
Subjudulnya udah berasa FTV tobat2an, enggak? ๐๐
Cuz ....
๐๐๐
Satria menoleh. Seketika bola matanya membelalak. Dia terkejut akan kehadiran seseorang yang sudah sangat lama tak terjangkau pandangannya. Dia sampai kehabisan kata-kata. Sedangkan para perempuan itu mulai berbubaran.
โGue kira jomblo. Tahu-tahunya udah punya anak,โ gerutu para perempuan itu.
โHei!โ teriak Satria berusaha menghentikan mereka. Namun, percuma saja, tidak membuahkan apa-apa, karena mereka sudah sangat kecewa.
โCk!โ Satria berdecak kesal. Kemudian dia menggoyang-goyangkan pundaknya agar tangan perempuan itu terlepas dari sana.
Tanpa disuruh, pun, perempuan itu sudah mengerti dengan keadaan ini. Dia langsung melepaskan tangannya.
โKalo lo enggak bisa jadi cewek gue, seenggaknya jangan bikin cewek-cewek lari dari gue, dong!โ protes Satria.
โEmangnya lo mau kalo gue jadi cewek lo?โ sahut Zeo, perempuan itu tanpa rasa bersalah. Kini dia melipat kedua tangannya di depan dada dengan begitu angkuhnya.
โEnggak sudi!โ seru Satria.
Lagi pula untuk apa Satria memungut bekas orang yang paling dibencinya. Itu hanya akan membuatnya terus teringat pada masa lalu.
__ADS_1
Satria membalikkan pandangannya sehingga fokus ke arah kunci yang baru saja dia tancapkan ke lubang. Kemudian dia mengenakan helmnya. Bersiap meninggalkan Zeo tanpa memberikan penyambutan. Tiba-tiba kunci itu lenyap dari sang lubang.
Satria menoleh ke samping. Rupanya Zeo sudah menariknya. Perempuan itu menggantungkan kunci itu di tangannya dan memamerkannya kepada Satria dengan wajah mengejek.
โBalikin!โ titah Satria. Dia tidak berpikir baik dengan pertemuan ini. Makanya dia ingin segera pergi menjauhi Zeo.
โLo mau ke mana?โ tanya Zeo.
โKe mana pun yang enggak ada lo,โ jawab Satria ketus.
โEnggak bisa. Karena lo harus ikut gue dan berarti lo harus berada di tempat, di mana ada gue,โ tegas Zeo. Dia benar-benar persis seperti ibu tiri.
โApa-apaan, sih, lo itu?โ rengek Satria merasa sebal. โLagian gue enggak ada urusan dan hubungan apa pun sama lo.โ
โNyokap-nyokap โฆ. Mana ada nyokap seumuran sama anaknya. Kalau lo nyokap gue, umur berapa lo lahirin gue? Apa waktu lo masih di perut nyokap lo, lo ngandung gue?โ dumel Satria.
โTerserah, deh, lo mikirnya gimana. Pokoknya gue mau lo ikut gue sekarang,โ paksa Zeo.
โKalau gue enggak mau?โ sahut Satria.
โMotor lo enggak bakal bisa dinyalain untuk selama-lamanya. Biar aja jadi batu di sini,โ ancam Zeo.
Ah, dasar Zeo sialan itu! Untung saja Satria laki-laki. Kalau tidak, Satria akan berlari untuk mencari pangerannya dan membalas kekejaman Zeo.
__ADS_1
Satria mengembuskan napasnya yang berat. Kemudian dia turun dari motor dan mengikuti Zeo dengan lesu. Sesekali dia melirik ke kanan kiri. Beberapa orang yang melihatnya mulai membicarakannya. Entah apa yang mereka bicarakan sekarang. Satria hanya tahu kalau dia ingin menjauh dari kehidupan yang menyebalkan ini!
Zeo mengajak Satria memasuki sebuah kafe. Kafe itu sangat sepi. Bahkan penjualnya tidak ada di sini. Apa-apaan ini? Ini bahkan bukan hari libur!
โLo sewa tempat ini?โ tanya Satria.
โEnggak,โ jawab Zeo.
Satria mengernyitkan dahi. Kenapa keadaan ini terlihat tidak masuk akal?
โKalau bukan lo yang sewa, terus kenapa tempat ini sepi banget?โ tanya Satria.
โKan, lo yang sewa,โ celetuk Zeo.
.
.
.
.
Terima kasih buat yang udah tinggalin like, komen, apa lagi poin. Seneng banget liatnya ๐๐๐ yang udah baca dan nunggu cerita ini setiap hari, aku tersanjung banget sama kalian ๐๐๐ semoga kalian enggak ada bosan-bosannya, ya ๐๐
__ADS_1
Sekali-sekali mampir yuk, ke profil aku. Bergabung di grup atau seenggaknya follow aku. Sempatkan juga buat mampir dan baca ceritaku yang lain ๐๐ Suamiku Galak yang paling aku rekomendasiin ๐