
Lagi gabut, Rek.
Update aja, deh ๐๐
Hobiku baca komen. Jadi sisihkanlah waktu buat nulis komen positif ๐๐๐
Terima kasih.
Cuz ....
๐๐๐
Satria Abhi Praya โฆ.
Ya โฆ, pemuda tampan, masih muda, cerdas, sudah kaya lagi. Status makmur itu belum berubah sedari dulu. Dia masih laki-laki sama yang disegani teman-temannya dan dipuja oleh para wanita.
Apa ada yang berubah?
Ya โฆ. Satria adalah perubahan itu.
__ADS_1
Kata orang luka akan sembuh seiring waktu. Satria pun mengira begitu. Dia pikir dengan melepaskan Zeo kepada laki-laki lain membuatnya akan merasa lebih baik. Namun, tidak. Karena waktu yang mengisi kehidupannya berjalan dengan sangat lambat.
Meski pesawat yang dinaiki Zeo dan Bara sudah lepas landas, Satria masih diam di tempat. Menikmati hatinya yang telah tersayat.
Tentu saja mellow tidak cocok dengan gaya hidup Satria. Itulah kenapa, akhirnya Satria mulai membangkitkan dirinya. Lagi pula tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari Zeo. Selain sudah menikah, Zeo bukan perempuan yang baik untuk Satria. Jadi, untuk apa Satria masih mengharapkannya?
Setelah lulus sekolah, Satria merubah dirinya menjadi laki-laki dewasa. Satu hari satu perempuan, begitulah prinsip kehidupannya sekarang. Berusaha mengenali satu per satu perempuan. Barang kali ada yang mampu merebut hatinya yang begitu mahal. Namun, sampai bertahun-tahun berlalu, status Satria masih tak berubah. Hanya saja dia telah berhasil melupakan Zeo. Kini, dia malah terbiasa dengan kebiasaan yang tidak baik itu.
Malam baru dimulai. Namun, club sudah ramai oleh pengunjung. Riuh para pengunjung bahkan mengalahkan riuh suara musik yang tengah diputar oleh seorang DJ. Keramaian di seluruh tempat membuat orang-orang tidak bisa memusatkan perhatian satu sama lain. Apa lagi lampu yang berkedip-kedip membuat orang tidak tertarik kepada orang yang teramat jauh. Namun, keberadaan Satria yang hanya duduk sendiri di sofa, berhasil menarik perhatian seluruh perempuan. Bagaimana tidak, sudah tampan dan bergaya mewah, tapi, kok, sendiri saja?
Della, seorang perempuan berambut ungu merasa tertantang dengan itu. Sudah beberapa hari ini dia melihat Satria masih sendiri.
โCoba lihat cowok itu,โ titah Della sembari menyenggol lengan teman di sampingnya, lalu menunjuk Satria dengan tatapannya.
โLo kenal dia?โ tanya Della.
โDulu tuh cowok sering ke sini, sih, sama cewek-cewek gitu. Terus udah lama enggak ke sini lagi. Enggak tahu ngapain sekarang ke sini lagi. Lagi gabut, kali,โ tebak Vita.
โSiapa namanya?โ tanya Della antusias.
__ADS_1
Della berdengus sinis. Kini dia mengerti bagaimana alur cerita ini berjalan.
โLo, kok, kepo, sih?โ sindir Vita.
โEnggak tahu kenapa, gue sedikit tertarik sama tuh cowok,โ tutur Della.
โNamanya Satria Abhi Praya. Tapi gue saranin, urungin aja niat lo. Lo enggak bakal dapat apa-apa selain jadi isi daftar mantannya dia,โ nasehat Vita.
Alis kanan Della terangkat.
Benarkah?
Kenapa Della tidak yakin itu?
Selama ini dia belum pernah dicampakkan satu laki-laki pun. Malah dirinya yang membuat 999 laki-laki menangis karena penolakannya.
โGimana kalau kita bertaruh,โ tantang Della.
โEnggak usah aneh-aneh, deh,โ tolak Vita.
__ADS_1
โLo ngeremehin gue?โ Della malah semakin tertarik.
Malah Vita yang tersenyum sinis. Maklum, temannya itu memang tidak mengenal betapa kejamnya dunia ini berjalan. Hanya tahu bagaimana menghabiskan uang orang tua untuk menebas seisi pusat perbelanjaan.