
Wajah Regan terlihat menahan kesal hingga ke ubun-ubun lelaki itu. Niat hati ingin menikmati waktu libur tak disengajanya bersama Yona tapi malah dirinya sejak tadi menjadi fotografer dadakan.
Belum lagi para penggemar Yona yang mengira dirinya manager ataupun asisten pribadi Yona. Tidakkah mereka sadar kalau Regan terlalu tampan untuk menjadi seorang manager?
"Tersenyum dong," ucap Yona menyentuh kedua sudut bibir Regan agar lelaki itu tersenyum.
Regan justru menepis tangan Yona, lelaki itu sungguh kesal bukan main.
"Siapa suruh kamu keluar tidak memakai penutup wajah," keluh Regan memarahi Yona.
"Aku tidak tahu jika orang-orang di sini juga akan mengenaliku," jawab Yona membela diri.
Yona menggenggam tangan Regan, wanita itu berteriak hingga beberapa pengunjung di Roman Bath menoleh ke arahnya.
"Heiii, dia calon suamiku!" seru Yona seakan ingin memberitahu dunia jika Regan adalah calon suaminya. Lelaki yang telah dipilihkan orang tuanya untuk menjadi suaminya nanti.
Kalau orang tua adalah wakil Tuhan, maka Regan adalah pilihan Tuhan sendiri untuk Yona bukan? Maka dari itu Yona tidak akan menolaknya lagi.
__ADS_1
Wanita itu tersenyum saat semua orang menatap kearahnya, mereka memberikan selamat kepada Yona dan Regan.
"Kamu puas sekarang?" tanya Yona bergelayut manja di lengan kokoh lelakinya.
Regan mengulum senyumnya, ini pertama kali Yona menyatakan kepemilikannya atas Regan. Dan itu membuat Regan sangat bahagia.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk berkeliling Kota Bath. Sepertinya sehari saja tidak cukup untuk menikmati suasana klasik kota itu. Ada berbagai banyak keindahan yang tersaji di Kota Bath. Dari penduduknya yang ramah dengan pendatang baru sampai akses Kota itu yang memudahkan pengunjung melakukan perjalanan wisatanya.
Kota Bath sangat layak untuk menjadi rekomendasi wisata romance bagi pasangan yang ingin berlibur ke luar negeri.
"Aku ingin naik kapal menyusuri sungai ini," tunjuk Yona saat mereka sampai di Pulteney Bridge, jembatan yang kabarnya baru selesai dibangung setelah dua puluh tahun masa pengerjaan.
"Iya lah masa sungai Bengawan Solo," jawab Yona menatap Regan dengan malas.
"Sungai di Indonesia juga banyak, kenapa harus jauh-jauh ke Bath untuk menyusuri sungai? Kayak tim SAR aja!" cibir Regan.
__ADS_1
Yona membelalakkan matanya, mana bisa sungai itu disamakan dengan sungai dalam negeri? Tempat dan lokasinya saja berbeda, ck dasar Regan tidak tahu nilai estetika sama sekali.
"Pokoknya aku mau naik kapal ini, titik," ucap Yona melangkah meninggalkan Regan untuk naik ke kapal wisata yang akan membawanya menyusuri sungai itu.
Regan dengan berat hati mengikuti keinginan Yona daripada wanita itu akan marah dengan dirinya nanti. Yona tersenyum bahagia, dia tahu Regan tidak akan menolak kemauannya.
"Kalian pendatang?" tanya seorang lelaki dengan Bahasa Inggris.
"Iya Pak, kami dari Indonesia," jawab Yona.
"Aku melihat awan cerah dari wajah kalian, bisa ambil satu kartu?"
Yona dan Regan saling menatap, Regan mengangguk pertanda bahwa Yona bisa mengambil satu kartu.
"Kalian akan mengalami banyak guncangan, tapi ada dua bulan di sini. Artinya, anak kembar," ucap lelaki yang menjadi peramal lokal di sana.
Senyuman muncul di wajah Yona, itu artinya dia dan Regan akan memiliki anak kembar nanti jika mereka telah menikah? Jika benar, maka Yona akan bahagia dengan kabar itu. Dia sangat menginginkan memiliki anak kembar suatu hari nanti.
__ADS_1
"Maksudnya banyak guncangan apa Pak?" tanya Regan.
"Di sini terlihat jalan berkelok, semua orang pasti akan melewati suatu proses. Yang perlu kalian yakini, cinta bisa membuat kalian tetap bersama," jelasnya.