
Shinta membantu Yona merapikan barang barangnya ke dalam tas besar, hari ini dokter sudah membolehkan Yona dan si kembar untuk pulang. Senyum cerah sudah membingkai wajah cantik Yona sejak tadi ia bangun dari tidur.
Yona sudah tidak sabar menggendong kedua bayinya, apalagi payudaranya seakan sesak tanda protes kenapa sang junior tidak menyapa mereka secara langsung, kenapa alat sialan itu yang malah memompa payudara agar keluar ASI. Dikarenakan pu*ting Yona yang tiba-tiba saja masuk ke dalam usai melahirkan, kedua bayinya harus menyusu lewat botol.
Hendra dan Shinta tersenyum, hari ini mereka sudah bernapas lega. Melihat senyum putrinya kembali merekah telah membuat keduanya turut bahagia, apalagi ditambah hadiah yang tak ternilai bagi mereka. Dua jagoan yang menambah ramainya keluarga mereka setelah Chiko yang telah beranjak bersama mereka yang telah menua.
"Di mana Regan, Mom? Apa dia tidak tahu jika aku dan twins akan pulang ke rumah?" tanya Yona celingukan mencari sosok Regan di sana.
Yona berkali kali menatap pintu ruang inapnya, berharap sang suami akan menjemputnya seperti dalam kisah novel yang romantic. Namun nihil bagi Yona, suaminya terlalu bodoh amat untuk berbuat seperti itu. Mungkin jika setelah masa nifasnya telah berakhir dia akan menyuruh Regan bercinta dengan laptop dan kuisnya.
Lihat saja nanti, Yona akan membalas kekejaman Regan kepada dirinya.
"Suamimu kan banyak kerjaan di kampus Sayang, apalagi dia kan sudah jadi Kaprogdi. Regan juga tiga ini sudah izin untuk nemenin kamu dan anak-anak di sini," ucap Shinta mencoba menjelaskan kepada Yona.
Yona hanya mendengus kesal.
"Tapi-" ucapnya terhenti karena sebuah ketukan pintu di luar ruang rawatnya.
Dokter kandungan yang beberapa ini menanganinya masuk dengan senyum manis di wajah cantiknya yang tidak tergerus oleh usia.
"Bagaimana kabarmu Nyonya Louis?" tanya Dokter Nabila kepada Yona.
"Syukurlah semakin baik Dok, lebih baik lagi jika aku segera diperbolehkan pulang sekarang juga," jawab Yona menyindir Dokter Nabila.
Dokter Nabila hanya terkekeh mendengar ucapan Yona, terlihat jelas betapa suramnya wajah Yona karena beberapa hari berada di ruangan bernuansa putih itu.
"Rupanya ibu muda ini tidak sabar untuk pulang" kekehnya, lalu melanjutkan kalimatnya, "saya periksa dulu, setelah ini tunggu Dokter Mawar selaku spesialis anak memberikan izin juga untuk kepulangan Anda dan si kembar," jelas Dokter Nabila mulai melakukan pengecekan kepada Yona.
"Tujuh hari lagi silahkan datang untuk periksa lanjutan usai melahirkan, jahitannya juga sudah mulai mengering," tutur Dokter Nabila.
Baru kali ini Yona mengalami fase melahirkan, wanita itu juga menikmati rasanya pusat kewanitaan miliknya diacak-acak jarum dan juga benang jahit. Astaga, membayangkannya saja membuat Yona merinding tidak karuan rasanya.
Di rumah keluarga William, para ISCAN (Istri Cantik) dan SUTAIS (Suami Takut Istri) ditemani Bunda Lili dan Ayah Septian sudah sibuk menyiapkan acara penyambutan untuk kepulangan Yona dan twin boys yang masih dirahasiakan namanya.
Mereka nampak sibuk dengan persiapan yang sudah mereka rencanakan matang-matang.
"Eh Bunda dapet pesan nih dari Mommy Shinta, katanya mereka sudah dalam perjalanan pulang," ucap Lili yang baru memasuki kamar twin boys membawa berita untuk para orang dewasa di sana.
__ADS_1
Mereka terlihat sibuk mendekorasi kamar si kembar yang sebelumnya hanya dijadikan kamar tempat menyimpan hadiah untuk si kembar.
"Ini sudah selesai kok Tan," jawab Melodi diangguki mereka semua.
Lili lalu mengecek semua perabotan yang ada di kamar itu, merasa sudah ready dia tersenyum puas. Ini akan menjadi pesta penyambutan yang sangat membahagiakan bagi Yona, menantu kesayangannya tentu saja. Bahkan rasa cinta dan sayang Lili kepada Regan, dikalahkan oleh rasa cinta dan sayangnya kepada Yona.
"Ya sudah ayo kita ke bawah, takutnya ini anak-anak malah ngacauin dekor kamar baby twin," ucap Lili sambil menggendong Ail yang sedang merangkak mengambil mainan.
Mereka lalu mengangguk dan menggendong anak masing masing kelantai bawah. Regan mengambil sebuah papan nama yang dia sembunyikan di lemari berwarna abu-abu putih yang berada di kamar baby boys.
Dia menyunggingkan senyumnya dan berjalan keluar untuk memasang papan nama itu di depan pintu kamar baby twin.
"Perfect," gumamnya tersenyum bangga.
Dia berlari kecil saat mendengar suara bel rumahnya berbunyi.
"Itu mereka udah datang," pekik Sisil dengan mata berbinar bahagia. Di tangan kanannya, Sisil menggandeng Zio.
Mereka semua bersembunyi dibalik dinding, Septian dan Lili berjalan membuka pintu.
Dia lalu mencium si kecil dan memeluk Yona, pandangan Lili jatuh pada si kakak yang digendong Shinta.
"Ini dia si sulung," ucap Lili sambil mencium si kakak yang terlihat lebih gempal pipinya dari si kecil.
Septian lalu merangkul Hendra ala ala anak muda.
"Kita jadi kakek, Brohh," ucap Septian terkekeh bersamaan dengan Hendra.
Lili lalu menggandeng Yona memasuki rumah, Yona melihat ke sekeliling yang terlihat sunyi dan sepi. Raut wajahnya berubah, padahal dalam bayangannya dia akan disambut meriah oleh suami dan teman-temannya.
"Regan mana Bun?" tanya Yona sekali lagi mencari keberadaan suaminya.
Lili memasang wajah sedihnya.
"Maafkan anak Bunda ya Yona, dia itu profesional sih sampe istri dan anak-anaknya pulang aja enggak dijemput," lirih Lili membuat Yona merasa tidak enak.
Tiba tiba suara terompet pesta membuat Yona tersentak, untung saja dia tidak sedang menggendong kedua anaknya.
__ADS_1
"Welcome Twin and Mommyyyyy," teriak mereka semua.
Ada yang meniup terompet, ada yang meletuskan balon hingga kertas-kertas kecil itu melayang-layang menambah keriuhan suasana itu.
Regan merentangkan tangannya dan memeluk Yona.
"Welcome back Mommy and baby boys" ucap Regan mencium puncak kepala Yona.
Yona tersenyum, ternyata apa yang ada di pikirannya salah. Ini malah lebih romantia dari novel yang pernah dia baca.
"Kamu jahat, aku kira kamu lupain kami sampai enggak jemput di rumah sakit," ucap Yona mencebikkan bibirnya.
Regan mengacak rambut Yona dan memeluknya dengan erat.
"Aku punya kejutan untuk kamu dan jagoan-jagoan kita," kata Regan dengan senyum mengembang.
Regan memberi kode untuk mereka menjaga si kembar, dia menggandeng Yona menuju lantai atas diikuti keluarga yang lain di belakangnya. Regan menutup mata Yona hingga sampai di depan pintu kamar bayi kembar mereka.
"Surprise," pekik Regan membuka mata Yona.
Yona meneteskan matanya saat dilihatnya nama yang sudah mereka siapkan terukir dipapan nama lucu itu, sedangkan yang lain menatap papan nama itu penasaran. Kapan Regan memasang dan menyiapkannya, bukankah Regan ada di rumah salit sejak kemaren.
Reon William Louis, dan Yoan William Louis. Dua jagoan yang telah dipatenkan namanya. Dua penenang hati orang tuanya kelak.
"Ayo kita lihat dalamnya," ajak Regan membuka pintu kamar itu.
Mata Yona terbelalak, ini adalah dekorasi kamar baby yang sangat dia idam-idamkan dengan cat warna keabu-abuan yang mewakili jiwa laki laki jagoan-jagoan mereka.
"Kalian menyiapkan ini untuk Reon dan Yoan?" tanya Yona menatap haru Regan dan sahabat sahabatnya yang tersenyum ke arah Yona.
"Iya Sayang, maaf tidak menjemput kalian tadi," ucap Regan dengan menggenggam tangan Yona.
Yona memeluk Regan, tidak bisa menahan harunya lagi.
"Uuuuuu My Sweet Dosen," kekeh semua orang melihat kebahagiaan pasangan Regan dan Yona.
Bukankah pasti ada terang setelah gelap? Kebahagiaan, selamat datang ....
__ADS_1