My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Manager?


__ADS_3

Sesuai rencana, hari ini Regan dan Yona akan berkeliling Kota Bath untuk menikmati keindahan alam kota klasik tersebut. Sejak pagi, Yona sudah mencari tempat mana saja yang akan dia datangi nanti bersama Regan.


Wanita itu segera berlari menuju kamar mandi untuk melalukan rutinitas mandinya sebelum keluarganya akan mengomeli dirinya karena lelet dan membiarkan Regan terlalu lama menunggu dirinya.


"Yon?" ketukan di pintu kamar mandi Yona membuat wanita menghentikan aktivitaa mandinya.


Bukankah itu suara Regan ?


"Ya ada apa?" teriak Yona dari dalam kamar mandi.


"Aku akan menunggumu di luar," ucap Regan.


Yona mempersingkat mandinya, wanita itu keluar dengan kimono mandi yang melilit tubuhnya. Matanya terbelalak melihat Regan duduk di ranjangnya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Yona merapatkan kimono mandinya.


"Menunggumu," jawab Regan menghendikkan bahunya acuh.


Wajah Yona bersemu merah, merasa tidak enak berada dalam satu ruangan yang sama dengan lelaki itu di saat seperti ini.


"Sana keluar, aku mau ganti baju," ucap Yona mengusir Regan dari kamarnya.


"Aku bantu," jawab Regan membuat wanita itu menganga.


Wanita itu berkacak pinggang, menatap Regan dengan tajam.


"Aku hitung satu sampai tiga nih? Satu ... dua ... tiga!"


Cup, Regan mencium pipi Yona lalu berlari keluar dari kamar Yona. Mata Yona terbelalak merasakan bibir lelaki itu mencium pipinya.


Astaga, jantung Yona berdetak sangat kencang saat ini.

__ADS_1


"Sialan, kenapa ni jantung lemah banget sih!" gerutu Yona pada jantungnya sendiri.


Dengan segera Yona berganti baju, setelah mengecek kembali penampilannya dari meja rias, wanita itu segera keluar untuk mencari Regan.


"Mana Regan, Mom?" tanya Yona pada ibunya.


"Di luar, kayaknya lagi bicara sama Daddy dan Om Bagas," sahut Shinta menimpali.


Yona hanya mengangguk, wanita itu melangkahkan kakinya keluar rumah. Benar sekali, Regan nampak asyik berbincang dengan ayah dan mertua kakaknya.


"Itu bintang utama kita hari ini, si model cantik," goda Bagas kepada Yona.


Sejak kecil, Bagas selalu memanggil Yona dengan sebutan 'si model cantik' bahkan sampai saat ini juga.


"Kami permisi dulu, Daddy, Om," pamit Regan dan Yona bergantian.


Mereka berdua menaiki mobil Marva untuk berkeliling Kota Bath. Marva sudah memberikan Regan arahan jalan di sana. Marva tidak perlu khawatir mereka akan menyasar karena Yona sudah sering berada di Kota itu saat mengunjungi Marva dan keluarga kecilnya.


"Kita ke mana?" tanya Regan.


Regan mendengus, sudah tahu kalau mereka jalan-jalan maksud Regan adalah kemana, tempat yang akan mereka tuju.


"Tempatnya Yona," kata Regan sambari memutar bola matanya jengah.


Yona tertawa. "Bilang dong, kamu maunya ke mana?"


"Kok malah nanya balik? Kalau kita ke pelaminan boleh?"


Yona memutar bola matanya, lelaki di sampingnya itu memang suka tidak masuk akal. Ke pelaminan? Yona tidak punya bayangan untuk ke sana saat ini.


"Bagaimana dengan Romance Bath?" usul Yona dijawab anggukan dari Regan.

__ADS_1


Regan langsung menancapkan gasnya menuju titik lokasi yang ada di maps mobil. Yona meminta Regan untuk memarkirkan mobilnya di tepi jalan karena parkiran yang ada di dekat Romance Bath pasti akan penuh karena hari ini adalah hari libur.


Keduanya berjalan beriringan, Regan mengeluarkan ponselnya. Berniat memotret wanita itu untuk mengabadikan moment liburan mereka yang tidak disengaja.



Memang pada dasarnya Yona itu model, dia selalu sadar kamera yang diarahkan kepadanya. Yona menampilkan senyum sumringah di wajah indahnya. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan pakaian bermodel sederhana namun sangat pas di tubuhnya.


Regan menggandeng tangan Yona, lelaki itu tidak mau jika Yona akan didekati para lelaki disana. Lihat saja, mereka menatap Yona sangat intens.


"Itu Yona AW bukan?" Para pengunjung di sana berkasak kusuk dengan bahasa mereka sendiri.


"Iya itu Yona! Oh Tuhan, dia sangat cantik dilihat dari dekat."


Para pengunjung langsung berkerubung dide kat Yona, mereka menyalami Yona satu per satu. Bahkan mereka tidak segan untuk meminta foto dengan idola mereka yang telah mengumumkan akan hiatus dari dunia modeling saat wanita itu kembali ke Indonesia.


Tapi penggemar tetaplah penggemar, mereka tetap mengagumi Yona meski wanita itu telah keluar dari dunia yang membesarkan namanya.


"Tolong foto kami," ucap mereka dengan bahasa Inggris, menyodorkan kamera mereka kepada Regan.


Yona meringis, wanita itu menatap Regan pandangan tidak enak. Niat hati ingin pergi berlibur di kota Klasik itu, malah Regan dijadikan fotografer dadakan oleh para penggemar Yona.


"Sekali lagi," ucap mereka lagi.


Regan mendesah, dengan berat hati lelaki itu mengikuti permintaan penggemar dari Yona.


"Sudah cukup ya, terimakasih," ucap Yona segera menarik Regan untuk masuk ke dalam Romance Bath.


Memang nasib sial, didalam Romance Bath sekalipun ada banyak orang yang turut mengenali wajah Yona meskipun Yona sudah beberapa bulan ini tidak menampakkan wajahnya di internet maupun layar kaca.


Lagi-lagi Regan di perintah untuk memotretkan para penggemar Yona.

__ADS_1


"Terimakasih Yona, managermu tampan sekali," ucap salah satu penggemar Yona hanya dijawab senyuman darinya.


"Apa? manager?" pekik Regan dengan bahasa ibunya.


__ADS_2