Pak Guru, Aku Mencintaimu

Pak Guru, Aku Mencintaimu
44. Serakah


__ADS_3

Note ada di bawah. Scroll dulu enggak papa.


Cuz ....


💃💃💃


Belum banyak drama yang ditonton oleh Zeo. Namun, Zeo cukup menikmati itu. Entah kenapa, dia menjadi tertarik untuk menghabiskan lebih banyak waktunya di depan layar ponsel. Hanya saja dia masih muda. Masa-masa di mana, pemuda pemudi tengah berusaha mengejar mimpi.


… Dan mimpi Zeo adalah Pak Bara.


Usai menonton drama, Zeo menjadi lebih bersemangat ke sekolah. Terlalu banyak kata-kata motivasi yang didapatkannya dari sana. Itu membuat tekadnya semakin kukuh saja. Dia takkan menyerah dan akan menunjukkan kepada Bara seberapa besar perjuangannya.


Lihat saja, Bara! Zeo lebih dari apa yang kamu kira! Dia tidak sebatas seorang remaja!


Zeo sangat semangat hari itu. Seolah-olah surga akan masuk dalam genggamannya. Namun, harapan sebatas harapan. Tidak mudah menjadikannya kenyataan. Karena hari itu, Bara tidak datang ke sekolah. Bahkan sampai drama yang Zeo tontong berulang kali berganti judul, Bara belum juga kembali.


“Maaf anak-anak. Untuk hari ini, Pak Bara belum bisa kembali seperti sebelumnya. Beliau masih sakit dan rupanya belum sembuh juga. Oh, ya. Dia menolak dijenguk oleh siapapun. Jadi kita cukup berdoa di sini saja,” tutur seorang guru yang menggantikan pelajaran Pak Bara.


Zeo berdengus kesal. Apa Bara kira Zeo akan mempercayainya?


Zeo yakin benar kalau Bara hanya berbohong saat ini. Laki-laki itu hanya berusaha menghindari dirinya.

__ADS_1


Ah, sial! Sampai kapan Zeo harus menunggu? Dia ingin berjuang segera!


-oOo-


Sepertinya Tuhan sungguh menyayangi Zeo. Sekali Zeo berkeinginan, takdir langsung dituliskan dan berjalan ….


Rupanya Zeo salah sangka. Bara tidak datang ke sekolah bukan untuk menghindarinya. Zeo langsung percaya saat mendapati pucat pasi di wajah Bara. Akhirnya laki-laki itu kembali ke sekolah. Laki-laki itu bahkan terlihat memaksakan bekerja. Zeo menjadi khawatir. Mungkinkan dia bisa menopang Bara?


Sepertinya tidak. Laki-laki itu sudah pasti akan menolaknya.


Sepulang sekolah, Zeo buru-buru ke ruang guru untuk menanyakan kabar Bara. Dia masih ingat kalau perjuangannya tidak berhenti sampai di sini saja. Sesampainya di depan pintu, Zeo berpapasan dengan Bara yang tengah keluar. Namun, Bara malah mendorongnya dengan tangan lemah. Laki-laki itu bersikap tak acuh seolah Zeo adalah dinding. Kemudian pergi dengan mengendarai mobilnya dalam keadaannya sekarang.


Zeo berniat mengejar Bara, tetapi Bara sudah lenyap.


“Pasti dia nyariin. Padahal saya masih harus jemput putri saya,” tutur Putri yang menjadi satu-satunya guru yang tersisa di ruang itu.


Bola mata Kartika berbinar seketika. Dia pun menghadap Putri dan mengajukan dirinya, “Biar saya aja, Bu!” katanya.


“Enggak papa. Biar saya aja,” tolak Putri. Dia ragu memberikannya kepada anak didiknya yang masih remaja ini.


“Kebetulan buku saya kebawa Pak Bara. Itu buku penting banget, Bu! Ada PR yang harus dikumpulin besok,” bujuk Zeo.

__ADS_1


Akhirnya Putri menyerahkan ponsel itu kepada Zeo. Zeo kegirangan. Apalagi setelah mendapatkan alamat rumah Pak Bara yang menjadi impiannya selama ini.


Lalu apakah yang terjadi di rumah Pak Bara?


Semua sangat sulit diuraikan dalam kata-kata ….


-oOo-


Alhamdulillah kemarin aku berhasil dapat kontrak. Dan ini benar-benar bikin aku jadi semangat. Jadi sebelum memulai season 2, aku akan memulai revisiku secara besar-besaran.


Untuk pembaca lama, kalau kalian mau baca lagi silakan. Naskahnya enggak jauh beda. Hanya kuberi penjabaran lebih luas. Karena tadi ada yang komentar kalau ceritanya enggak jelas dan aku sadar benar itu. Maklum, dulunya aku nulis enggak dalam posisi semangat.


Kalau mau nunggu season 2, kuusahakan tanggal 20 mulai terbit.


Untuk bocoran season 2, Zeo sudah menikah. Jadi buat ibu-ibu silakan bertepuk tangan. Dan Zeo terjebak di antara cinta di masa lalu.


Apakah itu?


Cinta siapakah itu?


Di tunggu tanggal 20, ya.

__ADS_1


Kalau bisa, kuusahain tanggal 20 puluh itu bakal berisi update gila-gilaan. Semoga berhasil sesuai harapan.


__ADS_2