My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Kesalahpahaman


__ADS_3

“Aku pulang dulu, calon ibu,“ goda Regan menatap Yona dengan menahan senyum.


Yona tidak menjawabnya, wanita itu justru mendengus kesal karena sepanjang perjalanan pulangnya selalu saja di goda oleh Regan karena kebodohannya saat dia mabuk.


Regan selalu memanggilnya calon ibu sejak tadi. 


‘Sialan, seharusnya aku tidak bodoh dengan mengatakan hamil,‘ umpat Yona merutuki kebodohannya sendiri.


“Yona,“ panggil Shinta menghentikan langkah Yona.


Shinta menaikkan alisnya melihat wajah Yona yang terlihat sangat kusut.


“Kamu begadang ya semalaman?” tanya Shinta sontak membuat wajah Yona memerah membayangkan kegilaannya tanpa segan.


“Iya nih Mom,“ jawab Yona.


“Kamu semalam ngapain aja sampai begadang?“


Pertanyaan Shinta membuat Yona gelagapan. Regan memang sengaja ingin membunuhnya dengan mengatakan bahwa dia menginap di sana. Tidak bisakah Regan mengarang alasan lain untuk menyelamatkan dirinya meski hanya sekali saja?


Apa yang harus Yona ceritakan?


“Kenapa tidak membawa Valeria ke mari sih, Mommy gemesh tahu lihat video-video yang Viona posting.“


“Hah? Valeria?” Yona menautkan kedua alisnya bingung.


Valeria putrinya Viona maksud sang mommy?


“Iya Valeria, siapa lagi,“ kata Shinta yang merasa aneh gelagat Yona.


“Eh iya,“ jawab Yona tergagap, mengusap lehernya kikuk.


“Iya apanya, kata Regan kamu menginap di rumah Viona,“ jelas Shinta.


Yona spontan saja mengelus dadanya merasakan lega, dia kira Regan mengatakan bahwa dia menginap di apartement lelaki itu. Yona akan berterimakasih kepada Regan karena menyelamatkannya.


“Udah, sana kembali ke kamarmu. Hoh hah hoh hah mulu dari tadi, gagal fokus kamu itu!“ cibir Shinta merasa kesal berbicara dengan Yona, wanita itu nampak seperti tubuh tanpa jiwa.


Ke manakah jiwa Yona saat ini?

__ADS_1


“Entah apa yang anak itu pikirkan,“ gumam Shinta menggelengkan kepalanya menatap Yona yang kini menaiki tangga rumahnya untuk kembali ke kamar wanita itu.


Sepertinya Yona harus menyegarkan otaknya, nampaknya berenang menjadi jurus mujarab untuk otaknya yang sehari ini bermasalah.


“Yonnnn ... Yona?” teriak Shinta memanggil Yona yang tengah berenang di kolam renang rumahnya.


Yona menepi, wanita itu mendongakkan wajahnya menatap sang mommy yang kini berdiri di tepi kolam renang.


“Antarkan makanan ke rumah Regan. Lilian punya darah rendah, ini mumpung Mommy masak hati sapi sama buat susu almond. Kamu antarkan ya, Yon?” 


Yona mendesah, baru saja dia pulang ke rumah dua jam. Kini dia harus diminta sang mommy untuk mengantarkan makanan itu ke rumah Regan. Bisa-bisa Regan mengira Yona merindukan lelaki itu kan bisa jatuh harga dirinya.


“Suruh saja salah satu pelayan kita, Mom“ rengek Yona malas.


“Kamu ini, disuruh orang tua malah membantah!“ tegur Shinta kesal dengan tabiat Yona.


Sudahlah, Yona tidak akan menang berdebat dengan orang tuanya. Di rumah mereka, hanya ada dua pasal. 


Pasal pertama, orang tua selalu benar.


Pasal kedua, jika orang tua salah kembali ke pasal pertama.


Yona segera berganti baju dan melajukan mobilnya kerumah Regan. Kalau ada perlunya saja mobil miliknya dikembalikan orangtuanya. Jika tidak, mana mungkin mereka mengembalikan mobil itu. Orangtuanya memang tidak adil kepada dirinya.


.


Yona mengetuk pintu rumah Regan berkali-kali, Yona pun sudah menekan tombol bel disana berkali-kali. Berharap si pemilik rumah atau para pekerja disana mendengar dan membukakan pintu untuknya.


“Regannn?”


“Bunda Liliiii?”


Yona berteriak di luar rumah keluarga Abimanyu Louis. Seperti tidak ada aktivitas didalam sana. 


“Ke mana semua orang rumah?” pikir Yona.


Yona mengambil ponselnya dari dalam mobil. Wanita itu mencari nama Regan dan memencet tombol panggilan di sana. 


“Ishh,“ keluh Yona kesal karena berdiri di depan pintu rumah itu sejak tadi tanpa ada yang membukakan pintu untuknya. 

__ADS_1


Yona menelepon ke rumahnya.


“Hallo, Mom ini nggak ada orang di rumah,” jelas Yona kepada ibunya.


“Regan nggak ada juga?”


“Ngajar kali Mom,“ jawab Yona.


Suara pintu terbuka membuat Yona menoleh.


“Ada orang ternyata Mom, Yona tutup ya,“ ucap Yona sebelum mengakhiri panggilannya.



Yona menoleh dan tersenyum, namun senyuman itu lenyap begitu saja.


Yona menatap seseorang yang tengah membukakan pintu untuknya. Seorang wanita yang usianya mungkin tidak jauh dari usianya. Siapa wanita itu?


“Cari siapa?” tanya wanita itu membuat Yona menyerngitkan keningnya.


“Kamu siapa?” tanya Yona balik, menelisik sosok wanita asing di depannya.


Wanita itu menatap Yona penuh tanya.


“Siapa, Dek?” Regan berjalan di belakang wanita itu. 


Mata Yona terbelalak, Regan tanpa memakai atasan berjalan keluar tanpa sungkan sama sekali meskipun ada wanita disana. Maksud Yona wanita itu, di dalam rumah Regan.


Rambut Regan basah, lelaki itu seperti baru selesai mandi. 


Mungkinkah mereka berdua tengah memanfaatkan kondisi rumah yang sepi?


“Yona?“ Regan kaget melihat Yona berdiri di sana.


Yona mengambil napas, mata wanita itu berkaca-kaca. Namun Yona tidak melupakan tujuannya ke rumah itu.


“Dari Mommy,“ ucap Yona dengan suara serak.


Yona berjalan dengan cepat untuk segera sampai ke mobilnya, Regan berlari mengejar Yona. Yona salah paham tentang dirinya dan Adinda, adik sepupunya.

__ADS_1


“Oh shittttt!!“ umpat Regan


__ADS_2