
"HAHAHA!!!"
Sepanjang perjalanan pulang, Luna tak henti-hentinya tertawa, hingga memunculkan sebuah tanda tanya besar dibenak Ken. Ken mengalihkan pandangannya, dan menatap gadis itu penuh tanya.
"Memangnya apa yang membuatmu segirang ini, hem?" tanya Ken penasaran.
"Mantan istrimu, kau lihat ekspresinya tadi? Itu sangat menggemaskan, rasanya aku puas membuat wanita itu kesal. Siapa suruh dia berani mencari masalah denganku." Ujar Luna.
Ken tersenyum, jari-jari besarnya mengusap kepala coklat Luna. "Aku bangga padamu, kau begitu berani," ucap Ken dengan senyum yang sama.
"Aku pikir kau akan marah dan tersinggung, karena mantan istrimu aku perlakukan seperti itu!!" ucap Luna menimpali.
Ken memicingkan matanya. "Memangnya untuk apa aku tersinggung, siapa dia?! Jika kau yang diperlakukan seperti itu, baru aku tersinggung." jawab Ken sambil mencolek ujung hidung mancung Luna.
"Kenapa?" Luna menatap Ken penasaran.
"Bukankah jawabannya sudah jelas, karena Kau Istriku, Luna Zhao!!"
Blushh....
Muncul rona merah di pipi Luna, setelah mendengar apa yang Ken katakan. Bagaimana bisa pria itu mengatakan omong kosong, memangnya Sejak kapan pria dingin seperti Ken bisa menggombal.
"Hentikan!!! Jangan mengatakan omong kosong lagi, itu tidak sesuai dengan sifatmu!!"
Lagi-lagi Ken hanya terkekeh mendengar apa yang Luna katakan. Dan selanjutnya kebersamaan mereka hanya diselimuti keheningan, tidak sepatah kata pun keluar dari bibir Ken maupun Luna. Keduanya pada kesibukan masing-masing.
🌺
🌺
"Aaarrrkkhhh!!! Brengsek, sialan kau Ken Zhao!! Bagaimana bisa kau begitu mudahnya mendapatkan pengganti diriku?! Aku tidak terima, pokoknya aku tidak terima!!"
Ilona marah besar mengetahui jika Ken telah beristri lagi, apalagi pria itu begitu mencintai istrinya itu. Cara Ken memperhatikan dia, sangat berbanding terbalik dengan sikapnya saat masih bersamanya dulu.
Meskipun bertahun-tahun menikah dan tinggal di satu atap yang sama sebagai suami istri, tapi tak sekalipun Ken mau menyentuh dirinya apalagi bersikap hangat padanya. Ken selalu dingin, dan hanya berbicara seperlunya.
__ADS_1
Tapi yang Ilona lihat hari ini, sungguh sangat menyesakkan dada. Karena Ken begitu baik dan hangat pada istrinya itu. Selama mereka menikah, tak sekalipun Ken pernah menghawatirkan dirinya. Dan itulah yang membuat Ilona sangat marah.
"Ilona, Apa yang kau lakukan dengan kamarmu?! Kenapa bisa berantakan seperti ini?!" tegur seorang wanita setengah baya.
"Diam!! Memangnya siapa yang meminta Bibi untuk bicara!!" bentak Ilona. "Sebaiknya Bibi keluar, daripada membuat moodku semakin buruk!!" ilona mendorong wanita yang dipanggil Bibi itu, lalu mengunci pintu kamarnya.
Gyuttt...
Kedua tangan Ilona terkepal kuat, sepasang biner hitamnya berkilat tajam. Dia bersumpah, dan akan menghalalkan segala cara untuk memisahkan Ken dan Luna.
🌺
🌺
Ken menghentikan Mobilnya di halaman luas Mansion mewahnya. Pria itu turun lebih dulu, lalu berjalan memutar untuk menghampiri Luna yang duduk kursi kemudi.
Ken mengangkat Luna bridal style lalu membawanya masuk ke dalam. Tidak seperti dulu, sekarang Luna tidak lagi merasa canggung ataupun malu meskipun dilihat banyak pasang mata. Luna sudah terbiasa, dengan hal seperti itu.
"Pa, apa yang terjadi pada Kakak cantik?" Daniel menghampiri sang ayah yang baru saja pulang dengan membawa Luna di gendongannya.
"Kakak cantikmu mengalami kecelakaan, tapi untungnya lukanya tidak fatal." jawab Ken.
"Bocah!! Jangan bicara sembarangan jika tidak ingin Papa sampai menghukummu!! Sebaiknya kembali ke kamarmu, dan pergi belajar. Atau Papa tidak akan memberimu uang jajan jika nilaimu sampai buruk!!" ancam Ken bersungguh-sungguh.
Daniel menghentakkan kakinya kesal. "Papa jahat, dasar bucin, dasar bucin!! Menyebalkan!!" Daniel berlari meninggalkan Ken dan Luna begitu saja. Ken menghela nafas panjang, menghadapi Daniel memang membutuhkan kesabaran.
Kali ini Luna Tidak berkomentar sama sekali, gadis itu hanya mendengus mendengar dan melihat perdebatan ayah dan anak tersebut.
Bagi yang tidak terbiasa, hal semacam itu tentulah sangat aneh. Tetapi tentu saja tidak bagi yang sudah terbiasa tinggal dan hidup bersama mereka berdua. Meskipun Ken dan Daniel sering terlibat perdebatan konyol, tapi mereka saling menyayangi dan mengasihi.
-
Ken menurunkan Luna di atas tempat tidurnya dengan hati-hati. Kemudian pria itu beranjak untuk mengambil kotak P3K, meskipun hanya memar kecil tapi kening dan pergelangan kaki Luna tetap harus diobati.
"Ahhh.. Ken, pelan-pelan!!"
__ADS_1
Ken menghentikan gerakan tangannya dan menatap Luna sedikit datar. "Pelan-pelan bagaimana, lah kan aku belum menyentuh lukamu!!"
"Eh, benarkah? Hahaha, maaf aku hanya terlalu Parno." luna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ken mendengus. Dengan gemas dia menyentil kening Luna yang tampak memerah. Alhasil gadis itu pun langsung berteriak kesakitan.
"Appooo...!! Ken Sakit!!" jerit Luna histeris.
"Siapa suruh kau asal bicara." Jawab Ken seraya mengoleskan salep luka pada memar itu. Kali ini dengan hati-hati.
Pekerjaan Ken pun selesai. Memar di kening dan pergelangan kaki Luna sudah diobati. Tidak perlu diperban, karena hanya luka ringan saja.
Luna mengerutkan keningnya melihat tatapan Ken yang begitu serius. "Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Luna, dia merasa risih dan juga gugup karena ditatap seperti itu oleh Ken.
"Sebenarnya kau tadi ingin pergi ke mana, Luna? Dan bagaimana bisa kau sampai mengalami kecelakaan?" tanya Ken meminta penjelasan.
Alih-alih menjawab, luna malah memanyunkan bibirnya."Dasar menyebalkan!! Kau juga berperan penting pada apa yang menimpaku ini!!" ucapnya.
Ken mengerutkan dahinya. "Kenapa aku, memangnya apa yang sudah aku perbuat padamu?" tanya Ken meminta penjelasan.
"Kenapa kau tidak pernah memberitahuku jika mantan istrimu akan kembali, kau bilang hanya mencintaiku, tapi malah merahasiakan hal sebesar ini dariku!!" ujar Luna sambil mempoutkan bibirnya.
Ken mendengus geli. "Heh, jadi ada cemburu." sebuah seringai tampak di sudut bibir Ken. Lalu sebuah ide jahil muncul di benak Ken. Sepertinya menggoda Luna akan sedikit menyenangkan. "Ya, aku memang sengaja tidak memberitahumu. Karena aku takut akan terjadi perang dunia ke-3 jika kau dan dia Sampai bertemu."
"A..Apa maksudmu?!" Luna penjelasan.
"Karena aku tidak bisa memilih antara kau dan dia. Kalian berdua sama-sama berartinya untukku. Jadi aku tidak ingin kehilangan kau dan dia. Dan asal kau tahu saja, aku bersikap kasar tadi hanya pura-pura saja. Sebenarnya aku tidak tega, tapi mau bagaimana lagi." Ujar Ken sambil mengangkat bahunya.
"KEN, KAU~!!!"
"Hahaha..." Tawa Ken pecah seketika. Luna percaya dengan apa yang dia katakan. Kemudian Ken menarik Luna yang berkaca-kaca ke dalam pelukannya.
"Dasar bodoh!! Tentu saja tidak, hanya kau satu-satunya yang aku cintai. Kau tidak perlu meragukan perasaanku padamu, karena aku sungguh-sungguh mencintaimu."
Luna memukul dada Ken dengan brutal."Dasar menyebalkan!! Aku membencimu, Ken Zhao!!" Ucap Luna lalu membalas pelukan Ken. Ken menarik sudut bibirnya, ia memeluk Luna dengan erat.
__ADS_1
-
Bersambung.