Pak Guru, Aku Mencintaimu

Pak Guru, Aku Mencintaimu
59. Mencari Kebenaran


__ADS_3

Babang Satria comeback. Biarin Babang Bara diambil Zeo. Soalnya Babang Satria cuma buat author seorang ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿค—๐Ÿค—


Cuz ....


๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ


Sebenarnya Satria enggan angkat bicara. Dia sendiri muak akan keputusan yang telah dia pilih. Namun, melihat para keluarga yang kebingungan membuatnya merasa tidak tega. Lagi pula, seharusnya dia bertanggung jawab atas keputusannya yang telah dia ambil.


Usai mengembuskan napas beratnya, Satria turun dari pelaminan. Dia berjalan menuju kerumunan itu sehingga perhatian orang-orang di sekitarnya menjadi tertarik, termasuk para keluarga itu.


Para keluarga terkejut mendapati Satria di dekat mereka. Mereka menjadi merasa tidak enak.


โ€œNa-nak. Kenapa kamu turun ke sini?โ€ tanya Pak Doki khawatir. Mungkin saja Satria merasa terganggu atas keterlambatannya.


โ€œZeo enggak ada, Pak?โ€ tanya Satria.


โ€œZe-zeo โ€ฆ.โ€ Pak Doki menjadi kebingungan.


โ€œZeo sekarang lagi keluar sebentar. Ada urusan sama temennya katanya. Kamu tenang aja, Nak,โ€ tutur Bu Ani mengambil alih.


โ€œBukan saya yang harus tenang. Tapi Bapak sama Ibu,โ€ elak Satria.


โ€œApa maksudmu, Nak?โ€ tanya Pak Doki tidak mengerti.


โ€œZeo enggak akan ke sini,โ€ jawab Satria dengan tenang.


Seluruh orang yang mendengar terkejut seketika dan lebih terkejut saat melihat Satria tidak terkejut sedikit pun.

__ADS_1


โ€œApa maksudmu? Kenapa dia enggak ke sini? Bukankah hari ini hari pernikahannya?โ€ tanya Doki kebingungan.


โ€œHari ini memang hari pernikahannya. Makanya dia tidak ada di sini. Karena dia harus besama calon suaminya,โ€ tutur Satria.


โ€œCalon suami? Bukannya kamu ada di sini?โ€ tukas Pak Doki.


โ€œSaya memang membangun pesta pernikahan ini untuk saya dan Zeo. Tapi ternyata, bukan saya yang jadi calon suaminya Zeo,โ€ tutur Satria.


Satria terus bertele-tele sampai membuat orang-orang penasaran.


โ€œKalau bukan kamu, terus siapa? Kan, kamu yang melamarnya,โ€ tukas Pak Doki.


โ€œSaya yang melamar. Tapi Zeo maunya nikah cuma sama orang lain. Dan dia sedang bersama orang itu sekarang,โ€ ujar Satria.


โ€œApa maksudmu?โ€ pekik Pak Doki. Dia tidak mau mengerti penjelasan Satria.


Ma-maksudnya pernikahan ini batal?


Bagaimana mungkin?


Bukankah pesta pernikahan sudah dibuat, gaun pengantin sudah dikenakan, bahkan sang calon ayah sudah siap?


Bagaimana bisa?


-oOo-


Semua bisa terjadi karena seorang Satria โ€ฆ.

__ADS_1


Sebenarnya, beberapa hari lalu sebelum pesta pernikahan digelar, Satria tengah berpikir keras. Meski dia bersikukuh kalau dirinya dan Zeo akan berbahagia, sebenarnya dalam hati dia merasa ragu.


โ€œApa kami akan bahagia?โ€ Satria terus menanyakan itu.


Satria menjadi teringat akan kisah pernikahan orang tuanya sendiri. Sebenarnya ayah dan ibunya tidak menikah karena ketertarikan satu sama lain, melainkah perjodohan. Keduanya memaksa menikah meski tak ada cinta dalam hati mereka masing-masing. Mengira kalau mereka akan bahaia suatu hari nanti dan cinta akan tumbuh karena kebersamaan.


Namun, mereka berdua salah. Tidak ada kebahagiaan sedikit pun, bahkan di hari kelahiran Satria. Semua hanya hidup dalam luka masing-masing. Meski tahu itu, Satria tetap menyalahkan Bara atas lukanya.


Usai bergelut dengan pikiran perasaannya, sebenarnya Satria tengah berusaha menyelidiki siapa ayah dari anak ini. Sebelumnya dia tak mau menanyakannya kepada Zeo. Dia takut kalau Zeo sampai lepas darinya. Padahal dia mendapatkan Zo dengan pengorbanan yang cukup besar.


โ€œSiapa ayah anak itu?โ€ tanya Satria dengan ekspresi wajah serius kepada Tiwi.


Tiwi malah keheranan. Dia tidak mengerti apa yang Satria maksudkan. Dia menunduk, melihat perutnya sendiri. Apa Satria menanyakan tentang anak itu?


โ€œApa dia yang lo tanyain?โ€ tanya Tiwi sembari menunjuk perut sendiri usai mendongak.


Satria mengembuskan napasnya muak. Apa yang sebenarnya Tiwi pikirkan? Satria bahkan tidak tertarik sedikit pun tentangnya.


โ€œAnaknya Zeo,โ€ tutur Satria.


.


.


.


Aku menunggu jempol dan komen kalian ๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹

__ADS_1


Terima kasih buat yang mau ninggalin komen, jempol, dan yang masih stay menunggu detik-detik terakhir kisah Zeo ๐Ÿ˜ฅ


__ADS_2