
Akhirnya setelah Regan tiga hari berada di Kota Bath, kini dia dan keluarga Yona langsung kembali ke Indonesia. Mereka berpamitan kepada Marva, Ariana dan Machiko yang kini merengek ingin sekali ikut keluarga besarnya ke Indonesia.
"Akhir semester kita kan ke Indonesia, Sayang," ucap Ariana mengelus puncak kepala anaknya.
"Machiko mau ketemu Queen, Mommy," rengek Machiko dengan manja.
Mereka hanya menggelengkan kepalanya, anak sekecil itu sudah bisa bucin kepada seorang gadis kecil yang umurnya tak jauh berbeda dari dirinya. Queenayna anak pertama Sisil dan Nata, anak itu memang sangat cantik dengan rambut hitam legamnya yang panjang dan juga manik matanya yang hitam penuh. Gadis kecil itu akan menjelma menjadi primadona suatu hari nanti.
Keluarga William dan Kusuma diantarkan Marva naik sampai ke Bandara. Mereka memang sengaja naik pesawat karena jett pribadi milik keluarga William tengah di pinjam oleh rekan bisnisnya yang akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.
"Hati-hati semuanya," ucap Marva saat keluarga berjalan masuk ke dalam bandara.
Regan mengambil alih koper Yona, dia nampak tidak keberatan membawa dua koper di tangan kanan kirinya. Yona hanya tersenyum melihat Regan melakukan hal yang manis seperti itu.
Kini mereka sudah siap di terminal gate untuk menaiki pesawat yang akan membawa mereka kembali ke Indonesia dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun.
__ADS_1
Regan tersenyum disamping Yona, dia telah sukses membawa kembali wanita itu ke Indonesia. Entah mengapa Regan seperti tidak rela jika wanita itu pergi jauh darinya.
"Kenapa?" tanya Yona menatap Regan aneh karena lelaki itu sejak tadi menatapnya tanpa berkedip.
"Itu pipimu," tunjuk Regan.
Yona mengelap pipinya dengan tissue yang sengaja dia bawa di dalam tasnya, wanita itu menyerngit karena tidak ada sesuatu yang kotor atau apapun juga di pipinya.
"Mana?" tanya Yona menoleh ke arah lelaki itu.
Cup , Regan mencium pipi Yona hingga membuat mata terbelalak sempurna.
Yona mengulum senyumnya, lelaki itu selalu saja bisa membuatnya berdetak tidak karuan.
"Yona menurutmu aku tipe seperti apa?" tanya Regan membuat Yona menatapnya penasaran. Kenapa lelaki itu tiba-tiba bertanya tentang hal seperti itu kepada Yona.
__ADS_1
"Memangnya kenapa?" tanya Yona balik.
"Hanya ingin tahu saja, seperti apa?" tanya Regan.
Yona nampak berpikir, lelaki itu terkadang cuek, pendiam, dingin, tapi berbanding lurus dengan Regan yang bisa nampak hangat dan juga sangat romantis.
"Lebih dominan pendiam, meskipun mengesalkan," jawab Yona.
"Iya kan aku diam-diam cinta kamu," ucap Regan.
Mereka tertawa, gombalan receh yang di ucapkan Regan di depan wanita itu sukses membuat Yona tersipu malu. Regan mengacak rambut Yona dengan gemas.
"Regannn berhenti menggodaku!" keluh Yona yang sudah tidak sanggup lagi menghadapi lelaki itu.
"Oke aku akan berhenti menggodamu, tapi jangan minta aku berhenti menyukaimu," jawab Regan lagi-lagi membuat wanita itu melting.
__ADS_1
Astaga, di dalam pesawat yang ber AC, Yona bisa merasakan rasa panas di wajahnya saat ini. Yona membutuhkan sesuatu untuk menutupi wajahnya yang kini memerah karena ucapan-ucapan Regan yang di arahkan kepada dirinya.
Yona curiga, sebelum lelaki itu menyusulnya ke Inggris mungkin Regan sudah berguru dengan teman-temannya untuk merayu dirinya. Makanya Regan bisa mengatakan rayuan-rayuan receh seperti bukan Regan yang dia kenal sebelumnya.