My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Satu Kamat at Four Season Hotel


__ADS_3


Tibalah mereka disalah satu hotel bintang lima di pusat Kota Miami. Sir Raul menghentikan mobilnya didepan pintu masuk Four Seasons Hotel Miami, hotel rekomendasi dari pasangan Nata dan Sisil yang kini tengah berlibur sekeluarga ke San Diego, California.


Yona menatap hotel itu dengan takjub, katanya hotel ini menjadi tempat favorit para selebriti dunia dan juga para konglomerat yang ingin menghabiskan hari libur mereka di Miami.


“Daddy yang menyewakan hotel ini?” tanya Regan kepada Yona.


Yona mengangguk. “Katanya hadiah tahun baru,“ jawab Yona diangguki Regan.


Sir Raul membukakan pintu mobilnya untuk Regan dan Yona, setelah itu menurunkan koper mereka berdua dan mengantarkan mereka berdua menuju resepsionis hotel untuk check in. Sir Raul sendiri sudah bekerja sebagai sopir hotel itu sudah hampir sepuluh tahun lamanya.


Tidak lupa juga Regan memberikan tip untuk Sir Raul berupa uang dollar senilai tiga ratus ribu rupiah jika dirupiahkan.


“Atas nama siapa?” tanya pegawai resepsionis itu tersenyum menyapa Regan dan Yona.


“Yona Anantasya William dan Reganera Abimanyu Louis,“ tutur Yona.


“Baik Ibu, saya konfirmasi dulu. Kamar presidential suite atas nama Yona Anantasya William dan Reganera Abimanyu Louis?”


“Iya benar,” sahut Yona mengangguk.


Kebetulan sekali, General Manager hotel tersebut tengah mengecek daftar tamu dan bertemu dengan Regan dan Yona di meja resepsionis.


“Anda Mr. Louis and Miss William? Teman baik Mrs.Corlyn?” tanya GM hotel itu ramah.


“Iya, saya datang kesini dengan rekomendasi dari Cecilia,“ jawab Yona membuat GM hotel itu tersenyum.

__ADS_1


“Perkenalkan, saya Andreas. Kebetulan saya pernah bekerja di salah satu resort keluarga Corlyn yang ada di Singapura. Selamat datang di Four Seasons Hotel,“ ucap GM lelaki itu menyalami Regan dan Yona. 


General Manager berbicara dengan resepsionis disana, lelaki itu menerima kunci kamar hotel Yona dan Regan beserta kartu VVIP, dan juga voucher untuk welcome drink.


“Suatu kehormatan bisa melayani Mr.Louis dan Miss William secara langsung, mari saya antar menuju kamar Anda,“ ucap Andreas membungkuk hormat.


Seperti tour guide di sana, Andreas mengajak Regan dan Yona berkeliling sejenak untuk lebih mengenal hotel ini. Andreas juga menjelaskan banyak hal tentang apa saja yang ada di hotel itu, fasilitas mewah yang Four Seasons Hotel tawarkan, dan juga berbagai tempat wisata di dekat sana yang wajib Yona dan Regan kunjungi selama mereka berada di Miami.



Mata Yona berbinar, kolam renang disana sangat indah dan juga memiliki tata letak yang sangat unik dengan hiasan sejenis pohon palem berjajar rapi ditengah-tengah kolam renangnya.


“Bagaimana perjalanan Mr.Louis dan Miss Yona ke mari? Cukup melelahkan ya?” tanya Andreas dengan ramahnya.


“Kami seperti memiliki rumah di pesawat,“ kekeh Regan membuat Yona ikut tertawa.


“Mari,“ ajak Andreas begitu mereka sampai di lantai lima belas di mana kamar mereka berada.


Lelaki itu mendahului Yona dan Regan untuk membukakan pintu kamar hotel, dan menyalakan lampu kamar mereka.


“Ini kamarku atau kamar Regan?” tanya Yona yang merasa aneh karena Andreas hanya membuka satu kamar saja, sedangkan mereka datang berdua.


“Pesanan yang masuk ke kami hanya satu kamar Miss William,“ jelas Andreas.


“Satu kamarrr???” pekik Yona dengan mata membulat sempurna.


Yona menatap Regan, tidak mungkin dia harus bermalam dengan Regan di sana.

__ADS_1


Andreas menjelaskan fasilitas kamar yang mereka pesan dengan rinci.


“Ini kartu VVIP dan berbagai voucher termasuk welcome drinknya. Kalau ada yang ingin ditanyakan lagi atau ada keluhan silahkan bisa hubungi kami,“ jelas Andreas.


“Tunggu, bisakah kami pesan satu kamar lagi?” tanya Yona membuat Regan terbelalak.


Regan memberi tanda gelengan kepalanya kepada Andreas, berharap lelaki itu mengerti kode darinya.


“Maaf Miss William, kamar hotel kami sudah di booking semua,“ jawab Andreas.


Wanita itu mendesah.


“Selamat beristirahat,“ ucap Andreas berpamitan untuk undur diri dari sana bersama bellboy yang membawakan koper mereka berdua.


Kamar hotel itu sangat luas, pertama kali membuka pintu ada sofa tamu dan juga meja makan, lalu terdapat lorong yang menuju kamar mandi dan juga kamar tidur utama.





“Pemandangannya indah sekali,“ pekik Yona saat wanita itu membuka gorden kamar hotelnya.


Pemandangan laut lepas dengan air yang berwarna biru terang memanjakan mata Yona dan Regan. Yona berbalik menatap Regan.


“Dengar ya, aku tidur di sini kamu tidur di sofa luar,“ jelas Yona membuat mata Regan terbelalak.

__ADS_1


Ini namanya penyiksaan fisik dan biologis!


__ADS_2