PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Masalah Di Kantor!!


__ADS_3

Ken hanya bisa memijit pelipisnya setelah menerima laporan dari Leon jika Luna terlibat pertengkaran dengan beberapa karyawannya. Dan ini sudah ketiga kalinya dalam satu hari. Dan Ken tidak tau apa lagi masalahnya kali ini yang membuat istrinya itu sampai emosi.


"Apa lagi masalah yang terjadi hari ini? Dan kenapa Luna bisa sampai terlibat pertengkaran dengan mereka?!" Tanya Ken meminta penjelasan.


"Mereka yang mulai duluan dan memancing emosi, Nyonya. Awalnya Nyonya tidak mau menanggapi, tapi mereka malah mengambil tindakan yang membuat Nyonya menjadi marah dan emosi."


"Memangnya apa yang telah Luna lakukan pada mereka?"


"Nyonya mematahkan lengan Rica, membuat Kepala Selena nyaris botak dan membuat rompang gigi Sella. Karyawan lain bukannya menghentikannya, mereka malah menyoraki dan memberikan dukungannya pada Nyonya."


Ken menghela napas panjang. "Apa Luna terluka?" Dia bertanya dan memastikan.


Leon menggeleng. "Nyonya tidak mengalami cidera sama sekali. Dia sangat tangguh dan memiliki tenaga seperti singa betina yang sedang kelaparan." Jelasnya.


Ken mengangkat wajahnya dan menatap dingin Leon yang sekarang sudah bermandikan keringat. Melihat aura Ken yang begitu suram membuat dia merasa yakin jika sebentar lagi akan ada badai besar, dunia bisa kiamat jika Ken sudah marah.


"Panggil mereka berempat kemari. Dan kau!! Tunggu dan persiapkan diri untuk menerima hukuman dariku, kau yang memberiku ide untuk memperkerjakan Luna sebagai sekretaris baruku. Dan kau harus bertanggung jawab untuk kekacauan yang terjadi!!"


"Ba..Baik, Presdir."


Membawa Luna ke perusahaan dan mempekerjakan dia sebagai sekretaris rupanya bukanlah pilihan yang terbaik. Harusnya Ken bisa lebih mengerti dan memahami tempramen Luna yang begitu buruk ketika tersinggung.


.


.


"Presdir, Anda memanggil kami?"


Ken menatap tiga karyawannya yang keadaannya benar-benar memprihatinkan. Lengan kiri patah, rambut tak lagi berbentuk dan gigi depan rontok lebih dari 6. Ken tidak tau bagaimana Luna melakukannya.


"Ada yang bisa memberiku penjelasan?" Ken menatap mereka satu persatu.

__ADS_1


"Tanyakan saja pada mereka bertiga. Jika mereka tidak memprovokasi-ku lebih dulu, aku juga tidak akan mengambil tindakan!!" Ujar Luna. Dia bicara dengan nada sinis dan tak bersahabat.


Wanita bernama Rica itu langsung menyela ucapan Luna. "Bohong!! Itu tidak benar, Presdir. Dia yang mencari ribut dengan kami, dia juga yang membuat kami seperti ini. Huhuhu, tolong Carikan keadilan untuk kami." Rica berlutut dan memohon pada Ken.


"Benar Presdir, wanita kasar dan kejam seperti dia tidak seharusnya ada disini. Anda harus memecatnya dengan segera sebelum ada korban lagi." Selena ikut angkat bicara.


"Presdir, tolong bantu kami. Kamilah yang tertindas, dan kami yang dirugikan. Kami harap Presdir Zhao bisa bersikap adil dan tidak pilih kasih." Ujar Sella menambahkan.


Luna menatap Ken yang juga menatap padanya. Tatapannya begitu dingin dan menusuk. Tapi bukan Luna namanya jika tidak bisa menghadapinya. Dia sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu, untuk itu Luna tidak merasa takut apalagi tertekan.


"Tidak perlu memecatku. Aku akan mengundurkan diri sekarang juga. Dan kau, Ken!! Jangan harap malam ini dan sampai satu Minggu ke depan bisa mendapatkan jatah!!"


"Dan untuk kalian bertiga, aku bukan wanita rendahan seperti yang kalian tuduhkan. Tapi aku adalah Nyonya Zhao, istri sah dari Presdir kalian ini dan ibu kandung dari anak kembarnya. Kalian paham?!" Luna berbalik dan pergi begitu saja.


"Apa?! Istri presdir?!" Ketiganya memekik terkejut. Jadi wanita yang sedari tadi mereka remehkan adalah istri dari atasannya sendiri.


Ken pun langsung memecat mereka bertiga yang merupakan sumber dari masalah yang terjadi. Dan tidak ada gunanya mempertahankan karyawan seperti mereka bertiga.


-


-


Dia mendapatkan berbagai masalah dihari pertama kerja. Dan jika tau akan berkahir seperti ini, Luna tidak akan sudi menerima tawaran Ken untuk bekerja diperusahaannya.


Ckittt...


"Ayam, ayam, ayam!!" Sebuah mobil yang berhenti secara tiba-tiba, nyaris saja membuat Luna terkena serangan jantung. "YAKK!! RUSA CHINA, APA KAU SENGAJA INGIN MEMBUATKU MATI MUDA, EO?!" amuk Luna meluapkan emosinya.


Ken turun dari mobilnya lalu menuntun Luna untuk masuk ke dalam mobil dan duduk di jok samping kemudi. Wanita itu memalingkan muka dan tidak mau menatap suaminya.


"Aku sedang marah padamu, dan kau berusaha membujukku?! Jangan harap!! Selama satu Minggu kau tidak akan mendapatkan jatah dariku!!" Luna melipat tangannya dan langsung membuang muka.

__ADS_1


Ken memicingkan matanya. Seringai licik tampak di sudut bibirnya. "Kau serius?! HM, begitu rupanya. Kenapa aku merasa udara di sini tiba-tiba menjadi sangat panas ya." Ucap Ken lalu membuka kemeja yang membalut tubuhnya.


Dia mengambil kembali Vest V-neck abu-abu yang dia lepas sebelumnya lalu memakainya kembali sebagai luaran singlet putihnya. Ken tidak mengancingkan Vest itu sama sekali. Dia tau bagaimana menggoda dan membujuk Luna yang sedang marah.


Dengan kaku Luna pun menoleh. Susah payah dia menelan salivanya saat melihat bagaimana panasnya Ken saat ini. Dan dia semakin tak berdaya ketika melihat tribal yang menghiasi lengan kanan suaminya. Apa Ken sengaja ingin menggoda dirinya.


"Ken, a..apa yang kau lakukan? Ke..kenapa kau sampai melepas pakaianmu? Bukan, tapi menggantinya?" Luna bertanya dengan napas yang mulai tersengal-sengal. Ken benar-benar sialan, dia berani melakukan hal ini padanya.


Ken mengangkat bahunya acuh. "Tidak ada, bukankah sudah aku katakan sebelumnya. Udara hari ini lumayan panas dan aku sedikit kegerahan. Toh ini sudah di luar kantor, jadi aku rasa tidak ada masalah dengan hal ini." Tuturnya.


"Tidak ada masalah, tapi letak masalahnya ada padaku!! Kau sengaja kan melakukannya supaya aku tidak ngambek lagi?" Tebak Luna 100% benar.


"Tidak juga, bukankah kau bilang ingin marah?! Jadi marah saja, aku tidak melakukan untukmu," ucap Ken setengah menyeringai.


"Kau...!! Pria kejam. Sudahlah, lebih baik aku pergi jalan-jalan saja. Siapa tau aku nanti bisa bertemu daun muda, lumayan bisa diajak bersenang-senang." Ucap Luna sambil mengangkat bahunya.


Brugg...


"Aaahhh..." Luna memekik saat punggungnya berbenturan dengan jok mobil.


Ken menarik lengan Luna dan langsung menyerangnya di dalam mobilnya. Wanita ini sepertinya berubah untuk memprovokasinya dengan mengatakan akan mencari Duan muda (Berondong) dan kata-kata itu membuat Ken langsung terbakar cemburu.


Ken menyergap dan mel*mat bibir Luna dengan keras. Meskipun awalnya sangat terkejut dengan tindakan suaminya. Tapi sekarang Luna malah menerima ciuman itu dengan sangat baik.


Wanita itu menyeringai di tengah ciuman panas tersebut. Ken telah masuk ke dalam perangkapnya. Dan dia terjebak dalam umpan yang Luna ciptakan.


-


-


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2