My Sweet Dosen

My Sweet Dosen
Wanita Rambut Coklat Terang


__ADS_3

Port Miami, Miami, Florida 33132, Amerika Serikat



Terlihat ramai lalu lalang para penumpang kapal yang baru saja kembali maupun akan berangkat berkeliling dengan kapal pesiar. Pelabuhan Miami merupakan terminal kapal yang terdaftar sebagai pelabuhan paling sibuk di dunia karena banyaknya kapal pesiar yang berangkat dan mendarat di sana.


Meskipun pendapatan negaranya cukup tinggi, menurut beberapa sumber Miami adalah kota yang menyengsarakan di Amerika. Tingginya kesenjangan pendapatan masyarakat di Miami menjadi salah satu faktornya. Tidak hanya itu, tingginya angka kejahatan di Kota Miami mau tidak mau membuat para wisatawan asing harus lebih berhati-hati di Kota itu.


Kendati demikian, Miami merupakan Negara yang memiliki keindahan alam luar biasa menakjubkan dan layak menjadi rekomendasi tempat wisata yang baik. Hangatnya sinar matahari, pasir pantai yang sangat putih bersih, birunya air laut kehijauan yang bening dan bangunan mewah di sana membuat Kota Miami menjadi sangat menawan.


"Selamat menikmati perjalanan Anda, Mr. Louis dan Miss William,“ ucap Andreas saat mengantarkan Regan dan Yona di pelabuhan yang akan membawa mereka untuk berkeliling benua Amerika selama 6 hari 5 malam.


Tour yang ditawarkan kapal pesiar beraneka ragam, ada yang 30 hari sampai 45 hari, tapi untuk paket harian juga bisa tergantung pilihan apa yang akan dipilih para penumpang.


“Terimakasih sudah mengantarkan kami,“ kata Regan dengan tulus.


Andreas tersenyum dan berpamitan kepada mereka berdua untuk kembali ke hotel setelah memberikan arahan kepada Regan dan Yona saat akan melakukan check in kapal pesiar.


“Kita tidak akan satu kamar lagi kan?” tanya Yona menatap Regan dengan memicingkan matanya curiga.


Semalaman Yona dan Regan saling berebut tempat tidur meskipun berakhir dengan pembagian kekuasaan wilayah tempat tidur.


“Salahkan saja daddymu, dia yang memesan kamar,“ keluh Regan tidak terima saat Yona menyalahkan dirinya.


“Suka mencari alasan!“ jawab Yona memutar bola matanya kesal.

__ADS_1


Wanita itu berjalan lebih dahulu, meninggalkan Regan di belakangnya dengan dua koper besar ditangan lelaki itu. Lebih tepatnya satu koper besar dan satu koper super besar milik Yona yang entah apa isinya. Yona semalaman mengajak Regan berkeliling pusat perbelanjaan di Miami untuk membeli baju baru yang pantas dia kenakan saat berlibur selama enam hari.


Tidak lupa juga, Yona sudah menyiapkan satu gaun untuk acara special tahun baru di kapal pesiar yang akan diadakan dengan pesta glamour yang mengharuskan para penumpang untuk memakai pakaian yang formal.


“Ck, aku seperti asisten pribadinya,“ cibir Regan menatap dua koper yang dibawanya dengan tatapan nyalang.


Mereka berdua menuju terminal keberangkatan di port untuk mendapatkan boarding pass dan luggage tag dari agen travel. Setelah melakukan berbagai tahapan, mereka diberikan Sea Pass Card yang nantinya akan digunakan untuk keluar masuk kapal, sebagai kunci kamar maupun sebagai alat pembayaran di kapal.


Seusai antre di bagian imigrasi, mereka berdua langsung dipersilahkan untuk masuk ke dalam kapal pesiar tanpa mempermasalahkan koper mereka karena sudah diatur oleh bag drop yang akan mengantarkan koper mereka dengan aman di kamar kapal pesiar mereka.



“Regann, ini pertama kalinya aku naik kapal pesiar sungguhan. Biasanya aku hanya akan mengadakan pemotretan saja saat kapal pesiarnya menepi,“ ucap Yona dengan mata berbinar.


“Katakan saja kamu model internasional yang udik!“ cibir Regan membuat Yona memukul punggungnya.


“Pernah lah,“ jawab Regan dengan tampang mengejeknya menatap Yona.


“Kapan?” tanya Yona tidak percaya dengan ucapan Regan.


“Kapan ya, aku lupa soalnya dalam mimpi,” jawab Regan berlalu meninggalkan Yona di belakangnya yang terbelalak mendengar jawaban lelaki itu.


Dalam mimpi katanya?


“Tunggu akuu!“ teriak Yona berlari menyusul Regan di depannya.

__ADS_1


Regan mengamati interior di dalam kapal pesiar itu, pantas saja tiketnya seharga mobil BMW. Kapal itu benar-benar mewah dan juga sangat besar.


“Regan, bisa foto aku di sini?” pintanya kepada Regan yang kini membawa kamera yang dikalungkan di lehernya.


Regan mengangguk mengikuti kemauan Yona, lelaki itu menjepret wanita itu dengan berbagai gaya. Background dinding mewah membuat foto Yona terlihat sangat luar biasa.


“Bagaimana?” tanya Yona berjalan menuju Regan.


Regan membuka hasil jepretannya, menunjukkannya pada Yona.


“Cantik sekali,“ puji Regan tersenyum membuat Yona tersenyum.


“Benarkah? Kamu baru sadar aku cantik?” tanya Yona.


Lelaki itu menggelengkan kepalanya.


“Bukan kamu, wanita ini,“ tunjuk Regan kepada wanita dibelakang Yona yang tadi sempat berada satu frame dengan Yona.


Wanita berambut coklat terang dengan pakaian minim, begitukah definisi cantik menurut Regan.


“Kamu memuji wanita lain di depanku?” ucap Yona menatap Regan dengan tatapan ‘kamu serius’!!!!!!!!


---


Fashion Regan dan Yona keberangkatan

__ADS_1



__ADS_2