
“Kamu, Olivia?”
Ucapan itu membuat keduanya menoleh, Yona berdiri di sana dengan tatapan tidak percaya. Antara dirinya yang mulai mempercayai ucapan Sisil bahwa ada arwah yang mengikutinya, ataukah memang otak dan matanya mulai bermasalah.
Namun mendengar pengakuan dari wanita itu membuat Yona paham benar, pendengaran dan penglihatannya tidak salah. Tapi, kenapa bisa orang yang sudah mati bisa kembali hidup? Dengan kehidupan, dan juga nama yang berbeda?
Apa yang semesta sembunyikan dari semua orang? Bagaimana bisa peristiwa seperti itu terjadi dalam dunia nyata? Rasanya, Yona ingin berlari dari sana, mengelak kenyataan apa yang baru saja dia dengar. Itu tidak mungkin!
--
Yona masuk ke dalam kamar medis yang ada di Rumah Kanker, kemudian wanita itu menutup pintunya kembali agar tidak ada seseorang yang akan mendengarkan pembicaraan mereka bertiga. Yona menatap Olivia, memandang wanita itu dengan seksama, meneliti setiap inchi wajah wanita yang namanya begitu sering para sahabatnya bicarakan ketika sedang berkumpul.
Niat Yona ingin mencari keberadaan Regan, namun malah satu rahasia yang kini dia temukan titik mulanya. Yona mendekati Olivia, menyentuh lengan wanita itu dengan tatapan tidak percaya.
“Kamu, benar-benar Olivia? Olivia-nya Rehan?” tanya Yona dengan suara yang serak, rasanya tenggorokan wanita itu tercekat tidak sanggup berkata-kata yang lebih panjang.
Olivia mengangguk, wanita itu menatap Yona dan Regan silih berganti.
“Wanita yang di hadapan kalian bukan lagi Olivia Dera Bellvaria, melainkan Livia Justavo. Kalian hanya perlu mengingat Olivia sebagai wanita yang telah meninggal, dan Livia sebagai istri dari Gustin Justavo,” jelas Olivia membuat mata Yona dan Regan terbelalak.
Apa yang tengah wanita itu bicarakan? Kenapa Olivia bisa berbicara seperti itu padahal semua orang begitu terpukul akan kematiannya meskipun pada aslinya wanita itu masih hidup dengan baik hingga sekarang.
“Apakah kamu tahu, ayah dan bundamu sangat terpukul karena kehilanganmu. Belum lagi Rehan, dia begitu hancur selama satu tahun lebih karena kematianmu Oliv,” ucap Regan dengan menatap Olivia yang kini berdiri di depannya.
Olivia bergeming, wanita itu diam membisu tidak tahu harus menjawab apa atas kalimat yang terucap dari mulut Regan. Olivia tidak memiliki alasan lain, wanita itu tidak kuasa untuk melawan hatinya. Olivia ingin kembali ke Indonesia bersama keluarganya ketika wanita itu telah mengingat kembali masa lalunya. Namun rupanya takdir tidak sebaik itu kepada dirinya, Melodi sudah terbiasa hidup bersama keluarganya, begitupun Rehan yang telah menaruh perasaan cinta kepada Melodi dengan seiringnya waktu.
Olivia bisa apa? Kalau pun dia kembali, apa yang akan dia dapatkan? Dia hanya akan memperkeruh suasana saja. Belum lagi ketika wanita itu berpikir untuk kembali, tanggal pernikahan Rehan dan juga Melodi telah ditetapkan. Tidakkah kalian tahu bagaimana perasaan Olivia saat itu?
“Bagaimana kamu bisa masih hidup hingga sekarang?” tanya Regan dengan aksen nadanya terdengar sangat dingin.
__ADS_1
Olivia menghela napasnya panjang, setelah itu dirinya menatap Regan dan Yona dengan seksama.
“Aku akan menceritakan semuanya,” ucap Olivia pada akhirnya.
Wanita itu menceritakan segalanya, tidak ada yang dia tutupi sama sekali. Bahkan sampai usahanya kembali ke Indonesia atas bantuan Nadia saat itu. Namun semua terlambat, perasaan cinta Rehan tidak lagi tertuju kepada dirinya, melainkan kepada Melodi.
Tidak ada yang bisa Olivia salahkan, waktu dan takdir bermain begitu lihai menguasai kehidupan Olivia. Dirinya sendiri tidak menyangka bisa tetap hidup hingga sekarang mengingat bagaimana detik terakhir yang dia habiskan dan rasakan kala itu sebelum dirinya tidak sadarkan diri selama dua tahun lamanya. Dan Gustin Justavo, lelaki itu nampaknya tidak menyerah untuk mencapai apa yang dia inginkan. Perasaan cintanya kepada Olivia, moment yang sering Gustin lewatkan bersama Olivia saat mereka menjalani pemeriksaan rupanya membuat Gustin Justavo tidak bisa menampik pesona wanita itu, meski kala itu wajah Olivia begitu sayu dan juga pucat.
Yona dan Regan mengerjapkan matanya mendengarkan apa yang Olivia jelaskan kepada dengan rinci.
“Jadi, Nadia tahu kamu masih hidup?” tanya Yona mencoba membuka suaranya yang terasa tercekat begitu mendengar penjelasan yang keluar dari mulut Olivia.
Olivia mengangguk, “Aku mengetahui kabar keluargaku dari Nadia, kamu sering berkomunikasi tanpa Gustin Justavo tahu,” ucap Olivia.
“Tidakkah kamu berpikir untuk memperkenalkan Gustin Justavo kepada keluargamu? Maksudku, pernikahan dan keluarga macam apa yang kini kalian bangun? Tanpa ada restu orang tuamu, tanpa ada bayangan keluargamu,” ucap Regan meminta jawaban dari Olivia.
“Memang terdengar sedikit egois, tapi rasanya biarkan apa yang sudah terjadi mereka yakini. Memijak kembali air keruh saat sudah mengendap, sama saja dengan memperkeruh suasana. Aku, belum sanggup menemui orang tuaku,” jawab Olivia dengan nada yang tercekat.
Yona menyentuh tangan lelakinya, mengelusnya perlahan mencoba meredakan amarah yang kini tengah memuncak.
"Regan, turunkan suaramu. Nanti ada orang luar yang mendengarnya," ucap Yona mencoba menenangkan Regan.
Lelaki itu menatap Olivia, "lalu langkah apa yang akan kamu ambil? Tetap berada di persembunyianmu?" Tanya Regan dengan menatap Olivia tajam.
"Tidak," jawab Olivia, "aku juga ingin kembali bersama dengan keluargaku, tapi aku punya seseorang yang mungkin akan kehilangan segalanya kepergianku Kak Regan," jelas Olivia yang tidak bisa berbuat banyak, tidak tahu harus mengatakan apa.
"Kamu bisa kembali, bawa Gustin bersamamu Liv. Orang tuamu pasti akan menerimanya, lagi pula kalian telah menikah," Ucap Yona memberikan penjelasan kepada Olivia.
"Yakinkah kalian, jika perasaan Rehan tidak akan berubah untuk Melodi setelah melihatku ada di depan matanya?" Tanya Olivia, meremas tangannya yang kini bergetar.
__ADS_1
Regan terdiam, sepertinya lelaki itu gamang. Tidak bisa meyakinkan dirinya akan jawaban apa yang akan dia dia ucapkan. Regan sendiri tidak yakin kalau Rehan sudah melupakan Olivia.
"Bagaimana kalau kamu hanya bertemu orang tuamu? Mereka pasti bisa menutupi kenyataan bahwa dirimu masih hidup, Liv," jelas Yona memberikan usulan.
"Kalian yakin?" Tanya Olivia memandang Yona dan Regan silih berganti.
Mereka berdua mengangguk, mereka akan meminta Nadia untuk bekerja sama dengan mereka nantinya.
"Tapi, apakah orang tuaku akan menerima Gustin? Lelaki yang telah menyembunyikan anaknya dari mereka?" Tanya Olivia sekali lagi.
Yona menatap Olivia, kemudian wanita itu mengangguk. Yon sendiri meyakini, bahwa cinta Olivia dan Gustin Justavo tidak akan lekang oleh waktu. Keduanya akan saling menguatkan satu sama lain, sampai sang maut memisahkan mereka.
"Cinta adalah dasarmu berjuang, kalau kalian sudah punya dasar berjuang, kalian tidak perlu menakutkan apapun lagi," jelas Yona meyakinkan Olivia untuk menjatuhkan pilihannya.
"Aku akan mencobanya," jawab Olivia, bersamaan dengan pelukan hangat yang Yona berikan kepada dirinya.
-
-
-
MAAFKAN BARU MUNCUL IYAAA, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN FOLLOW AKUN AUTHOR HEHEHE.
TIDAK LUPA JUGA AKU PROMOSIKAN LAPAK AKU DI DRE*AME MOHON TAP LOVES YA TEMAN-TEMAN.
NANTIKAN KELANJUTAN EPISODE-NYA, KARENA SCENE YANG KALIAN TUNGGU DAN KALIAN IDAM-IDAMKAN ADA DI SANA.
AUTHOR PASTIKAN, REGAN PULIH INGATANNYA JIKA LIKES TEMBUS 300 SAMPAI BESOK.
__ADS_1
OKE? SETUJU? DEAL! WKWKWKWKK.