
AUTHORNYA GILAAA!!! 😖😖😖
Masih pagi udah update 9 bab ....
Btw, lebih enak mana, update 9 bab langsung sekali atau dipotong tiga kali sehari?
Cuz ....
💃💃💃
Rupanya kehidupan tidak seindah komik Mangatoon atau drama China saja. Tidak selalu pernikahan kontrak berakhir menjadi cinta. Jika cinta tidak ada, pada akhirnya hanya menyisakan perpisahan dan kecewa.
“Lalu, bagaimana kalau saya tidak mau memaafkan Anda?” tanya Satria.
“Itu terserah kamu,” ujar Bara pasrah.
“Kalau dulu, aku akan berusaha terus untuk mendapatkan maafmu. Tapi, sekarang aku akan menyerah. Aku tahu kalau kamu harus melupakan dan mendapat kebahagiaanmu sendiri. Dengan aku terus mengusikmu, sama saja dengan aku mengingatkanmu pada waktu yang telah melukaimu,” jelas Bara.
Untuk beberapa saat, hati Satria merasa terenyuh. Hampi saja dia terhanyut. Akan tetapi, tidak, Satria. Kamu harus memikirkan tentang luka hatimu yang kerap mendera selama bertahun-tahun ini. Mengingat perjuanganmu tumbuh sendiri, sejak kematian ibumu. Hanya dengan kata maaf, masa kecilmu yang penuh kesuraman tidak akan menjadi kebahagiaan dalam ingatan.
“Lalu bagaimana kabar Anda dan perempuan itu setelahnya?” Ini adalah pertanyaan yang paling membuat Satria penasaran selama ini. “Sebenarnya saya tidak pernah memerhatikan Anda. Tapi, sepertinya saya tidak pernah melihat perempuan mana pun selain Zeo di sisi Anda selama ini.”
“Sebenarnya hubungan kami tidak berlangsung lama,” aku Bara.
__ADS_1
“Dia adalah perempuan yang buruk. Aku begitu mencintainya sampai mau menerima dia apa adanya. Tapi, aku salah. Rupanya aku tidak bisa bertahan bersamanya untuk waktu yang lebih lama. Setelah kami memutuskan berpisah, aku pun mulai hidup dalam dunia kegelapan. Itu adalah titik terendah dalam hidupku. Saat aku malah dihancurkan oleh hatiku sendiri tanpa ada dinding yang dapat kusandari,” ujar Bara.
Satria hanya diam. Dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Seluruh pertanyaan yang selalu dia simpan selama ini, kini telah terjawabkan. Pikirannya telah kosong. Tidak ada lagi yang mengisinya selain dua pilihan yang akan dia putuskan.
“Lalu Zeo ….”
Akhirnya pikiran Satria tersadarkan karena ucapan Bara baru saja.
“Ada apa?” tanya Satria.
“Di mana Zeo? Aku tahu kalau kamu tahu di mana keberadaannya sekarang,” timpal Bara.
“Kalau saya tahu di mana keberadaan Zeo, memangnya apa yang mau Anda lakukan?” tanya Satria.
Satria diam sebentar. Menimang keputusan yang akan dia pilih. Setelah beberapa saat, akhirnya Satria mengembuskan napasnya. Dia telah menemukan keputusannya.
“Dia ada di sini … di rumah ini …,” ujar Satria mengaku.
Bara tidak terkejut. Dia bisa menduga itu. Memangnya berapa banyak orang terdekat yang Zeo miliki?
“Bisakah aku bertemu dengannya sekarang?” tanya Bara.
Satria pun bangun. “Ikut aku kalau begitu,” tuturnya.
__ADS_1
Bara pun bangun. Dia mulai mengikuti langkah Satria. Mereka masuk ke dalam rumah. Untuk pertama kalinya Bara bisa menginjakkan kakinya di atas lantai rumah ini setelah bertahun-tahun. Biasanya dia hanya bisa sampai di halaman depan rumah saja.
Satria menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu kamar. Sedangkan Bara menghentikan langkahnya sedikit menjauh dari Satria. Berusaha menyembunyikan diri lebih dahulu.
Meski sempat menjadi trauma, Satria mengulangi perilaku buruknya. Dia membuka pintu itu tanpa mengetuk lebih dulu sehingga membuat penghuni kamar itu sama-sama terperanjat. Tidak memiliki waktu untuk menyembunyikan diri, bahkan untuk bersiap.
Mati aku! Begitulah isi hati Zeo saat kedua bola matanya saling beradu dengan tatapan Satria.
.
.
.
.
Terima kasih banget buat kalian yang setia nunggu cerita ini, apalagi sampai mau tinggalin jempol, komen, ama poin ....
Kalian benar-benar berharga bagiku 😘😘😘
Kapan-kapan baca ceritaku yang lain, kuy! Kebetulan ceritaku udah numpuk di MT. dan buat kalian yang punya aku WP, mampirlah ke akunku @penggemarfanatik
Terima kasih 🤗🤗
__ADS_1