan dirinya? Kali ini, Yona yang akan memegang kendali, dan mengembalikan kehormatannya sebagai mantan model internasional. Ck, kekanakan sekali wanita itu.
Yona duduk di kursi dosen pengajar, wanita itu memotret seluruh ruangan untuk dia kirimkan kepada Regan.
__ADS_1
Aku sudah melakukan tugasku.
Wanita itu menunggu pesannya dibaca oleh Regan.
“Apa-apaan ini, dia online tapi tidak membalas pesanku?” gumam Yona tanpa sadar menggebrak meja hingga membuat seluruh mahasiswanya menatap Yona dengan kening berkerut penuh tanya.
Yona mendengus, wanita itu sengaja mengirimkan banyak gambar yang dia ambil dari kondisi kelas hari ini. Yona sengaja memotret Yogi Rewangga yang terlihat sangat mencolok diantara teman-temannya karena lelaki itu bisa dibilang sangat tampan dengan wajah lokalnya.
‘Siapa lelaki itu?’ balas Regan secepat kilat begitu Yona mengirimkan gambar seorang lelaki yang jauh lebih muda darinya.
‘Mahasiswa paling tampan mungkin, wkwk’ jawab Yona membalas pesan dari Regan.
‘Berhenti main-main, segera selesaikan kelasmu!’
“Ck, memangnya aku pesuruhnya?” ucap Yona lagi-lagi mencuri perhatian seluruh kelas.
Tiba-tiba saja Regan menelpon dirinya, lelaki itu melakukan video call karena Regan sangat penasaran dengan lelaki yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
Dinsana, Regan sampai meminta waktu untuk keluar dari ruangan rapat padahal dirinya ditunjuk sebagai pembicara mewakili kampus yang berada dibawah yayasan keluarganya.
“Siapa lelaki itu, kenapa Yona sampai memotretnya secara pribadi?” ucap Regan sangat penasaran.
__ADS_1
Yona sepertinya sengaja tidak menjawab panggilan dari Regan.
“Awas saja jika lelaki itu berani mendekati Yona, aku akan memberinya nilai paling buruk di mata kuliahku!“ desis Regan mendengus menatap foto yang Yona kirimkan padanya.