
Setelah beberapa jam, akhirnya kamar itu bersih dan rapi seperti yang Satria inginkan. Zeo merasa beruntung di saat-saat seperti ini karena dia mendapatkan gaji tinggi dengan bekerja sebentar. Dia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang Satria, tepat di samping Satria yang tengah melonjorkan kakinya sembari membaca buku.
“Lo siapa sebenarnya sih, Sat?” tanya Zeo. Dia masih tidak percaya kalau rumah semewah ini milik seorang Satria.
“Gue bilang pun lo enggak bakal percaya.” Satria sudah enggan menjawab. Sebenarnya Zeo sudah menanyakan itu berulang-ulang.
“Rasanya kok mitos, ya, kalo orang senyebelin lo jadi ahli waris yayasan di sekolah?”
“Iyalah. Almarhum nyokap gue anak tunggal. Dan yang ngurus yayasan itu sekarang om sepupu gue.”
Satria menutup bukunya, lalu meletakkannya sembarangan. “Emangnya kurang apa sih gue? Kaya, iya; pintar, iya; ganteng, apalagi.” Satria betingkah keren dengan mengusap rambutnya ke belakang. “Yang kurang dari gue itu cuma cinta lo.” Satria mengedipkan sebelah kelopak matanya.
Melihat itu, Zeo begidik geli. Satria tidak terlihat normal dan keren sedikit pun. “Idih, bucin!” Zeo pun bangun dan segera beranjak dari tempatnya.
“Lo mau ke mana?” tanya Satria karena Zeo mengambil tasnya.
“Pulang lah. Meski gue yes buat rumah ini, gue masih sadar diri kok dan bersyukur atas apa yang Tuhan berikan.” Zeo membuka kedua tangannya seakan berdoa meminta hujan.
“Kalo gitu jadi istri gue. Lo enggak bakal melawan kehendak Tuhan dan keluarga lo bakal dapat satu masing-masing!”
Zeo keluar dari kamar itu dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia sadar kalau langit terlalu sulit untuk digapainya. Dibandingkan menjadi nyonya besar di rumah ini, dia lebih takut dengan ancaman orang tua jahat. Rupanya sinetron telah merusak pikiran Zeo.
__ADS_1
Bara mengendarai mobilnya memasuki kediaman Satria. Dia melihat Zeo keluar dari sana sekilas. Itu adalah kali pertama Bara melihat murid lainnya memasuki tempat itu. Dia menjadi heran.
Saat Baru keluar dari mobil, Bara sudah melihat Satria baru keluar dari rumah.
“Bukannya dia salah satu siswi di sekolah?” tanya Bara menunjuk ke pintu gerbang, di mana dia melihat Zeo.
“Iya,” jawab Satria dengan malas-malas.
“Kenapa dia ke sini? Bukannya kamu enggak suka kalo ada orang lain ke sini?” tanya Bara lagi.
“Rupanya Anda tahu benar.” Satria melirik sinis. “Sebenarnya ini enggak ada urusannya dengan Anda. Jadi jangan buat cewek itu terganggu di sekolah. Maksud saya, bebaskan dia dari hukuman apa pun,” titah Satria.
“Aku seorang guru dan aku akan memperlakukan semua muridku dengan sama, bahkan kamu juga. Kalo dia emang menyalahi peraturan sekolah, maka aku enggak bisa enggak menghukum dia seperti yang kamu inginkan,” tegas Bara.
“Kamu sendiri kan tahu alasan saya menjadi guru.”
“Jangan jadikan saya sebagai alasan. Tanpa didikan Anda, saya mampu hidup dengan baik selama delapan belas tahun ini. Saya malah khawatir kalau kehidupan baik saya sampai terkontaminasi dengan didikan Anda.”
“Itu masa lalu dan aku sangat menyesalinya. Makanya aku selalu ke sini meski kamu terus mengusirku. Aku akan bertanggung jawab padamu,” tegas Bara.
“Atas apa tanggung jawab Anda pada saya? Anda bukan ayah saya lagi. Andalah orang yang memutuskan hubungan ayah dan anak di antara kita dengan meninggalkan ibu demi perempuan lain.” Satria mengungkit-ungkit masa lalu.
__ADS_1
“Maka aku akan menyambungnya. Aku akan mengisinya dengan hari-hari yang lebih baik lagi,” sumpah Bara.
“Enggak perlu,” tolak Satria. “Lagipula hari-hari terbaik saya hanya selama ibu saya masih ada. Jadi seperti biasanya, silakan pergi, karena saya mengusir Anda.”
Satria membalikkan badannya. Dia bersiap masuk ke dalam rumah.
“Tidak bisakah kamu memaklumi ayahmu ini?” kata Bara memohon. “Apa pun yang aku lakukan di masa lalu adalah cinta!”
Satria menghentikan langkahnya sejenak. Dia hanya melirik tanpa menoleh. “Cinta tidak membuatmu menyakiti orang lain. Itu adalah dirimu,” timpal Satria. Dia pun melanjutkan langkahnya sampai ke dalam rumah.
Apa benar bukan cinta yang menyakiti orang lain? Lalu bagaimana dengan Bara sekarang? Bara merasa akan ada orang yang tersakiti lagi ….
… Atau orang yang akan di sakitinya.
***
.
.
.
__ADS_1
Selalu like dan koment🤗