My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Senjata Makan Nyonya


__ADS_3

Regan meminta Yona untuk mengikuti lelaki itu masuk ke ruangan pribadinya. Regan memiliki ruangan istimewa disana karena dialah anak pemilik yayasan kampus tempatnya kini mengajar. Entah suatu kebetulan atau apa, Regan tiba-tiba saja dipindah tugaskan di kampus keluarganya sendiri dan tidak lama setelah kepindahan tugas itu Yona masuk sebagai mahasiswa baru di kampusnya.


Lelaki itu meminta Yona untuk duduk di sofa tamu yang ada di sana.


“Kamu akan mendapatkan nilai E di mata kuliahku jika kamu tidak berubah!“ tegur Regan kepada Yona.


“Aku akan remidi semester pendek,“ jawab Yona menyilangkan tangannya ke depan dada.


Wanita itu menatap kesal Regan yang tampaknya selalu saja ingin mencari gara-gara dengannya. Tidak puaskah Regan sudah membuka kartu AS nya di depan orangtuanya? Kini lelaki itu membuatnya tidak bisa berkutik di dalam kelas.


“Keluarkan nomorku dari daftar hitam di ponselmu,“ pinta Regan membuat Yona menatapnya.


“Kenapa?” tanya Yona menyerngit.


Apa lelaki itu merasakan kesepian atau mungkin merindukannya?


“Aku merindukan segala ocehanmu sebelum tidur, puas?” tanya Regan membuat mata Yona melebar.


Yona tersenyum simpul, itu artinya Regan merindukan suaranya dan juga menginginkan kehadirannya. 


Demi Oppa Ji Chang Wook, jantungku mau meledak sekarang, pekik Yona didalam hati.


Wanita itu menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan.


Tidak, tidak, aku tidak boleh menunjukkan kelemahanku di depan si kampret Regan!


“Aku tidak mau,“ jawab Yona memalingkan wajahnya.

__ADS_1


Regan menghembuskan napasnya kasar, lelaki itu meraih tangan Yona.


“Baiklah, aku minta maaf soal mulut lemesku saat itu. Tapi cepat atau lambat kita juga akan menikah kan?” tanya Regan meminta Yona untuk sedikit dewasa dan tidak mudah marah.


“Tetap saja aku kesal,“ ujar Yona mencebikkan bibirnya kesal.


Huh, helaan napas kembali dilakukan Regan saat Yona terlihat sangat acuh kepada dirinya. Begitulah Yona, wanita keras kepala yang sangat manja dan mudah kesal dengan masalah-masalah kecil, satu lagi bahwa Yona MUDAH CEMBURU!


“Lalu bagaimana biar kamu tidak kesal lagi? Katakan!“ ucap Regan sudah menyerah menghadapi wanita bersifat bunglon mudah sekali berubah-ubah moodnya.


Yona nampak berpikir, Yona harus memberikan lelaki itu pelajaran agar Regan tidak selalu semena-mena kepada dirinya. Tidak bisakah Yona sekali saja menang dari lelaki itu?


“Masih belum aku pikirkan, simpan saja itu untuk nanti.“


Regan menyerngit, jika Yona tidak bisa memikirkan kemauannya sekarang mungkin saja wanita itu akan berencana buruk untuk Regan. Mungkin meminta Regan berpakaian wanita, atau meminta Regan menari dan berjoget ala boy band yang tengah naik daun sekarang? Jika memang benar, maka Regan akan kehilangan akal sehatnya demi menuruti wanita itu.


“Yon, kamu ingat aku masih punya satu kartu andalan yang bisa aku keluarkan kapan saja?” tanya Regan membuat Yona menatapnya was-was.


“Apa itu?” Yona memicingkan matanya.


“Satu syarat permintaan dariku yang tidak akan kamu tolak, masih ingat?” tanya Regan.


Yona ingat saat wanita itu meminta Regan untuk mengantarkannya pemotretan terakhirnya sebelum wanita itu benar-benar meninggalkan dunia modeling yang telah membesarkan namanya.


Yona menatap Regan, wanita itu mengangguk pertanda bahwa Yona masih teringat ucapan Regan yang mengajukan syarat sebelum Regan berkenan mengantarkannya.


“Aku ingat, memangnya kenapa? Kamu tidak berniat memakainya untuk menghapus kesalahanmu kan? Heol, tidak jantan sama sekali!”

__ADS_1


“Hei jangan membawa kejantananku, kamu pasti akan ketagihan jika merasakannya.“


Yona bergidik ngeri, membayangkannya saja sudah membuat Yona geli. 


“Oh si kecil?“ jawab Yona dengan wajah polosnya.


“Kecil saat tidur, besar saat bangun!“ ucap Regan tidak terima.


Wajah wanita itu sontak memerah, kenapa pembahasan mereka menjadi 21+? Memang dasar otak Regan isinya mesum saja.


“Jangan mengalihkan pembicaraan Regan!“ 


“Kamu yang mengalihkan pembicaraan malah membahas ke kejantananku, bagaimana kamu itu. Apa jangan-jangan benar ya kamu ini wanita yang agresif?” tanya Regan sengaja menggoda wanita itu.


“Kalau aku agresif, memangnya kenapa?” tanya Yona.


Tangannya mendorong Regan ke belakang hingga lelaki itu bersandar di leher sofa, Yona mendekatkan wajahnya kearah Regan.


“Agresif seperti ini?” tanya Yona mengedipkan matanya ke arah Regan.


Sialan, Yona benar-benar memancing kejantanannya sebagai seorang lelaki normal. Yona tersenyum geli melihat wajah Regan yang kini memerah. Wanita itu memundurkan wajahnya, tapi tangan Regan lebih cepat untuk mengekang tubuh Yona hingga wanita itu tidak bisa bergerak.


‘Apa yang akan dia lakukan?’ pekik Yona didalam hatinya, matanya melebar sempurna melihat sudut bibir lelaki itu mulai terangkat membentuk senyuman mematikan khas dirinya.


-----------------------------------


HELLO GAISHHHHH PECINTA REYONNN, JANGAN LUPA VOTE DAN KOMENNN.

__ADS_1


__ADS_2