
Napas Bara begitu berat diembuskan. Kini perjuangannya tengah dimulai.
Dua buah koper kini tengah Bara geret. Bukan hanya itu. Dia bahkan harus berjalan tertatih-tatih karena seorang kuntilanak tidak mau melepaskan diri dari perutnya. Kuntilanak itu terus memeluknya sedari tadi. Tidak mau kalah dengan yang lain. Ingin terus memamerkan kemesraan yang mengejutkan ini.
Bara menoleh ke kanan kiri. Dia bisa melihat kalau orang-orang di sekitarnya melihatnya dengan pandangan aneh. Kedekatan antara ayah dan anak macam apa ini?
“Lepasin, kok!” titah Bara sembari menggoyang-goyangkan tubuhnya.
“Enggak mau,” tolak Zeo.
“Kamu enggak lihat, kalau kita dilihatin orang?” sindir Bara.
“Iya. Emang kenapa?” Zeo malah bersikap bodoh.
“Kamu enggak malu sama mereka? Masih muda, kok, nempelnya sama yang udah tua,” sindir Bara.
“Ya, biarin. Yang penting Zeo sayang,” elak Zeo. Dia malah memeletkan lidahnya. Benar-benar mengejek orang-orang di sekitarnya.
Terserah orang-orang bilang apa, yang penting, kan, Zeo hidup di dalam kehidupannya sendiri. Tidak menggaggu orang lain dan tidak menautkan diri ke orang lain.
“Jadi, sekarang kita mau ke Rusia?” tanya Zeo.
“Iyalah. Kita, kan, datangnya ke bandara. Kalau kamu datangnya ke terminal, baru ke Surabaya,” timpal Bara.
“Tapi, kamu bilang kita akan ke kampung halaman kamu,” sela Zeo.
“Rusia, kan, ada kampungnya juga,” jelas Bara.
“Bukannya Rusia itu di luar negeri?” Zeo keheranan sendiri.
__ADS_1
“Emangnya luar negeri isinya kota semua? Huh!”
Bara menggeleng-gelengkan kepala. Padahal dirinya pintar dan putranya sangat pintar. Bagaimana bisa kedua orang ini malah mencintai perempuan yang tak berotak ini?
Apa sebegitu menakutkannya, ya, kepintaran?
Sampai kedua orang ini ingin mencampurkan zat-zat kebodohan pada calon anak mereka nanti?
-SEASON 1 SELESAI-
.
.
.
.
Banyak yang bertanya-tanya, kenapa Zeo enggak milih Satria padahal Satria itu baik, jawabannya karena Zeo BUKAN ORANG YANG BAIK UNTUK SATRIA.
Awalnya, aku malah berniat menyatukan Zeo sama Satria. Tapi aku berpikir lagi, di mana keadilan untuk seorang Satria? Jujur, aku bakal ngerasa kejam banget kalau harus bikin anaknya si Bara jadi anaknya Satria.
Maka dari itu, aku mempersembahkan season kedua untuk cerita ini. Yang mana, mungkin menjadi bagian akhir dari kisah ini atau bisa kutambahkan lagi nantinya.
SINOPSIS CERITA
Enam tahun adalah waktu yang cukup untuk memulai kehidupan baru dan melupakan masa lalu. Begitu pun dengan lainnya, tidak ada satu pun yang terdiam di tempat. Semua mulai berubah bersama kedewasaan yang datang setelah usia remaja.
Di saat kehidupan baru telah terbentuk, tiba-tiba malah masa lalu yang menghampiri. Menghentikan langkah kaki dan membingungkan pikiran: harus mundurkah atau tetap maju?
__ADS_1
"Aku Shira," tutur seorang perempuan.
"Dan aku Hendri," imbuh seorang laki-laki.
Mereka berdua adalah masa lalu yang melambaikan tangan pada ketenangan. Dua potongan puzzle yang tidak memiliki tempat, malah memaksa masuk sehingga mengakibatkan kekacauan, pada puzzle yang telah penuh.
Hari-hari bulan madu Zeo tidak terasa kenikmatannya karena nama itu.
... Dan hari-hari ketenangan Tiwi, seketika berubah hanya karena kesalah-pahaman orang itu.
Sialnya, Satria terimpit di antara mereka berdua. Ke manakah Satria harus pergi?
Mampukah Satria memeluk mereka berdua bersamaan?
Menjaga kedua perempuan yang melibatkan diri ke kehidupannya, dari masa lalu yang datang untuk mengusik ....
-oOo-
Kembali lagi bertemu Satria. Maklum, sejak awal dia dan Zeo adalah tokoh utama, cuma enggak bisa bersama aja. Banyak, kok, cerita-cerita yang kayak gini. Contohnya aja drama Korea Comeback Mister.
Untuk bagaian awal, untuk beberapa bab, enggak bakal langsung masuk konflik. Karena aku ingin memperkenalkan bagaimana kehidupan para karakter tokoh berjalan setelah enam tahun berlalu.
Semoga kalian puas karena aku cukup merasa puas.
Rasa tidak setuju bahkan kesal pasti ada. Karena selera setiap orang berbeda. Jadi, mari hargai keputusan bersama dengan selalu berkomentar yang sopan dan membangun.
Mari hujat para karakter tokoh, bukan alur cerita apalagi authornya.
Pekerjaan penulis adalah menciptakan inovasi. Kalau penulis tidak bisa membuat inovasinya sendiri, lalu bagaimana ia akan menjadi penulis?
__ADS_1
Sekian dan terima kasih.