
Babang Satria comeback. Biarin Babang Bara diambil Zeo. Soalnya Babang Satria cuma buat author seorang ๐๐๐๐ค๐ค
Cuz ....
๐๐๐
Sebenarnya Satria enggan angkat bicara. Dia sendiri muak akan keputusan yang telah dia pilih. Namun, melihat para keluarga yang kebingungan membuatnya merasa tidak tega. Lagi pula, seharusnya dia bertanggung jawab atas keputusannya yang telah dia ambil.
Usai mengembuskan napas beratnya, Satria turun dari pelaminan. Dia berjalan menuju kerumunan itu sehingga perhatian orang-orang di sekitarnya menjadi tertarik, termasuk para keluarga itu.
Para keluarga terkejut mendapati Satria di dekat mereka. Mereka menjadi merasa tidak enak.
โNa-nak. Kenapa kamu turun ke sini?โ tanya Pak Doki khawatir. Mungkin saja Satria merasa terganggu atas keterlambatannya.
โZeo enggak ada, Pak?โ tanya Satria.
โZe-zeo โฆ.โ Pak Doki menjadi kebingungan.
โZeo sekarang lagi keluar sebentar. Ada urusan sama temennya katanya. Kamu tenang aja, Nak,โ tutur Bu Ani mengambil alih.
โBukan saya yang harus tenang. Tapi Bapak sama Ibu,โ elak Satria.
โApa maksudmu, Nak?โ tanya Pak Doki tidak mengerti.
โZeo enggak akan ke sini,โ jawab Satria dengan tenang.
Seluruh orang yang mendengar terkejut seketika dan lebih terkejut saat melihat Satria tidak terkejut sedikit pun.
__ADS_1
โApa maksudmu? Kenapa dia enggak ke sini? Bukankah hari ini hari pernikahannya?โ tanya Doki kebingungan.
โHari ini memang hari pernikahannya. Makanya dia tidak ada di sini. Karena dia harus besama calon suaminya,โ tutur Satria.
โCalon suami? Bukannya kamu ada di sini?โ tukas Pak Doki.
โSaya memang membangun pesta pernikahan ini untuk saya dan Zeo. Tapi ternyata, bukan saya yang jadi calon suaminya Zeo,โ tutur Satria.
Satria terus bertele-tele sampai membuat orang-orang penasaran.
โKalau bukan kamu, terus siapa? Kan, kamu yang melamarnya,โ tukas Pak Doki.
โSaya yang melamar. Tapi Zeo maunya nikah cuma sama orang lain. Dan dia sedang bersama orang itu sekarang,โ ujar Satria.
โApa maksudmu?โ pekik Pak Doki. Dia tidak mau mengerti penjelasan Satria.
Ma-maksudnya pernikahan ini batal?
Bagaimana mungkin?
Bukankah pesta pernikahan sudah dibuat, gaun pengantin sudah dikenakan, bahkan sang calon ayah sudah siap?
Bagaimana bisa?
-oOo-
Semua bisa terjadi karena seorang Satria โฆ.
__ADS_1
Sebenarnya, beberapa hari lalu sebelum pesta pernikahan digelar, Satria tengah berpikir keras. Meski dia bersikukuh kalau dirinya dan Zeo akan berbahagia, sebenarnya dalam hati dia merasa ragu.
โApa kami akan bahagia?โ Satria terus menanyakan itu.
Satria menjadi teringat akan kisah pernikahan orang tuanya sendiri. Sebenarnya ayah dan ibunya tidak menikah karena ketertarikan satu sama lain, melainkah perjodohan. Keduanya memaksa menikah meski tak ada cinta dalam hati mereka masing-masing. Mengira kalau mereka akan bahaia suatu hari nanti dan cinta akan tumbuh karena kebersamaan.
Namun, mereka berdua salah. Tidak ada kebahagiaan sedikit pun, bahkan di hari kelahiran Satria. Semua hanya hidup dalam luka masing-masing. Meski tahu itu, Satria tetap menyalahkan Bara atas lukanya.
Usai bergelut dengan pikiran perasaannya, sebenarnya Satria tengah berusaha menyelidiki siapa ayah dari anak ini. Sebelumnya dia tak mau menanyakannya kepada Zeo. Dia takut kalau Zeo sampai lepas darinya. Padahal dia mendapatkan Zo dengan pengorbanan yang cukup besar.
โSiapa ayah anak itu?โ tanya Satria dengan ekspresi wajah serius kepada Tiwi.
Tiwi malah keheranan. Dia tidak mengerti apa yang Satria maksudkan. Dia menunduk, melihat perutnya sendiri. Apa Satria menanyakan tentang anak itu?
โApa dia yang lo tanyain?โ tanya Tiwi sembari menunjuk perut sendiri usai mendongak.
Satria mengembuskan napasnya muak. Apa yang sebenarnya Tiwi pikirkan? Satria bahkan tidak tertarik sedikit pun tentangnya.
โAnaknya Zeo,โ tutur Satria.
.
.
.
Aku menunggu jempol dan komen kalian ๐๐๐
__ADS_1
Terima kasih buat yang mau ninggalin komen, jempol, dan yang masih stay menunggu detik-detik terakhir kisah Zeo ๐ฅ