
Wanita itu tidak bisa menyembunyikan tawanya, dia sampai menutup mulutnya agar suara tawanya tidak meledak memenuhi isi ruangan itu. Yona dengan sengaja menonaktifkan ponselnya karena sudah bisa dia tebak jika saat ini Regan pasti tengah kalang kabut dengan gambar yang dia kirimkan.
Salah siapa lelaki itu memintanya menjadi asisten dosen, dan juga padahal Regan bisa mengirimkan materi lewat elearning yang bisa absensi otomatis dilihat dari siapa saja yang login ke elearning. Kenapa juga Regan harus repot-repot merecoki tidurnya?
Rasakan saja pembalasan Yona!
“Miss, pelanggaran etika bisnisnya dalam lingkup dalam negeri atau luar negeri?”
“Terserah, yang penting kalian paham pelanggarannya apa terus analisis bagaimana pendapat kalian tentang pelanggaran etika itu,“ ujar Yona menjelaskan.
“Dianalisis juga Miss?” tanya mereka terbelalak.
Yona mengangguk, dalam hatinya Yona sangat bahagia bisa merasakan suasana yang sangat lucu menurutnya. Rasanya, Yona tengah membalas dendam atas tugas-tugas yang para dosennya berikan kepadanya dan melimpahkan kekesalannya kepada para mahasiswa disana. Huhhft, tidak adil sama sekali.
Yona melihat jam yang tergantung di dinding ruangan itu.
“Apa yang kalian lihat? Cepat kerjakan waktunya tinggal tiga puluh menit lagi,“ ucap Yona mengingatkan para mahasiswa di sana.
Ah, seperti inikah rasanya jadi dosen yang bisa memerintah kapanpun para mahasiswanya dengan ancaman nilai mereka? Mungkin seperti ini juga yang dirasakan Regan, makanya lelaki itu suka memerintah dirinya seenak jidat lelaki itu.
“Apa yang dia lakukan saat ini?” gumam Yona memikirkan apa aktivitas lelaki itu saat ini.
Mungkinkah lelaki itu tengah berinteraksi dengan para pegawai wanita di sana?
Yona menepuk pipinya pelan, menghilangkan pikiran buruk yang ada di otaknya.
“Mana mungkin, tidak ada yang lebih cantik dariku,“ ucap Yona sambil berkaca dilayar ponselnya yang mati.
__ADS_1
Wanita itu tersenyum melihat pantulan wajahnya dari sana, wajah itulah yang sudah mematahkan banyak hati lelaki yang mendekatinya. Sayangnya, Yona pernah patah hati karena satu lelaki yang menyelingkuhi dirinya. Siapa lagi kalau bukan Nino si lelaki berengsek tidak tahu diri.
“Bagaimana kabar lelaki sinting itu ya?” gumam Yona yang merasa aneh karena beberapa minggu ini Nino tidak pernah lagi menganggu dirinya.
Hmmmm, tentu saja tidak dihubungi kan Yona sengaja memblokir nomor lelaki itu dan juga mengaktifkan pengaturan di ponselnya untuk memblokir otomatis nomor baru tidak dikenal yang masuk.
Yona menguap, wanita itu sepertinya butuh kafein untuk menyegarkan matanya.
“Yogi Rewangga, bisa belikan saya satu botol minuman kopi di kantin?” tanya Yona.
Yogi mendengus, lagipula kenapa Yona masih bertanya jika jawabannya sudah pasti iya. Mana mungkin lelaki itu berani menolak permintaan asisten dosennya.
“Baik Miss, mau yang warna apa?” tanya Yogi.
“Coklat saja,“ jawab Yona diangguki Yogi Rewangga.
Yona tersenyum penuh kemenangan saat mahasiswa lelaki itu berdiri untuk membelikannya minuman seperti apa yang dia inginkan.
“Saya kan minta satu botol saja? Tapi enggak apa-apa sih dua juga boleh.“
“Ck, yang satu untuk saya sendiri, Miss Yona,“ ucap Yogi penuh penekanan.
Yona tertawa, wanita itu mengeluarkan uang lima puluh ribu dari dalam dompetnya dan mengulurkannya kepada Yogi.
“Ini, uang minumannya.“
“Tidak usah Miss, saya ikhlas.” Yogi menolak uang pemberian Yona.
__ADS_1
“Terima saja, saya bukan tipe wanita yang suka mencari keuntungan dari para lelaki,“ kata Yona memasukkan uang itu kedalam saku kemeja Yogi Rewangga.
Lelaki itu hanya mengangguk dan kembali ke tempat duduknya.
“Baiklah waktunya sudah selesai, bisa dikumpulkan sekarang,“ ujar Yona membuat semua mahasiswanya ternganga, terlebih Yogi yang sudah meluangkan waktunya untuk membelikan minuman Yona.
“Belum selesai Miss,“ keluh kebanyakan dari mereka.
“Bawa ke depan, saya tanda tangani nanti bisa dilanjutkan di rumah. Sebagai tanda kalau kalian benar-benar mengerjakan di kelas,“ jelas Yona.
‘Apa kamu masih tidak mau meminta tanda tanganku, Yogi Rewangga?’ kekeh Yona didalam hatinya.
Mereka bergantian meminta tanda tangan dari Yona, hingga tiba saatnya Yogi menghadap Yona untuk meminta tanda tangan dari Yona.
“Mau apa?” tanya Yona memastikan.
‘Sialan, wanita itu pasti sengaja,’ batin Yogi mengumpat.
“Minta tanda tangan juga Miss.“
“Katanya kamu tidak butuh tanda tanganku,“ jawab Yona dengan tangannya memutar bolpoin yang dia pegang.
“Tidak, saya butuh tanda tangan Miss Yona,“ jawab Yogi akhirnya meskipun terasa melukai harga dirinya sebagai lelaki karena tidak pernah meminta tanda tangan dari seorang idol.
---------------
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNYA GAESSS 🙏
__ADS_1
OH YA, JANGAN LUPA JUGA UNTUK VOTE DI SISITEM RANKING. SYUKUR-SYUKUR VOTE KOIN JUGA SEBAGAI TIPS PEMBACA, HEHEHE.
MATUR SUWUNNN 🙏