My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Cinta Adalah Kuatmu Bertahan


__ADS_3

Semua perawat dan suster bagian Bedah menunduk hormat ketika Dokter Gusin Justavo memasuki rumah sakit bersama dengan Regan, Yona, dan juga sang istri Livia Justavo. Mereka menyapa pimpinan mereka dan tersenyum begitu ramah menyapa Regan dan Yona yang kini berjalan berdampingan dengan pasangan Justavo.


Dokter Gustin Justavo mengajak sang istri sekaligus yang kebetulan tidak memiliki acara di Rumah Kanker. Wanita itu bersikeras meminta untuk ikut bersama mereka mendampingi Yona yang mungkin akan merasakan kegugupan serta kecemasan ketika Regan hendak diperiksa.


“Dokter Gustin Justavo, Regan, Yona?” panggil Dokter Irawan yang kebetulan berpapasan dengan mereka setelah keluar dari ruangan Kepala Rumah Sakit.


Dokter Gustin Justavo dan ketiga orang di belakangnya langsung menghampiri lelaki itu.


“Saya kira anda tidak bisa datang,” ucap Dokter Gustin Justavo.


Dokter Irawan terkekeh ringan, lelaki itu menepuk bahu Dokter Gustin Justavo seakan telah mengenal lelaki itu lama.


“Terimakasih sudah menerima Regan dan Yona dengan baik di rumah Anda, Dokter Gustin Justavo,” ucap Dokter Irawan yang sebenarnya juga heran dengan kebaikan Dokter Gustin Justavo yang tiba-tiba menghubunginya meminta contact person dari Regan dan mengatakan akan meminta Regan dan Yona menginap di rumahnya saat berjalannya proses pemeriksaan.


“Tidak masalah, istriku sangat mengidolakan mereka. Apalagi Yona, model internasional. Iyakan sayang?” tanya Dokter Gustin Justavo merangkul pinggang Livia dengan mesra.

__ADS_1


Dokter Irawan memicingkan matanya, nampaknya wajah wanita itu sangat familiar di matanya. Tapi dimana dia melihat wajah itu? Kenapa rasanya ada yang mengganjal dalam hatinya tentang sosok wanita yang kini berdiri di samping Dokter Gustin Justavo dan tersenyum begitu ramahnya ke arahnya.


“Kebetulan saya fans dari Yona AW, jadi saya sangat senang sekali ketika mendengar Yona akan datang ke Singapura,” ucap Livia tersenyum menjelaskan.


“Benarkah? Yona sepertinya namamu belum meredup hingga sekarang,” kekeh Dokter Irawan membuat Yona ikut terkekeh bersama dengan lelaki itu.


“Tentu saja, namaku akan menjadi sorotan sejarah. Mana ada model semenarik diriku kan?” kekeh Yona mulai membanggakan dirinya.


Jika kalian pikir Yona menjadi model yang sudah berada dalam kancah internasional karena bantuan dari Keluarga William maka kalian salah. Yona memulai segalanya dari 0, wanita itu bahkan pernah ikut audisi modeling dan pernah ditolak beberapa agensy yang kala itu tengah digandrungi para model dan aktris.


“Permisi Dokter Gustin, Dokter Stefano sudah menunggu anda di ruang CT Scan,” ucap perawat menghampiri Dokter Gustin Justavo, wanita itu menunjukkan wajah tidak enak karena telah menyela pembicaraan mereka di sana.


Perawat itu menoleh ke arah Yona, matanya mengerjap beberapa kali karena ini adalah pertama kalinya dirinya bertemu dengan Yona AW yang sering wara-wiri di media sosial miliknya. Bahkan video lamaran yang dilakukan Regan dan Yona masih dia simpan di ponselnya. Untung saja, perawat itu sudah mendownload link video lamaran itu sebelum semua berita yang memberitakan Regan dan Yona tiba-tiba lenyap, menguap di udara tanpa ada sebab yang mendasarinya.


Yona tersenyum menyapa perawat itu, namun suara Dokter Gustin Justavo membuat perawat itu mengalihkan tatapannya dari Yona.

__ADS_1


“Siapkan segala keperluannya, saya akan menemui Dokter Stefano sekarang,” ucap Dokter Gustin Justavo diangguki perawat itu.


“Baik Dokter, saya permisi dulu,” pamitnya sebelum berlalu meninggalkan semua orang di sana.


“Mari, kita menemui dokter ahli radiologinya,” ucap Dokter Gustin Justavo kepada semua orang.


Yona menoleh ke arah Regan, tercetak jelas wajah gugup yang kini Regan tunjukkan. Lelaki itu tampak begitu tegang dengan keningnya yang kini dibanjiri oleh keringat dingin. Yona meraih jemari Regan, membuat lelaki itu menoleh ke arah Yona.


“Ayo,” ucap Yona menyunggingkan senyum menawannya khas wanita itu.


Regan mengangguk, lelaki itu tersenyum mendapatkan kekuatan dari wanita yang telah menemaninya hingga detik ini di masa-masa paling buruk dalam hidupnya.


“Yona, terimakasih,” ucap Regan mengelus jemari Yona.


Kedua manusia itu berjalan sambari berpegangan tangan. Senyuman saling menguatkan satu sama lain membuat siapapun yang kini melihat mereka akan merasa iri.

__ADS_1


Kadang, Cinta adalah kuatmu bertahan. Percayalah.


__ADS_2