Pak Guru, Aku Mencintaimu

Pak Guru, Aku Mencintaimu
76. Ibu Yang Buruk


__ADS_3

Buat baca ini tutup mata tutup telinga, ya Guys 🙈🙈🙈🙉🙉🙉


Eh, tapi gimana bacanya kalo tutup mata? 🙄🙄


Tutup mulut aja, deh. Enggak papa. cukup baca dalam hati. biar doi aja yang bisa denger.


🙊🙊🙊🙊


Cuz ....


💃💃💃


Apa?


Ipul, eh,Joffy tidak ada di sana?


Lalu Joffy tidak akan lewat di sana?


Bagaimana mereka bisa begitu yakin?


Ah, sial! Entah sampai kapan Joffy harus mengumpati nasibnya karena memiliki orang tua yang kerap memberikannya pengaruh buruk seperti mereka ….


Untung saja Tuhan mengabulkan harapan Bara: memiliki anak yang bisa mengerti mana yang baik dan buruk sejak kecil. Begitulah Joffy. Meski di tubuhnya masih mengalir darahnya Zeo, untung saja otaknya tidak mengandung kebodohan ibunya juga. Berkat ayahnya yang cerdas itu, Joffy bisa hidup dengan baik bersama kebodohan Zeo.

__ADS_1


“Ummms ….”


“Aaaahhhs ….”


Joffy mengembuskan napasnya yang berat. Kemudian dia menyumpal telingan dengan kedua telunjuknya. Barulan dia berbalik dan mengulangi langkahnya.


Joffy memang tidak ada di sana dan tidak lewat ke sana. Namun, selain memiliki mata, Joffy juga memiliki telinga yang sehat. Gara-gara mereka berdua yang bermesraan di sembarang tempat, Joffy tidak jadi lewat. Dia pun kembali ke kamarnya. Niatnya menemui sang ibu, eh, Zeo malah sibuk sendiri dengan sang ayah.


Biarlah ….


Biarlah ….


Jomlo, mah, bisa apa?


Apalah daya jomlo yang cuma bisanya mojok di sudut kamar ….


Jam pelajaran baru saja selesai. Satria pun keluar dari kampus. Kaki panjangnya dengan begitu lincah menuruni tangga dan membuat jaket berwarna merah hitamnya bergoyang-goyang.


Sesampainya di halaman parkir, tempat itu tidak ramai dengan motor. Hanya ada beberapa. Namun, saat pandangan Satria berkeliling ke sekitar, keramaian tampak mengelilingi dirinya, menciptakan lingkaran besar para perempuan.


Satria tersenyum sinis. Bagaimana hidup bisa selucu ini?


Dulunya hanya untuk mengejar satu perempuan saja, Satria tidak mampu. Kini, dia hanya tinggal memilih saja mana perempuan yang akan menemani harinya.

__ADS_1


Satria menaiki motor itu, tanpa menyalakannya atau pun mengenakan helmnya. Sayang sekali dengan rambutnya kalau tertimpa helm begitu saja.


Satria lebih dulu menyibakkan rambutnya ke belakang. Memamerkan betapa tampan dirinya. Seketika riuh kekaguman mengelilinginya. Bahkan beberapa ponsel mengeluarkan kilatannya. Tentu saja, sangat disayangkan kalau momen berharga ini dibiarkan begitu saja.


“Hai,” sapa Satria dengan telapak tangan kanan terangkat ala-ala putri Indonesia. Sapaan itu berakhir dengan kedipan mata dan ekspresi genit.


Dasar Satria sialan itu! Rupanya dia tengah membuat masalah. Pasalnya, karena ulahnya itu, jeritan para perempuan semakin keras saja. Beberapa perempuan sampai membungkap mulutnya dengan kedua tangan. Hati-hati saat berteriak. Sangat memalukan kalau sampai Satria melihat bekas cabai di sela-sela gigi mereka.


“Gue lagi libur, nih! Ada yang mau nemenin, enggak?” Satria membentuk ibu jari dan jari telunjuknya seperti pistol. Lalu meletakkan di depan dagu. Sedangkan bola matanya melirik ke atas. Rupanya dia tengah berpikir. “Hm … hotel Bintara kayaknya boleh juga,” tuturnya berhasil memutuskan. Dia kembali melemparkan lirikannya ke arah beberapa perempuan tadi.


Beberapa perempuan yang memiliki keberanian tinggi, mulai mendekat. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup. Tentu saja mereka tidak mau ketinggalan.


Namun, perempuan itu tidak lagi menjerit. Seketika mereka langsung diam dengan lirikan ke bawah.


Ada apa? Kenapa sikap mereka berubah tiba-tiba?


Sebuah tangan terasa menyentuh pundak Satria. Bukan hanya menyentuh, tangan itu malah merangkul pundaknya.


“Maaf, ya, adik-adik. Tapi hotel Bintara cuma buat orang dewasa aja. Lagi pula buah hati di keluarga kami sedang membutuhkan cowok ini,” tutur suara perempuan yang tiba-tiba menengahi keadaan.


.


.

__ADS_1


.


Bagi like ama komentar positifnya, dong 😍😍😍


__ADS_2