Pak Guru, Aku Mencintaimu

Pak Guru, Aku Mencintaimu
150. Gara-gara Anak


__ADS_3

Zeo dan Bara berbaring dengan saling berhadapan. Mereka berada di atas satu ranjang yang sama. Akan tetapi, kenapa ada sesuatu yang rasanya tidak nyaman?


Zeo dan Bara melirik ke bawah bersama-sama ….


Ah, sial! Semua ini karena ada Joffy yang tertidur dengan nyenyaknya, di antara mereka berdua. Zeo dan Bara, kan, tidak bisa melakukan segala hal seenaknya ….


… Maksudnya berbicara.


Jangan salah paham!


Bara bangun. Dia memutuskan untuk memindahkan Joffy dalam pelukannya dan beranjak dari ranjang.


“Apa yang mau kamu lakukan?” tanya Zeo.


Bara membalikkan tubuhnya dengan pelan agar tidak menyebabkan anaknya merasakan goyangan besar.


“Ssst …,” Bara berdesis tanpa menempelkan telunjuk ke bibir.


Zeo pun mengalah. Entah apa yang sebenarnya Bara lakukan.


Bara meletakkan anaknya di atas bangku yang mengisi kamar. Dasar ayah tak berperasaan. Setidaknya berikan alas untuk kepala Joffy. Akan tetapi, Bara meninggalkan anak itu begitu saja dan langsung melompat ke atas ranjang dengan kegirangan.


“Anakmu kok ditinggal di sana?” tanya Zeo.


“Biar kita bisa berdua,” jawab Bara. Dia langsung memeluk Zeo dengan erat.


Zeo berusaha mendorong Bara, tetapi Bara terlalu kuat. “Kasihan anakumu …,” rengek Zeo.


“Kasihan ayahnya juga,” timpal Bara.


Dasar Bara yang menyebalkan. Selalu saja bisa menimpali perkataan Zeo.

__ADS_1


“Bapakmu orangnya terus terang juga, ya?” goda Bara.


“Jangan gitu, dong! Itu bapakku!” pekik Zeo tidak terima. Sebenarnya dia merasa malu. Pak Doki tadi sudah seperti mertua di FTV-FTV.


“Sebenarnya aku kecewa karena pernikahan kalian. Gara-gara kalian aku enggak jadi punya menantu anak orang kaya. Apalagi kamu ….” Bara berusaha menirukan suara dan tatapan Pak Doki saat berbicara kepadanya tadi. Kemudian tangannya malah bergerak mencubit pipi Zeo. “Kamu itu udah kayak adikku sendiri ….”


Dicubit seperti itu, Zeo malah tertawa. Rupanya nasib Bara terlalu sial karena menikah dengannya.


“Tapi kamu enggak marah, kan, sama bapakku?” tanya Zeo.


“Justru bapakmu yang marah beneran sama aku. Untung aja ada kamu di sisiku. Kalau enggak, bisa-bisa kumis bapakmu menancap satu per satu di dadaku,” timpal Bara.


“Awh!” jerit Bara karena Zeo mencubitnya saking gemasnya. Kemudian mereka tertawa bersama.


Setelah tawa itu reda, terjadi keheningan untuk sementara. Mereka berdua malah bertatap-tatapan. Kemudian Zeo merasakan sesuatu yang menyentuh kulit punggungnya secara langsung.


Ya. Sesuatu itu adalah tangan Bara. Zeo langsung menurunkan tangan Bara agar mengurungkan niatnya.


“Kan dia ada di sana—“ Bara mengangkat telunjuknya ke ara Joffy “—dia lagi tidur pula,” belanya.


“Nanti kalau dia bangun gimana?” tanya Zeo.


“Dia bakal bangun, tapi besok,” timpal Bara.


Tanpa melontarkan sepatah dua patah kata lagi, Bara kembali memulai aksinya. Dia mulai memasukkan tangannya ke dalam baju Zeo. Begitu pun dengan Zeo. Dia turut menyeimbangkan apa yang Bara lakukan.


Bruk!


“Mamaaa …,” suara jeritan Joffy diikuti tangisan.


Seketika gerakan Bara dan Zeo berhenti.

__ADS_1


“Dasar anak sialan itu!” umpat Bara merasa kesal.


Zeo malah tertawa. Kemudian dia mencubit perut Bara lagi. “Kamu itu … dia anak kamu!” seru Zeo.


“Apa aku pernah mengatakan kalau dia bukan anakku?” sindir Bara.


Zeo tak lagi menyahut. Dia pun bangun dan beranjak dari ranjang. Seingat Zeo, tadi Bara meletakkan Joffy di atas bangku. Kenapa sekarang malah ada di lantai?


Bara turut bangun. Dia menoleh. Terlihat Zeo berusaha menenangkan Joffy. Kemudian menggendong Joffy dan membawanya ikut serta ke atas ranjang.


Tangan Bara bergerak naik turun mengusap kepala Joffy yang sudah tenang dari tangisnya. “Nak. Jangan biasain ganggu emakmu sama bapakmu bikin adonan. Enggak baik. Nanti enggak dapat hadiah adik lagi,” tutur Bara dalam nada menasehati, tetapi hanya bercanda.


Zeo hanya tertawa melihat tingkah suaminya yang lucu itu.


-oOo-


.


.


.


.


Terima kasih banget buat kalian yang setia nunggu cerita ini, apalagi sampai mau tinggalin jempol, komen, ama poin ....


Kalian benar-benar berharga bagiku 😘😘😘


Kapan-kapan baca ceritaku yang lain, kuy! Kebetulan ceritaku udah numpuk di MT. dan buat kalian yang punya aku WP, mampirlah ke akunku @penggemarfanatik


Terima kasih 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2