
Yona menggelengkan kepalanya berkali-kali, padahal Yona mengira lelaki itu akan memberinya cincin lamaran atau apapun itu yang bisa membuatnya bahagia.
Tapi lihatlah ini, Regan malah bercanda dengan mengatakan cinta lewat simbol yang lelaki itu buat dengan jarinya. Astaga, mungkin Yona harus menaikkan kadar kesabarannya ke tingkat yang lebih tinggi agar bisa bersabar menghadapi kelakuan lelaki itu yang mudah berubah.
"Hanya itu?" tanya Yona menatap Regan tak percaya.
Regan mengangguk, lelaki itu tersenyum kearah Yona yang kini menatapnya dengan pandangan jenakanya.
"Iya, ini artinya cinta," ucap Regan menunjukkan simbol love dengan menyilangkan ibu jari dan jari telunjuknya.
"Terserah apa katamu," jawab Yona mengibaskan tangannya ke udara.
Regan melangkahkan kakinya mendekat kearah Yona, lelaki itu mencubit pipi Yona dengan gemas.
"Yona, bolehkah aku menginap di rumahmu?" tanya Regan kepada Yona.
Apalagi ini, Regan menunjukkan wajah memelasnya membuat Yona menyerngit.
"Kenapa? Kamu diusir dari rumah?" tanya Yona penasaran.
Regan menggeleng, lelaki itu memanyunkan bibirnya ke depan.
"Kunci rumahmu hilang?" tanya Yona lagi dan dijawab gelengan kepala yang sama dari Regan.
Meskipun hilang, tentu saja Regan bisa menelpon orangtuanya untuk membukakan pintu. Atau mungkin pelayan dan security di rumahnya yang bisa lelaki itu mintai tolong membukakan pintu rumahnya.
"Lalu apa?" tanya Yona kesal karena semua pertanyaannya dijawab gelengan kepala saja oleh Regan.
__ADS_1
"Aku hanya tidak bisa jauh darimu," jawab Regan membuat mata Yona terbelalak.
Tidak bisa jauh dari Yona katanya? Fix, Yona harus memeriksakan kejiwaan Regan besok. Lelaki itu tampak seperti bukan dirinya sendiri.
"Regan, ini kamu?" tanya Yona memastikan lelaki di hadapannya adalah Regan si lelaki kaku dan juga tidak pernah peka dengan perasaannya.
"Aku bukan Regan!" jawab Regan dengan nada tegas menyeramkan.
Mulut Yona menganga, wanita itu membulatkan matanya saat Regan mempersingkat jarak diantara mereka berdua.
Jika itu bukan Regan, mungkinkah lelaki itu adalah kembaran Regan yang tidak pernah diketahui bahwa Regan memiliki kembaran? Lalu kembaran Regan akan membalaskan dendamnya karena kehadirannya tidak pernah disadari oleh keluarganya sendiri?
"Kauuu! Kau ke manakan Regan?" tanya Yona tergagap.
Lelaki itu menghendikkan bahunya.
Regan tertawa, lelaki itu tidak mengerti bagaimana jalan pikiran Yona yang mengira dirinya bukanlah Regan.
"Demi Allah, Yona. Kamu tidak bisa mengenali calon suamimu? Mana ada orang bisa menyamai diriku yang sangat tampan ini?"
Tunggu, mendengar ucapan luar biasa PD yang keluar dari mulut lelaki itu Yona bisa pastikan bahwa dia adalah Regan asli.
"Kamu mau bukti?" tanya Regan saat Yona menatapnya tak berkedip.
Cup, Regan mencium pipi Yona hingga mata wanita itu terbelalak sempurna. Ini detak jantung yang sama saat Regan menyentuhnya.
"Heiiii, kamu mencari kesempatan dalam kesempitan," pekik Yona marah.
__ADS_1
"Kamu yang lebih parah, digoda seperti itu saja sudah bingung. Di dunia ini, hanya ada satu lelaki tampan seperti diriku," ucap Regan penuh percaya diri.
"Hmmm, terserah apa katamu," ucap Yona yang masih kesal.
Regan tertawa, lelaki itu mengacak rambut Yona dengan lembut.
"Ini serius, aku punya hadiah untukmu," jelas Regan.
"Iya hadiah, apa memangnya?" tanya Yona penasaran.
"Pejamkan matamu," pinta Regan kepada Yona.
Omoooo, mungkinkah kali ini Regan benar-benar akan melamarnya? Iya, ini adegan yang sering Yona tonton saat lelaki akan memberikan cincin lamarannya kepada si wanita.
Arkhhhhh, rasanya dada Yona bergemuruh tidak karuan.
"Pejamkan matamu Yona!"
Yona menuruti saja permintaan Regan, wanita itu sampai menghirup udara di sekitarnya dalam-dalam.
"Sekarang buka matamu," ucap Regan.
Yona membuka matanya, dia menatap tidak percaya apa yang kini Regan pegang dihadapannya. Satu buah flashdisk.
Catat, FLASHDISK!!
"Ini hadiahmu, besok tugasmu sebagai asisten dosen akan dimulai dan ini adalah materi yang akan kamu sampaikan di kelas," jelas Regan tersenyum lembut ke arah Yona.
__ADS_1