
Apalagi hal yang paling menyenangkan bagi wanita selain pergi belanja bulanan dan juga merawat kecantikan kulit tubuhnya. Itu juga menjadi favorit bagi Yona sebagai kaum hawa.
"Aku ambil yang honey saja Mbak," ucap Yona memilih masker khas korea yang direkomendasikan teman-temannya saat dia di Paris.
SPG dari masker itu membungkusnya, memberikan nota pembelian kepada wanita itu untuk nanti dia bayarkan di kasir. Tidak hanya membeli masker, Yona juga membeli serangkaian alat makeup dan juga parfum dan beberapa alat mandi kesukaannya.
Yona menunduk, meraih botol parfum yang akan dia beli nantinya.
"Yona?"
Yona menoleh, di sana berdiri Viona dan Nadia menyapa dirinya.
"Oh hai Viona, Nadia," sapa Yona tersenyum ke arah mereka berdua.
Viona celingukan, mencari sosok yang begitu ingin dia temui untuk dia goda.
"Kamu sama Kak Regan?" tanya Viona.
"Enggak, aku sendiri," jawab Yona diangguki Viona dan Nadia.
"Kak Regan sembrono banget ya, calon tunangannya dibiarkan jalan sendiri. Sekelas Yona loh Vi," ucap Nadia diangguki Viona.
Yona mengelus tengkuknya, membalas perkataan Nadia dan Viona hanya dengan senyuman masam. Regan memang tidak suka mengantarkannya untuk keperluan wanita, katanya Regan kapok setelah membelikan sepasang si ungu untuk Nadia saat itu.
"Habis ini kamu mau kenmana? Kita lunch bareng yuk," ajak Viona, menyentuh lengan Yona.
"Boleh juga," jawab Yona membuat Viona maupun Nadia tersenyum bahagia.
Mereka harus mendekatkan dirinya, karena sebentar lagi Yona akan menikah dengan salah satu anggota the most wanted boy di jamannya.
Pribadi ramah di antara mereka membuat perkenalan pertama di antara mereka berjalan lancar. Yona juga merasa sangat dekat dengan sahabat-sahabat Regan. Ada satu yang mengganjal sebenarnya, perasaan Regan kepada Nadia.
Yona telah mendengar cerita cinta monyet Regan kepada Nadia saat masih duduk di bangku SMA. Tapi justru cinta monyet bisa menjadi cinta sungguhan saat dewasa. Yona tidak mau, raga Regan bersamanya tapi hati Regan masih tinggal disana, dimasa lalunya saat masih mencintai Nadia.
Ketiga wanita itu berjalan keluar dari store kecantikan, mencari cafe yang ada di sekitar sana.
"Bagaimana dengan Korean food?" usul Nadia diangguki Yona dan Viona.
"Bolehlah."
Mereka langsung menuju restoran Korea yang tidak jauh dari sana. Cukup menyebrang dua puluh meteran dari store kecantikan yang baru saja mereka kunjungi.
Seorang pelayan datang menyapa mereka, memberikan buku menu untuk mereka pilih.
"Kalian mau soju?" tanya Yona membuat Viona dan Nadia berbinar bahagia.
"Aku setuju," ucap Viona dan Nadia kompak.
__ADS_1
Mereka memesan makanan dan tidak lupa soju untuk menemani perbincangan-perbincangan di antara ketiga wanita itu yang diyakini akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk bergosip ataupun bertukar pikiran.
Mata mereka berbinar ketika tiga botol soju diantarkan pelayan di sana.
"Aku akan membukanya lebih dulu," ucap Yona antusias.
Yona membuka tutup botol soju, suara khas soju yang baru saja dibuka membuat ketiga wanita itu memekik bahagia.
Mereka bertiga langsung meneguk soju itu perlahan, menikmati sensasi minuman khas korea yang kini tengah naik daun di Indonesia.
"Andai saja Sisil dan Melodi ikut bergabung," ucap Viona.
"Aishh, mereka terlalu bekerja dengan keras. Lagipula mereka kan kerja di tempat keluarga sendiri," jawab Yona.
"Tambah soju lagi Mbak," teriak Nadia saat botolnya telah kosong.
Viona dan Yona mengangguk antusias, mereka akan berpesta soju sampai akhir. Apalagi Nadia dan Yona yang kini tengah bergelut dengan perang batin dan pikiran mereka berdua.
"Cinta memang membosankan," keluh Nadia dengan suara serak. Rupanya efek soju sudah mulai wanita itu rasakan.
"Aaa, buka mulutmu," ucap Yona, menyuapi daging panggang kepada Nadia.
Nadia membuka mulutnya, menikmati setiap kunyahan daging lembut itu.
"Kamu benar, cinta memang membosankan dan juga rumit," ucap Yona menyetujui ucapan dari Nadia.
Viona menggelengkan kepalanya. "Kalian ini masih single sudah banyak pikiran, kalian belum ngerasain sih gimana jadi istri sekaligus ibu," keluh Viona menatap Yona dan Nadia mengejek.
"Nadia benar, Regan juga bisa menyukai wanita lain, hiksss Vionaaa bagaimana denganku? Aku ... aku mulai mencintainya, huwaaa," teriak Yona menangis.
Viona melebarkan matanya, untung saja restoran di.sana berbentuk sekatan-sekatan kecil sehingga wajah mereka tidak terlihat oleh pengunjung lainnya.
"Berhenti minum, kalian ini payah dalam minum," ejek Viona.
Yona menarik tangan Nadia, menggenggam tangan Nadia dengan erat.
"Nadia, jika nanti Regan mengatakan masih mencintaimu. Kumohon, tolak dia Nadia," pinta Yona memasang wajah frustasi. Wajah Yona sangat merah karena soju yang dia tenggak.
"Aku tidak menyukainya, aku menyukai Fernando seorang," jawab Nadia meracau.
Viona terkekeh, Viona sengaja merekam vidio meracau Nadia dan Yona. Dia kirimkan kepada Fernand dan Regan. Viona sengaja mendekatkan kedua wanita itu dengan lelaki yang ada di hati mereka.
Viona merasa lucu, apakah semua wanita akan bersikap seperti itu jika mencintai lelaki dan malu mengakuinya? Seperti yang Viona rasakan dulu tentu saja.
Regan membuka ponselnya, keningnya berkerut saat kontak Viona mengiriminya sebuah video. Regan langsung mendownloadnya segera.
"Nadia, jika nanti Regan mengatakan masih mencintaimu. Kumohon, tolak dia Nadia."
__ADS_1
Mata Regan terbelalak.
"Mereka mabuk?" gumam Regan berdecak melihat wajah Yona yang memerah seperti terbakar dari video yang Viona kirimkan kepadanya.
Satu pesan lagi dari Viona masuk, wanita itu mengirimkan lokasi mereka saat ini.
Regan langsung mengambil dompet dan jaketnya, dia harus menjemput Yona sebelum wanita itu merusak seluruh isi restoran di mana kini mereka berada.
Regan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Citttttt ...
Regan mengerem mobilnya saat dia sudah sampai di halaman parkir restoran Korea di mana para wanita itu berada. Kebetulan juga, Fernand baru saja sampai di sana dengan wajah tidak kalah khawatirnya dengan dirinya.
"Fernand," panggil Regan membuat Fernand menoleh.
" lLo juga dikirimin videonya sama Viona?" tanya Fernand dijawab anggukan kepala oleh Regan.
Mereka berdua langsung bergegas masuk untuk mencari nomor bilik di mana ketiga wanita itu berada.
"Regan berengsekkkkk!" teriak Yona dengan kalutnya.
"Fernando jauh lebih berengsekkkk!" teriak Nadia tidak kalah kalutnya dari Yona.
Fernand dan Regan saling menatap, mereka hafal betul suara siapa yang kini tengah mengumpat atas namanya. Keduanya langsung masuk ke dalam bilik, melihat kondisi mengenaskan Yona dan Nadia di dalam sana.
Viona bernapas lega ketika melihat Regan dan Fernand datang dengan cepat ke sana.
"Untunglah kalian datang tepat waktu," ucap Viona yang sejak tadi mencoba menenangkan kedua wanita itu yang tengah meracau tidak jelas soal para lelakinya.
"Terimakasih sudah mengabari kami," ucap Regan diangguki Viona.
"Hah, ini dosen berengsek itu?" pekik Yona menepuk keras kedua pipi Regan.
Fernand terkekeh melihat Regan diperlakukan seperti itu.
"Ini ada bayangan Fernand? Berengsekkkk beraninya dia pakai wajah Fernando!" pekik Nadia, mendaratkan tamparannya dengan kencang di pipi lelaki itu. Meluapkan segala amarahnya yang sudah dia pendam selama beberapa tahun.
Viona menggelengkan kepalanya, tidak mampu menahan tawanya lagi. Ekspresi wajah Regan dan Fernand yang lebih frustasi dari Yona dan Nadia yang tengah mabuk membuat Viona terkekeh geli.
"Selamat menikmati amukan singa betina Gaess," ucap Viona ,melambaikan tangannya meninggalkan bilik itu untuk segera pulang ke rumahnya.
-------------
Selamat malam temen-temen, bagi kalian yang mau dukung author di Mangatoon yuk gabung di sistem ranking lomba menulis season 2 yaa..
Author daftarin lomba My Sweet Dosen dan Love You Boss 🙏🙏
__ADS_1
Ayoooo beri vote untuk kedua novel legend itu untuk sabet salah satu penghargaan ❣️❣️😊
Salam cinta dari Regan-Yona dan Sisil-Nata untuk kalian semuaa 🥰🥰