PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Merindukan Ken


__ADS_3

Gemerisik kelopak sakura yang berguguran warnai heningnya malam, suara yang dihasilkan bernaung sejenak di indera pendengaran, membawa perasaan damai bagi setiap orang yang menikmatinya.


Tak terkecuali sosok gadis yang tengah menikmati lembutnya angin malam di beranda rumah itu. Cahaya bulan lebih terang malam ini.


Si gadis tengah duduk di beranda, lensa pengamatnya menerawang, ribuan manik-manik langit memainkan cahayanya yang benderang sembari helaian rambut diterbangkan dengan lembut. Duduk dalam diam, menikmati indahnya suasana malam ini.


Sayangnya dia hanya sendiri menikmati malam seindah ini, andaikan pria itu ada di sini, pasti dia tidak akan merasa sesepi ini.


Ia goyangkan kedua kakinya, kedua tangannya bertumpu di atas papan kayu yang juga menjadi penopang tubuhnya. Gaun tidur berwarna ungu yang membalut tubuh rampingnya terlihat bercahaya selagi purnama tidak segan-segan untuk membagi cahayanya untuk sang gadis.


Tak lama kemudian, sepasang lensa pengamatnya menutup, senyum yang menghiasi wajah cantiknya menambah keelokannya.


Tampak kolam kecil yang berada di depannya bergelimang akibat biasan sang bulan. Warna jingganya yang memesona pancarkan kesejukan, kian langit berubah keunguan dengan dekorasi hitam dan biru tua di mana-mana.


Manik putih di atas sana mengerlipkan cahayanya kepada makhluk hidup yang ada di bawah, mengundang gumaman terpesona kepada mereka yang melihatnya.


"Baik-baik di rumah selama aku tidak ada, jangan coba-coba untuk bermain belakang apalagi mengkhianati pernikahan kita. Sayang, aku pasti akan sangat merindukanmu,"


Sudah seminggu sejak hari itu.


Wajahnya kian memerah sembari dibukanya kedua mata, lalu menatap kembali lentera yang menyinari alam semesta. Benaknya mengiyakan bahwa ia masih belum bisa percaya jika akhirnya hatinya akan luluh pada pria itu, orang yang selalu membuatnya kesal.


Gadis cantik itu menggeleng, helai-helai rambut juga ikut menari-nari karena terpaan angin. Bunga-bunga di depan beranda kian larut semakin liar dibuat, sementara remang bulan purnama merambat berselimut mendung, membuat cahaya kian menghilang. Si gadis menatap sedih. Bulannya akan pergi.


"Kakak cantik, kenapa belum tidur dan malah melamun di sini?"


Perhatian gadis itu yang pastinya adalah Luna teralihkan oleh kemunculan Daniel. Luna tersenyum lebar lalu menempatkan Daniel disampingnya.


"Ini sudah malam tapi kenapa belum tidur?" alih-alih menjawab pertanyaan Daniel Luna malah balik bertanya.


"Daniel, tidak bisa tidur. Kakak cantik, Daniel sangat merindukan papa. Ini sudah 1 minggu, tapi kenapa papa belum pulang juga? Apa pekerjaan papa lebih penting daripada, Daniel?" Daniel merengutkan wajahnya, bahkan dia tidak secerah biasanya.

__ADS_1


Bukan hanya Daniel yang merindukan Ken, tetapi Luna juga. Luna merindukan segala hal yang ada pada diri Ken. Dan Luna benar-benar merasa kosong semenjak Ken pergi ke Inggris satu minggu lalu.


"Ini sudah malam, sebaiknya kita masuk dan tidur. Jika Daniel mau, malam ini kakak cantik akan tidur bersamamu, bagaimana?"


"Setuju!!" Daniel menjawab cepat. Tapi Kakak cantik tidak boleh pergi meskipun daniel sudah tidur."


Luna mengangguk. "Baiklah, kakak cantik berjanji. Ayo, kakak cantik akan menggendongmu."


🌺


🌺


Waktu London adalah pukul 14.30, yang artinya di tempat Luna saat ini sudah pukul 22.30 malam. Ken mengurungkan niatnya untuk menghubungi gadisnya itu karena kemungkinan Luna sudah tidur.


1 minggu tidak bertemu dengannya, membuat Ken teramat sangat merindukannya.


Dan selama di London, Ken jarang sekali memiliki waktu untuk menghubunginya. Dia disibukkan dengan berbagai pekerjaan, dan hampir tidak ada waktu untuk urusan pribadi.


Suara ketukan pada pintu mengalihkan perhatian Ken dari megahnya kota London. Lantas pria itu menoleh dan mendapati sang asisten menghampirinya.


"Presdir, ada jadwal rapat pukul lima sore dengan tuan Robert dari Long Group. Beliau ingin, pertemuan itu dilakukan secara tertutup, ada hal penting yang ingin beliau bahas hanya berdua saja dengan Anda."


"Suruh dia sendiri yang menentukan tempatnya," perintah Ken.


"Baik, Presdir. Kalau begitu saya permisi dulu."


Ting...


Sebuah pesan singkat masuk kedalam ponsel Ken. Pria itu kembali ke meja kerjanya, satu pesan masuk dari Luna. Gadis itu mengirimkan sebuah foto kebersamaannya dengan Daniel di tempat tidur.


"Rusa jelek, kapan kau pulang. Jika kau kelamaan di sana dan menjadi Bang Toyib, jangan salahkan aku jika akhirnya lebih memilih Daniel dari pada dirimu!!"

__ADS_1


Bukannya merasa kesal setelah membaca pesan itu, Ken malah terkekeh geli. Kemudian pria itu mengetik pesan balasan untuk Luna.


"Lakukan saja Jika kau berani, maka kau harus bersiap-siap untuk dimadu. Apalagi di sini, banyak sekali gadis cantik dan bertubuh molek. Jika hanya mendapatkan satu atau dua, tentu saja bukan masalah yang sulit bagiku!!"


Ken tidak tahu bagaimana ekspresi Luna saat ini. Dia berani bersumpah, jika gadis itu sedang menghujaninya dengan berbagai sumpah serapah.


Ting...


Sebuah pesan balasan kembali masuk ke ponsel Ken. Ken pun segera membuka dan membaca pesan tersebut. "Cari mati kau!! Lakukan saja jika berani. Kupastikan saat kembali, statusmu sudah menduda!!!"


Lagi-lagi Ken hanya terkekeh membaca pesan balasan dari Luna. Dia tahu itu hanya gertakan saja, karena Ken tau Luna sangat mencintainya. Ken kembali mengetik pesan singkat untuk Luna.


"Tunggu aku, Sayang. Lusa aku pulang, untuk itu kau harus persiapkan diri mulai dari sekarang. Karena saat aku kembali nanti, kupastikan kau akan menjadi milikku seutuhnya. Kita akan melakukan malam pertama kita yang tertunda!!"


Setelah mengirim pesan singkat tersebut, lalu Ken meletakkan ponselnya di atas meja. Kemudian pria itu bangkit dari duduknya dan bersiap untuk bertemu dengan rekan kerjanya. Ken tidak bisa menyia-nyiakan waktu, karena waktu lebih penting daripada uang.


🌺


🌺


Berbagai ekspresi menghiasi wajah cantik Luna, ketika dia bertukar pesan dengan Ken. Mulai dari cemberut sampai senyum manis yang kini menghiasi wajah cantik itu. Entah kenapa dia begitu bahagia ketika tau jika lusa Ken akan pulang. Dan rasanya Luna sudah tidak sabar menunggu prianya itu pulang.


Tapi rona merah juga tampak di kedua pipi Luna ketika Ken memintanya untuk mempersiapkan diri. Itu artinya dia akan melakukan sesuatu padanya ketika kembali nanti, dan Luna sudah siap. Dia sudah siap untuk menjadi milik Ken seutuhnya, karena dengan begitu hanya dia yang bisa memiliki Ken.


Kemudian Luna meletakkan ponselnya dan berbaring kembali di samping Daniel. Seulas senyum tipis tersungging menghiasi wajah cantiknya. Dia akan menunggu lusa dengan sabar. Dan mungkin saja Ken juga membawakan sesuatu untuknya, oleh-oleh.


Dan tidak sampai 5 menit. Luna sudah pergi ke alam mimpinya. Dan dia berharap bisa bertemu dengan Ken di dalam mimpinya tersebut.


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2