PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Aku Ingin Kau Memasuki Ku!!!


__ADS_3

Kepulangan Ken disambut pelukan dan ciuman oleh Luna. Suaminya itu pergi hampir seharian, dan pulang menjelang petang. Luna tidak bertanya Ke mana perginya pria itu karena salah seorang anak buah Ken memberi tahu segalanya.


Luna membantu Ken melepas jasnya lalu meletakkan di atas tempat tidur. "Bagaimana hasilnya, apakah sudah berhasil mengungkap dan menemukan dalang dibalik kematian keluarga mu?" tanya Luna.


Ken menggeleng. "Dia lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri, daripada memberitahuku!!"


"Lalu bagaimana dengan wanita yang Kau jadikan sandera, apa dia memilih mati juga melihat suaminya mati?" tanya Luna penasaran.


Ken menggeleng. "Di luar dugaan, dia malah berterima kasih padaku. Menurutnya, suaminya itu sangat kejam. Dia memang menyayanginya, tapi ketika marah selalu melampiaskan kemarahannya pada istrinya." Tutur Ken panjang lebar.


"Saat ini dia sedang bebas?" Ken mengangguk. Luna menghela nafas panjang. Sekarang juga aku yang merasa tidak senang. Bagaimana jika dia tiba-tiba datang mencarimu ingin merebutmu dariku?! Membayangkannya saja sudah membuatku kesel sendiri." ujar Luna menyampaikan ketakutannya.


Ken tertawa geli. Bagaimana bisa Luna berpikir seperti itu. "Dasar kau bagaimana kau bisa memiliki pemikiran seperti itu?"


Ken mendekatkan wajahnya, lalu membawa bibir Luna dalam pagutan panjang yang memabukkan.


Sebelah tangan Ken memeluk pinggang Luna, tangan satu lagi menekan kepala belakangnya dan semakin memperdalam ciumannya. Luna yang tidak mau kalah, memeluk leher suaminya dan membalas ciuman Ken.


Luna mencoba mengambil alih ciuman tersebut, sayangnya Ken tidak membiarkannya. Ken tidak suka diinvasi apa lagi didominasi. Itulah kenapa dia tidak mengijinkan Luna mengambil alih ciuman tersebut.


Ciuman mereka semakin lama semakin menuntut. Ken terus mel*mat dan memagut bibir Luna atas bawah bergantian.


Tak ingin jatuh karena kekuatan kakinya yang semakin menipis, Luna mengeratkan pelukannya pada leher Ken. Kekuatan kakinya hanya tinggal beberapa persen lagi, dan nyaris bertranformasi menjadi jelly.


Ken yang menyadari hal itu segera merubah posisi mereka. Ken mengangkat tubuh Luna bridal style lalu membaringkannya di atas tempat tidur dengan dia menindihnya. Ciuman mereka tetap berlanjut, dan kali ini turun menuju leher jenjang Luna yang putih mulus tanpa noda sedikit pun.


Beberapa tanda kepemilikan yang Ken tinggalkan di leher dan dada Luna menjadi bukti nyata jika Luna hanya miliknya. Dan permainan mereka berlanjut


Ke jenjang yang lebih serius.


Satu persatu kain yang membalut tubuh Luna, Ken tanggalkan dari tubuh wanita itu. Menyisakan br* hitam dan kain tipis yang menutupi area sensitifnya.

__ADS_1


"Uhhh, berhenti menatapku seperti itu, Ken."


"Kau sangat luar biasa, Sayang. Dan ku pastikan, kau akan siap dalam beberapa menit."


"Kalau begitu, aku membutuhkanmu di dalam diriku saat ini juga, Ken."


Ken menyeringai "Kenapa kau begitu tidak sabaran, Sayang. Aku masih ingin menikmati mu, sebelum melahap habis dirimu!!" Ujar Ken.


"Kenapa kau begitu suka menggodaku, Ken. Lihatlah, di sini sudah basah." Luna menunjuk bagian bawahnya yang telah basah dan lembab sejak Ken pertama kali mencumbunya.


Ken menarik kain tipis yang menjadi pelindung area sensitif Luna dan membuangnya begitu saja melewati bahunya."Ahhh..." Luna menjerit, mend*sah ketika Ken menggesekkan jarinya di bagian sensitifnya yang telah basah.


Ken membuka lebar-lebar kaki Luna, lalu menempatkan kepalanya di antara kedua pahamnya. "Aaahh..." dan Luna menjerit untuk kedua kalinya ketika lidah Ken menelusup masuk ke dalam Miss Luna yang penuh cairan kenikmatan itu.


Luna mengangkat sedikit kepalanya dan memperhatikan Ken yang tengah melihatnya di bawah sana. Terlihat luar biasa, entah kenapa Luna sangat menyukai pemandangan semacam itu.


Setelah puas, Ken menarik dirinya dan kembali ke posisi semula. Ken membenamkan kembali bibirnya pada bibir Luna, dan mel*matnya seperti tadi. Sehingga Luna bisa merasakan cairan miliknya sendiri.


Dan selanjutnya, tanpa dijelaskan pun semua orang sudah tahu. Apa yang pasangan suami istri itu lakukan, merubah malam yang terasa dingin orang bagi orang lain, menjadi panas dan menggairahkan bagi mereka berdua.


-


-


Percintaan mereka sudah berakhir sejak tiga puluh menit yang lalu. Saat ini Ken sedang duduk sendiri di ruang keluarga sambil menikmati segelas wine. Sedangkan Luna sudah terlelap sejak percintaan mereka berakhir.


Ken mengangkat wajahnya setelah mendengar derap langkah kaki seseorang yang datang. Seorang pria berpakaian formal terlihat menghampirinya.


"Tuan, ini informasi yang anda minta,"


Ken mengambil berkas yang pria itu berikan lalu membaca isinya. "Aku sudah membukanya, bawa dia ke hadapanku dalam keadaan hidup-hidup!!" perintah Ken pada pria itu.

__ADS_1


Pria itu membungkuk. "Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu," ucapnya lalu meninggalkan Ken begitu saja.


Ken kembali menyesap wine nya. Sorot matanya berubah dingin dan tajam. "Tama Zhao, aku tidak akan melepaskan-mu dan seluruh keluargamu jika kau benar-benar terlibat dalam kecelakaan itu!!" Ujar Ken dengan mata berkilat tajam.


Kedua tangan Ken terkepal kuat. Sudah mulai ada titik terang, tentang tragedi kecelakaan yang menimpa seluruh keluarganya.


-


-


"Tuan Zhao,"


Langkah pasangan suami istri itu terhenti setelah mereka mendengar seruan seorang wanita yang memanggil nama marga Ken. Mata Luna memicing melihat kedatangan wanita asing tersebut.


"Ken, siapa dia? Dan bagaimana dia bisa mengenalmu?" tanya Luna meminta penjelasan.


"Dia adalah wanita yang aku ceritakan semalam, dan aku tidak tahu untuk apa dia mencariku?!" jawab Ken.


Mood Luna hancur berantakan karena datang wanita itu. "Siapa kau, dan Ada perlu apa dengan suamiku?" tanya Luna to the poin.


Wanita itu menatap Luna dengan sinis. "Maaf ya, Nona. Aku tidak ada urusan denganmu. Urusanku dengan Tuan Zhao!!" ucapnya ketus. Mimik wajahnya berubah ketika menatap Ken. "Tuan Zhao, apa malam ini Anda ada waktu? Jika tidak keberatan, saya ingin mengundang Anda untuk makan malam."


"Dia sibuk, dan tidak ada waktu untuk meladeni mu!! Jika ingin makan malam, sebaiknya cari pria lain saja, jangan pernah mengganggu suamiku!!" tegas Luna angkat bicara.


"Aku tidak butuh jawaban darimu, karena yang aku undang adalah Tuan Zhao, bukan kau!! Tuan Zhao, bagaimana jawaban anda?" wanita itu menatap Ken penuh harap.


"Cari orang lain saja, aku sibuk!! Luna, ayo!!" Ken merangkul bahu Luna, dan keduanya berjalan beriringan meninggalkan wanita itu.


Luna menoleh kebelakang dan menjulurkan lidahnya pada wanita tersebut. Seringai tampak jelas di wajah cantiknya, dia di lawan. Jelas lah, Ken lebih memilih dirinya dibandingkan wanita tidak jelas itu.


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2