
-
“Korea Utaraa?” pekik Regan yang terkejut.
Livia dan Dokter Gustin Justavo terkekeh melihat ekspresi wajah Regan yang sangat lucu bagi mereka. Ternyata ada juga orang-orang sepolos Regan di usianya sekarang.
“Dia itu tokoh utama drama Korea, Crash Landing On You judul dramanya,” jawab Yona di belakang mereka membuat ketiga orang itu menoleh.
Tokoh utama dalam drama dan disandingkan dengan diri Regan yang ada di dunia nyata?
“Selamat, kamu berhasil mengeprank diriku,” jawab Regan membuat semua orang terkekeh melihat wajah pias Regan saat ini.
-
Yona terkekeh, wanita itu bahkan sampai mengeluarkan air mata di sudut matanya karena merasa geli melihat wajah Regan saat ini. Lelaki itu terlihat begitu malu karena telah salah menaruh cemburu kepada seseorang. Ya kali, masa Regan mau cemburu dengan seorang Kapten yang hanya ada sosoknya dalam drama Korea?
Regan mencebikkan bibirnya kesal, kini semua orang nampak begitu bahagia bisa membuat Regan terbakar api cemburu oleh seorang lelaki. Sayangnya, lelaki itu hanya lelaki fiksi yang tidak nyata dalam dunia ini.
“Jadi kamu menyamakanku dengan lelaki dalam dunia drama Korea? Astaga, kamu benar-benar sukses membuatku kesal Yona,” ucap Regan menatap Yona dengan tatapan matanya kesal.
Bayangkan saja, Regan sudah kalang kabut dan meminta keempat temannya mencari sosok Kapten Ri di Indonesia dan beberapa negara jangkauan mereka. Dan ternyata, Kapten Ri hanya ada di dalam drama Korea berjudul Crash Landing On You.
Drama yang sempat viral dan hits dalam sebulan belakangan ini karena ekting dari pemainnya yang sangat epic dan bagus. Latar shooting yang dibuat seolah-olah bahwa mereka benar-benar di Korea Utara membuat para penonton semakin jatuh hati dengan kepiawaian produser dan tim dalam menggarap drama itu. Belum lagi, para pemainnya yang merupakan aktris dan actor yang telah lama bergelut dalam industry drama dan tentunya tidak bisa lagi diremehkan kualitas ektingnya.
Yona tertawa, wanita itu menghampiri Regan dan bergelayut manja di lengan lelaki itu.
“Maafkan aku, sungguh aku tidak tahu kamu benar-benar tidak mengenal Kapten Ri. Namanya itu Ri Jung Hyuk, Kapten Ri. Kalau nama lengkapnya sih Kim Hyun Bin, dia benar-benar tampan meskipun usianya sudah memasuki tiga puluh delapan tahun,” jelas Yona kepada Regan.
“Aku juga tampan nantinya di usia segitu,” jawab Regan dengan percaya dirinya membuat Livia dan Dokter Gustin Justavo terkekeh geli mendnegar ucapan Regan.
Kalau Yona sudah terbiasa mendengar Regan mengucapkan hal-hal aneh seperti itu, tapi kalau Livia dan Dokter Gustin kan baru bertemu Regan dan baru mengenalnya. Jadi tentu saja mereka berdua merasa terhibur dengan tingkah Regan saat ini.
“Kalau kamu pasti akan selalu tampan, tapi di mata Yona. Iya kan Yona?” tanya Livia menggoda Yona.
Yona mengangguk, “tentu saja, dia kan yang paling tampan menurutku,” kekeh Yona membuat Regan mengulum senyumnya karena bahagia mendengar ucapan Yona yang sangat menyejukkan hatinya saat ini. “Tapi boong sih, nggak seriusan,” lanjut Yona membuat senyuman di wajah Regan seketika.
Yona tertawa, detik selanjutnya Yona langsung memeluk Regan dengan erat.
“Maafkan aku, aku tidak sengaja membuatku cemburu. Seriusan tapi, aku memang berharap bertemu dengan Kim Hyun Bin si Kapten Ri meskipun dalam mimpiku,” ucap Yona menyuarakan perasaannya.
Yah, yang namanya fans tentu saja ingin bertemu dengan idolanya. Bertatap muka dengan sang idola yang sangat dia gandrungi, apalagi kalau bisa berfoto bersama dengan idolanya tentu saja itu akan menjadi hal yang sangat membahagiakan bagi Yona sendiri. Seperti halnya fans-fans Yona yang begitu antusias ketika foto bersama dengan sang model, Yona juga sama antusiasnya jika dipertemukan dengan Kapten Ri Jung Hyuk. Ah, Yona rasanya sangat tidak sabar untuk bisa bertemu sang idol, meskipun Yona harus merogoh kocek yang dalam Yona tetap akan melakukannya. Demi Kapten Ri Jung Hyuk tentu saja.
“Ya ampun, wanita macam apa kamu ini yang mengagumi para lelaki tampan! Bagaimana kalau nanti wajahku tidak setampan sekarang hah? Kamu pasti akan meninggalkanku untuk lelaki yang lebih tampan dariku,” ucap Regan menahan kekesalan di dalam dirinya.
Yona mencubit kedua pipi Regan dengan gemas, “aku tidak akan meninggalkanmu untuk lelaki yang lebih tampan darimu, tapi aku akan meninggalkanmu jika Kapten Ri melamarku,” jawab Yona membuat mata Regan membulat sempurna.
“Sepertinya kamu agak tidak waras,” ucap Regan mencebik kesal.
Yona semakin terkekeh, disusul kekehan geli dari Livia Justavo dan Dokter Gustin Justavo.
Ponsel Regan kembali berdering, kali ini bukan panggilan telepon dari Regan, tapi panggilan video dari Fernando.
“Kenapa Fernando sampai video call kamu?” tanya Yona memicingkan matanya curiga.
“Sepertinya lelakimu cemburu buta sampai meminta teman-temannya mencari Kapten Ri Jung Hyuk. Biarkan saja Regan ditembak oleh Pyi Chu Su,” ucap Livia membuat Regan menatapnya bingung.
“Siapa lagi si pie susu itu?” tanya Regan tidak mampu menahan kekesalannya.
“Pyi Chu Su, bukan pie susu!” jawab Yona mengoreksi.
Livia tertawa, “anak buah Kapten Ri Jung Hyuk,” jawab Livia membuat Regan dan Dokter Gustin Justavo memutar bola mata mereka jengah.
Bisa-bisanya para wanita sampai hafal segala hal yang ada di drama. Rupanya benar kata psikolog yang pernah bilang kalau memori wanita itu sangat kuat. Para lelaki melakukan kesalahan pada tanggal 18 Juni 2019 saja akan dibahas lagi pada tanggal 29 Februari 2020. Maka dari, para lelaki janganlah berani bermain-main dengan wanita.
Regan segera menjawab panggilan video dari Fernando, kening Regan menyerngit saat lelaki itu melihat lambang BIN atau Badan Intelegen Negara di belakang lelaki itu.
“Bro, sambungannya lancar jaya kan?” tanya Fernando di sana.
__ADS_1
“Iya, ada apa?” tanya Regan balik.
“Ini gue sama Nata datang ke Badan Intelegen Negara, mau cari tahu siapa itu Kapten Ri,” jawab Fernando membuat Regan, Yona, Livia dan Dokter Gustin Justavo membelalakkan matanya.
“Apa? Kamu sampai ke Badan Intelegen Negara untuk mencari Kapten Ri?” pekik Yona menatap Regan dan sosok Fernando di layar ponsel Regan dengan terkejut.
Fernando mengangguk, “tadi Regan yang minta kita cari tahu siapa itu Kapten Ri, kamu tidak sedang berselingkuh dari temanku kan Yona?” tanya Fernando memicingkan matanya.
“Selingkuh apanya? Lebih baik kalian berdua segera pergi dari Badan Intelegen Negara sebelum kalian sendiri yang diselidiki karena memberikan pekerjaan mereka akan sosok yang tidak nyata. Sampai tahun berganti kalian tidak akan menemukan Kapten Ri, jadi pergilah dari sana sekarang juga,” jelas Yona membuat Fernando menyerngit bingung.
“Yona, kamu tidak memiliki kelainan menciptakan sosok fantasi dalam pikiranmu kan? Astaga, cobaan apa lagi yang menimpa kalian?” ucap Fernando setengah berteriak karena tidak menyangka Yona sampai segila itu memikirkan Regan yang belum juga menunjukkan kemajuan dalam kesehatannya.
Yona memutar bola matanya, “dengarkan aku baik-baik, Kapten Ri itu tokoh dalam drama Korea, jadi kalian berdua cepat pergi dari sana!” jawab Yona sampai merebut ponsel Regan dan memegangnya sendiri saking tidak sabarannya.
Fernando membelalakkan matanya, lelaki itu menganga tidak percaya dengan apa yang kini tengah dia dengar dari mulut Yona. Kapten Ri hanya tokoh dalam drama Korea saja? Astaga, kenapa juga dia sampai datang ke Badan Intelejen Negara untuk mencari tahu siapa sosok lelaki itu atas perintah Regan.
“Regann!! Kalau kamu mau membucin, membucin aja sendirian! Jangan ajak kami menggila bersamamu!” ucap Fernando penuh penekanan saking kesalnya dengan kelakuan Regan.
“Hah, Regan gila kenapa? Dia nggak berpikir bunuh diri kan?” tanya Nata yang tiba-tiba duduk di samping Fernando setelah berbicara dengan salah satu anggota dari Badan Intelejen Negara.
“Kapten Ri itu tokoh drama Korea, Regan memang sialan,” jawab Fernando membuat Nata membelalakkan matanya.
Nata langsung mengambil ponsel Fernando, lelaki itu menatap layar ponsel yang menampakkan Yona di sana.
“Mana cecunguk itu? Berani-beraninya dia ngerjain semua orang!” tanya Nata membuat Yona tidak bisa menahan kekehannya.
Yona langsung memeberikan ponsel Regan kepada yang punya, saat itu juga Nata dan Fernando sama-sama melihat sosok Olivia di belakang Regan dan Yona.
“Aku tidak salah lihat kan?” tanya Nata menatap Fernando.
“Apa? Aku sendiri tidak tahu siapa itu Kapten Ri. Pulang sana, nanti kalian malah ditangkap anggota Badan Intelejen Negara,” ucap Regan meminta Nata dan Fernando segera meninggalkan kantor Badan Intelegen Negara.
“Benar, aku juga melihatnya,” jawab Fernando tanpa berkedip.
Regan mendengus, “kalian juga melihat Kapten Ri? Jadi kalian pecinta drama Korea juga?” tanya Regan menatap Fernando dan Nata dengan mata curiga.
Fernando langsung menatap Nata dengan mata melebar, “itu tadi?” tanya Fernando masih berada di ambang keterkejutannya.
Nata mengangguk, “aku juga melihatnya, sangat nyata. Seperti saat pernikahan Rehan dan Melodi, astagaaa apakah Olivia jadi arwah penasaran karena ditinggal menikah Rehan?” pekik Nata tidak bisa menutupi keterkejutannya.
Sedangkan di sisi lain, Regan menatap Yona dengan menunduk malu.
“Kamu sampai meminta teman-temanmu menyelidiki Kapten Ri Jung Hyuk? Regan kamu ini kurang hiburan drama Korea tahu tidak!” kesal Yona sampai geregetan sendiri menatap Regan.
“Udah ajak aja Regan menonton dramanya Kapten Ri, biar Regan tahu apa isinya. Siapa tahu Regan bisa mengikuti kejantanan Kapten Ri seperti di dalam drama Crash Landing On You,” kekeh Livia memberikan usul yang menggelikan.
Lelaki itu bergidik ngeri, bisa jatuh citranya sebagai lelaki tangguh jika menonton drama Korea yang kebanyakan hanya berisi percintaan lebay yang sangat tidak masuk akal.
“Tidak, tidak, aku sudah tahu siapa itu Kapten Ri. Kamu tidak usah mengajakku menonton drama Korea yang dibintangi jubin-jubin itu,” jawab Regan bergidik ngeri, membayangkan dirinya akan menemani Yona menonton Kapten Ri yang sudah membuatnya kesal setenagh mati.
“Jubin apanya? Kim Hyun Bin, Regan!” ucap Yona mengoreksi ucapan Regan yang salah menyebutkan nama sang idola yang sangat dia gandrungi.
“Iya, pokoknya aku tidak mau kamu ajak nonton drama Kore itu,” ucap Regan menolak tegas ajakan Yona untuk menonton drama Korea yang wanita itu sukai.
Livia terkekeh, “sudah sana, ayo kita nonton drama Korea masal,” ucap Livia membuat Dokter Gustin Justavo ikut menatap istrinya penuh tanda tanya.
“Nonton drama Korea masal? Siapa saja? “ tanya Dokter Gustin Justavo.
“Kita berempat,” jawab Livia menaikkan satu alisnya dengan senyuman menggemaskan.
“Aku juga? Ah tidak tidak, aku harus mengecek perkembangan pasien yang rekam medisnya sudah di kirimkan ke emailku,” elak Dokter Gustin Justavo karena tidak ingin diajak nonton drama Korea bersama-sama.
Bukannya tidak suka atau apa, hanya saja Dokter Gustin Justavo merasa malas mendampingi istrinya yang tingkat kebucinannya melebihi standart rata-rata. Wanita itu pasti akan menangis jika ada scene yang menurut Dokter Gustin Justavo sendiri tidak perlu untuk ditangisi. Dan anehnya lagi, meskipun sudah menangis seperti itu, Livia masih suka memutar ulang drama sad yang pernah dia tonton sebelumnya.
Ckckck, Dokter Gustin sungguh tidak mengerti bagaimana jalan pikiran istrinya dan para wanita yang menggilai drama Korea.
“Ayo masuk ke dalam,” ucap Livia menarik tangan suaminya untuk mengikuti langkahnya.
__ADS_1
Disusul oleh Yona yang menarik tangan Regan untuk mengikuti dirinya menyusul pasangan Livia Justavo dengan Gustin Justavo.
“Yona, serius aku tidak berniat menontonnya,” ucap Regan dengan wajah memelas agar Yona mau melepaskan tarikan tangannya.
“Ya sudah kalau kamu tidak niat menontonnya kamu cukup duduk dengan baik dan tenang, menemani kita nonton drama Korea sebagai lelaki yang sangat pengertian dengan wanitanya,” ucap Yona menjawab ucapan dari Regan.
Regan menghela napasnya panjang, percuma juga jika dirinya harus mengelak apa yang para wanita mau. Tidak mungkin juga para lelaki bisa menang melawan kedua wanita itu jika sudah mengutarakan niat keinginannya.
“Baiklah aku mengalah saja,” ucap Regan tidak lagi menolak ajakan Yona.
Begitu juga dengan Dokter Gustin Justavo, lelaki itu kini duduk di sofa panjang yang menghadap ke arah layar televisi LED berukuran besar.
“Mulai episode pertama ya,” ucap Livia memasukkan flashdisk ke bagian layar televisi.
“Memangnya ada berapa episode?” tanya Dokter Gustin Justavo.
“Ada enam belas kayaknya, iya kah Yona?” ucap Livia memastikan.
Yona mengangguk, “iya ada enam belas episode. Kalian tenang saja dipastikan akan sangat seru dan menegangkan,” ucap Yona antusias.
Regan mendengus, “memangnya ada horornya sampai menegangkan?” tanya Regan penasaran.
“Bukan, si wanitanya itu jatuh ke Korea Utara. Siapapun pasti tegang kalau mengalami kejadian yang dialami Yon Se Ri,” ucap Yona menjelaskan.
“Kenapa juga bisa jatuh ke Korea Utara? Naik pesawat?”
Yona menatap Regan dengan tajam, “ini namanya spoiler, kamu harusnya menontonnya sendiri,” ucap Yona ketika layar telivisi sudah menampakkan adegan dari drama Korea berjudul Crash Landing On You yang dimainkan oleh actor Kim Hyun Bin sebagai Kapten Ri Jung Hyuk dan Seo Yo Jin sebagai Yon Se Ri.
Kisah berawal ketika Yon Se Ri akan meluncurkan desain terbaru baju olahraga dari Se Ri Chooise, wanita itu menjajal pakaian itu dengan menaiki paralayang. Tiba-tiba angin topan menerapa wanita itu dan cameramen yang bertugas merekamnya di udara.
Yon Se Ri jatuh tidak sadarkan diri di Korea Utara, ketika terbangun wanita itu sudah berada di atas pepohonan rindang bak kebun binatang. Wanita itu frustasi, walkie talkie miliknya juga tidak berfungsi di sana. Dari itulah awal pertemuan antara Kapten Rid an Yon Se Ri sang millionary dari Korea Selatan.
“Mana bisa terbawa angin topan sampai ke Korea Utara masih hidup,” ucap Dokter Gustin Justavo membicarakan tentang analisisnya dari dunia kedokteran.
“Diam!” ucap Livia dan Yona bersama-sama dengan kompaknya.
Regan menepuk bahu Dokter Gustin Justavo, “ingat kedua pasal yang dimiliki wanita kan? Kita harus sabar,” ucap Regan menepuk pelan bahu dari suami Livia.
- BERSAMBUNG
-
-
GAISSS, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN FOLLOW YAAA
KALIAN KENAPA JAHAT SEKALI DENGANKU, AKU CRAZY UP MALAH YANG KALIAN LIKE DAN KOMEN HANYA BAB AKHIRAN SAJA.
HARGAILAH DIRIKU INI YANG TIDAK PERNAH KALIAN LIHAT SECARA NYATA, AUTHOR YANG RELA MENGURANGI JAM TIDURNYA UNTUK MEMBERIKAN KALIAN UPDATE’AN SECARA RUTIN. HIKSSS SEDIH AKUTUU WKWKWWKK.
OH YA, JANGAN LUPA KE DRE*AME LOH YA. TAP LOVES KETIGA CERITAKU DI SANA JUGA :*
(SPOILER MY HOPE SEASON 1)
Dering telepon apartemen membuat tiga orang yang berada di ruang tamu tersentak. Valeria berjalan menuju telepon, dengan malas dia mengangkatnya.
"Hallo?" sapa Valeria kepada si penelepon yang benar-benar tidak tahu situasinya saat ini.
"Bagaimana sayang? Kamu sudah mendapatkan uangmu ?" Tanya seseorang di sana dengan nada mengejek.
Sialan! Dari mana lelaki itu mendapatkan nomornya?
"Kamu!!! Ngapain nelpon-nelpon segala? Kok bisa tahu nomor telepon apartemenku? Kamu pengun-,"
"Stop stop! Kamu berisik sekali sayang. Sepertinya akan menyenangkan jika kita jadi partner di ranjang, hemm."
Hah partner di ranjang? Sepertinya lelaki itu butuh tinjuan di kepalanya agar segera bangun dari kenyataan.
__ADS_1