My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Saranghae


__ADS_3

Yona melambaikan tangannya saat Regan sudah mengantarnya dengan selamat sampai di rumahnya. Setelah aksi tangkap bunga dengan berbagai mitos yang beredar, tidak membuat hati wanita itu dipenuhi keyakinan untuk menerima permintaan Regan.


Wanita itu membuka pintu rumahnya yang tidak terkunci, siapa sangka ternyata orang tuanya sudah menunggunya di ruang keluarga sejak tadi.


"Mommy, Daddy belum tidur?" tanya Yona yang merasa aneh melihat orang tuanya masih terjaga.


Shinta menatap Yona dengan berbinar, wanita itu berdiri memeluk putrinya dengan erat.


"Kamu memang luarrrr biasa Sayangggg, Mommy seharusnya tahu kamu hanya malu mengakuinya di depan kami," ucap Shinta dengan nada yang sangat bahagia.


Kening Yona berkerut, apa maksud dari perkataan mommynya?


"Mommy, ada apa?" tanya Yona tidak mengerti dengan gelagat mommynya yang sangat aneh.


"Mommy sudah mendengarnya dari Lili, astaga kalian merencanakan pertunangan dalam waktu satu bulan?" tanya Shinta tak menyangka.


"What? Bunda memberitahu Mommy?"


Aishhh, kenapa Yona sampai melupakan bahwa Lili dan Shinta adalah sekutu yang kompak dalam menjodohkan anak-anak mereka. Tentu saja bundanya Regan akan memberitahu berita bahagia itu kepada mommynya.


"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan," jawab Yona menatap kedua orang tuanya.


"Iya kami juga tidak menyangka, ini tidak seperti yang kami pikirkan. Ternyata kalian, astagaa mommy bahagia sekali," ucap Shinta dengan bahagia, wanita itu sampai mencium kening Yona berkali-kali saking bahagianya.


Tamat sudah, Yona sama sekali tidak bisa mengatakan apa-apa lagi kepada orang tuanya.


"Terserah kalian saja," jawab Yona malas meladeni orang tuanya karena sama saja, karena mereka pasti tidak mendengarkan penjelasannya sama sekali.

__ADS_1


Tinnnnnnnnn... Suara klakson mobil membuat mereka semua menyerngit.


"Siapa yang bertamu malam-malam?" tanya Hendra kepada Shinta dan Yona.


"Tidak tahu," jawab kedua wanita beda generasi itu dengan kompak.


Mereka bertiga keluar dari rumah, mata Yona terbelalak melihat mobil Regan terparkir diluar gerbang utama rumah mereka. Apa yang membuat lelaki itu kembali lagi ke rumahnya?


Apa Yona meninggalkan sesuatu di mobil lelaki itu? Ah tidak, Yona sudah mengecek semua barangnya sebelum wanita itu meninggalkan mobil Regan dan berjalan masuk kedalam rumahnya.


Atau mungkin ada barang Regan yang tidak sengaja terbawa oleh Yona?


"Nak Regan?" panggil Hendra saat Regan keluar dari mobilnya begitu melihat Shinta dan Hendra berjalan kearahnya.


"Daddy, Mommy, maaf mengganggu malam-malam begini," ucap Regan merasa tidak enak.


"Tidak apa, memangnya ada hal penting yang mendesak sehingga tidak bisa menunggu besok?" tanya Shinta tersenyum lembut kearah lelaki yang akan menjadi menantu impiannya.


"Iya ada hal penting yang harus Regan bicarakan dengan Yona," jawab Regan tersenyum tidak enak, lelaki itu menggaruk tengkuknya dengan kaku.


"Memangnya apa?" tanya Yona penasaran.


Shinta dan Hendra saling menatap, mereka terkekeh kemudian.


"Kalau begitu kami masuk kedalam, kalian bicaralah," ucap Hendra disetujui istrinya. Mereka sangat paham bahwa Regan dan Yona butuh waktu berdua untuk membicarakan hal penting yang Regan maksud.


Regan mengangguk, lelaki itu tersenyum membalas senyuman dari orangtua Yona.

__ADS_1


"Hal penting apa sampai kamu kembali lagi ke sini?" tanya Yona penasaran.


Regan menatap Yona. "Aku lupa mengucapkan selamat malam dan selamat tidur kepadamu," ucap Regan membuat jantung Yona berdegup sangat kencang.


Demi apapun juga, Yona meleleh saat ini mendengar ucapan manis yang keluar dari mulut lemes Regan.


"Apaan sih, kan bisa lewat telepon," ucap Yona tersenyum malu dengan semburat merah yang muncul di pipinya.


"Aku punya sesuatu untukmu," ucap Regan membuat Yona menatap lelaki itu penuh penasaran yang membuncah didalam benaknya.


Bunga?


Coklat?


Kalung?


Emas?


Berlian?


Ya ampunnnn, atau mungkin cincin lamaran?


Regan merogoh saku celananya, itu pasti barang yang memiliki bentuk sangat kecil.


Itu pasti cincin!


Yona membatin, wanita itu mengerjapkan matanya berkali-kali tidak sabar.

__ADS_1


"Tada, saranghae," pekik Regan menunjukkan bentuk love dari ibu jari dan jari telunjuk yang lelaki itu silangkan.


Mata Yona terbelalak, sejak kapan Regan bisa sebucin itu dengannya. Astagaa, Yona hampir terkena serangan jantung saat mengira Regan akan memberinya cincin lamaran malam ini juga.


__ADS_2