My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Merindukan Yona


__ADS_3

" Lepaskan aku!" ucap Yona saat Regan semakin memeluk tubuhnya erat.


Regan nampak sangat merindukan wanita yang kini berada dalam dekapan hangatnya. Lelaki itu mengelus lembut rambut Yona, menghirup dalam-dalam aroma tubuh Yona yang menjadi candu baginya.


Semua orang tersenyum menatap pasangan muda itu, apalagi Shinta yang sangat antusias dengan perkembangan hubungan Regan dan Yona sesuai dengan harapan mereka.


Tidak ada yang menyangka, pasangan kucing dan tikus itu bisa saling mencuri hati masing-masing di antaranya.


"Mereka seperti syuting film," ucap Dian yang tidak kalah bahagianya karena baginya Yona juga seperti anaknya sendiri.


Suasana di sana yang cukup bersahabat, ditambah pertemuan bersejarah pasangan kucing dan tikus. Membuat acara kumpul mereka di taman belakang rumah mewah milik Marva semakin lengkap.


"Itu karena wajah Yona dan Regan yang istimewa," jawab Ariana, mengakui bahwa kecantikan Yona dan ketampanan Regan berada diatas rata-rata pada umumnya.


"Tentu saja, Yona menuruni wajah mommynya," ucap Shinta dengan bangga.


"Iya semuanya mirip kamu, Marva tampan dibilang mirip kamu, sekarang Yona juga dibilang mirip kamu," keluh Hendra yang merasa jengkel karena gennya telah diabaikan oleh sang istri sendiri. Memangnya istrinya bisa melahirkan anak-anak seperti itu jika bukan dukungan dari kualitas ****** dan gennya yang sangat bagus?


Mereka tertawa mendengar penuturan dari kepala keluarga keluarga William itu.

__ADS_1


"Regan, lepaskan aku," ucap Yona dengan sengaja menginjak kaki Regan hingga lelaki itu mengaduh kesakitan.


Yona melipat tangannya didepan dada, wanita itu nampak kesal dengan kedatangan Regan yang tiba-tiba. Jujur saja, Yona enggan bertemu dengan Regan.


"Nak Regan?" panggil Shinta menepuk kursi kosong dinsebelahnya.


Kursi panjang itu menghadap langsung ke kolam renang yang lumayan besar. Membuat siapapun yang berada disana sangat betah. Apalagi rumput yang hijau membentang luas mengelilingi rumah mewah itu.



Regan menyalami para orang tua di sana satu persatu.


"Dari Rehan, Mom," jawab Regan dengan begitu tenang.


Yona membelalakkan matanya saat mendengar Regan memanggil ibunya dengan sebutan 'mom' , ini pasti ada yang tidak beres.


Shinta mengangguk. "Maaf karena kami pergi mendadak tanpa memberitahumu, Yona tidak memberi kamu kabar?"


"Tidak sama sekali," jawab Regan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu ini kan sudah Mommy kasih tahu, Regan itu harus kamu kabarin biar enggak khawatir," keluh Shinta memarahi putrinya yang kini duduk disamping Ariana.


"Yona tidak sempat," jawab Yona beralasan.


"Cih, tidak sempat apanya. Kakak lihat kamu sejak semalam habis memposting foto terbarumu," seloroh Marva yang tidak suka jika adiknya berlaku semena-mena kepada Regan.


Yona menatap Marva tajam, kenapa kakaknya ikut-ikutan masalahnya dengan Regan. Regan tidak perlu dibela ataupun dikasihani. Lelaki itu sudah tega memasukkan wanita lain kedalam rumahnya dan hanya berdua, catat HANYA BERDUA!


"Regan mau menjenguk Kakak juga?" tanya Ariana mengulum senyum manisnya, kebanggaan wanita itu hingga membuat Marva tidak bisa lepas dari senyuman wanita yang sudah menjadi istri sekaligus ibu untuk anaknya.


Regan menggeleng, membuat seluruh keluarga menaikkan alisnya penasaran.


"Regan merindukan Yona, jadi Regan menyusulnya ke mari," jawab Regan dengan polosnya.


Sontak saja seluruh orang di sana terkikik geli melihat wajah polos Regan yang tengah memerah karena malu. Berbeda dengan Yona, wanita itu justru merasakan dadanya bergemuruh hebat mendengar pengakuan dari mulut Regan yang sangat mengejutkan baginya.


Ada apa gerangan, kenapa Regan sampai menyusulnya ke Inggris?


Benarkah lelaki itu merindukannya?

__ADS_1


Mata mereka saling bertemu, keduanya saling berinteraksi lewat tatapan mata mereka yang begitu dalam. Regan sangat merindukan wanita itu, hidupnya sangat hampa tanpa Yona bahkan hanya sehari saja. Regan mulai mengakui perasaan yang telah tumbuh untuk wanita itu.


__ADS_2