
Rasanya Luna masih tidak percaya Jika dia telah menyerahkan semuanya pada Ken. Apa yang terjadi semalam antara dirinya dan pria itu seperti mimpi. Tapi sayangnya apa yang terjadi semalam bukanlah mimpi. Ya, karena dia dan Ken telah menyelesaikan malam pertamanya yang tertunda selama dua bulan.
Cklek...
Suara decitan pintu kamar mandi yang dibuka membuat luna terkesiap. Wanita itu mengangkat wajahnya, dan mendapati Ken keluar dari dalam sana hanya berbalut handuk yang melingkari pinggulnya.
Buru-buru Luna menutupi tubuhnya dengan selimut sampai sebatas hidung. Wajahnya memerah padam, melihatkan yang setengah telanjang, membuat Luna teringat dengan apa yang mereka lakukan semalam.
"Ke..Kenapa kau menatapku seperti itu?" ucap Luna terbata-bata.
Ken menyeringai. Dengan langkah tenang dia menghampiri wanita nya itu. Seringai tampak tercetak di sudut bibirnya. "Udara pagi ini sangat dingin, bagaimana jika kita lanjutkan yang semalam?" bisiknya menggoda.
"Jangan macam-macam, atau ku bunuh kau!!" ancam Luna sambil mengacungkan sebuah bantal pada Ken yang hanya terkekeh geli. Dia tidak merasa terancam sama sekali.
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan, hm?! Bahkan berjalan saja sekarang kau tidak bisa. Seharusnya kau bersyukur, Sayang. Karena kau adalah orang pertama yang merasakan bagaimana hebatnya senjataku ini." Ujar Ken lalu mengecup singkat bibir Luna
Jika dia yang pertama. Itu artinya Ilona belum pernah berhubungan badan dengan pria di depannya ini dong?! Sungguh betapa beruntungnya Luna, meskipun dia duda tapi rasanya masih perjaka. Dan lebih hebatnya lagi dia tidak makan sisa orang.
Tiba-tiba Luna mendekati Ken lalu memeluk lehernya. Seringai menggoda tampak pada bibir ranumnya. "Bagaimana kau bisa mengatakan jika aku ini adalah milikmu, sedangkan tanda kepemilikan yang kau tinggalkan hanya ada di area tertutup saja. Seharusnya kau menandaiku di tempat yang lebih terbuka." Ujar Luna sambil menunjuk lehernya.
Seringai Ken terurai semakin lebar. Lalu dia mendekatkan bibirnya ke arah leher Luna lalu menghisapnya dengan keras. Kesempatan itu tak lantas Luna sia-siakan begitu saja, wanita itu mengambil ponselnya untuk mengabadikan apa yang Ken lakukan ini. Rencananya Luna ingin memamerkannya pada Ilona.
"Ahh, Ken. Jangan terlalu keras menghisapnya. Sa..Sakit!!"
Ken melirik Luna dari ekor matanya. "Tapi terasa nikmat bukan? Aku harap kau menikmatinya, Sayang." Ucap Ken lalu memagut bibir Luna. Luna masih merekamnya dalam sebuah video, dia ingin memberikan tontonan yang bagus pada mantan istri dari suaminya itu.
Setelah dirasa sudah cukup. Kemudian Luna mendorong Ken menjauh darinya. "Sudah cukup, Ken. Lama-lama aku bisa berubah jadi Vampir jika kau menghisap ku terlalu lama!!" Ucap Luna memaksa Ken menjauh.
__ADS_1
"Kenapa kau takut, bukankah kau sendiri yang memaksaku untuk memberimu ****** di sini!!" Ucap Ken lalu mencium leher jenjang Luna yang terbuka.
"Aaahh... Ken, hentikan. Ahhh... Cukup Ken, ahhh.. Sudah cukup. Uhhh, kau membuatku... Ahhh, basah lagi." Rancau Luna sambil terus mencengkram rambut Ken.
"Nikmati saja, Sayang. Aku yakin kau juga menginginkannya lagi bukan. Bercinta saat pagi hari bisa membuat tubuh lebih bugar dan otak lebih encer. Satu lagi, sering-sering bercinta juga bisa membuat kulitmu menjadi lebih halus dan bersinar." Ujar Ken sambil terus mengecupi leher jenjang Luna.
"Konyol!! Kau mendapatkan istrilah itu dari mana? Ken, sudah cukup!! Ken..." Rengek Luna memohon.
"Baiklah-baiklah... Kenapa kau begitu menggemaskan, hm. Aku mandi dulu, kau ingin sarapan dibawah atau di sini saja?"
"Di sini saja. Aku terlalu malas untuk pergi dari kasur ini."
Ken tersenyum lalu mengangguk. "Baiklah."
Setelah berpakaian lengkap. Ken pergi ke bawah untuk sarapan. Meninggalkan Luna sendirian di kamar. Gadis itu kembali berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut sampai sebatas dada. Lagi-lagi dia teringat apa yang dilakukannya bersama Ken semalam.
"Aaarrrkkhhh... Luna William, apa yang sebenarnya kau pikirkan?!" Teriak Luna setengah frustasi. "Ken Zhao, kau benar-benar membuatku gila!!"
🌺
🌺
Ilona mendatangi kediaman Zhao dengan begitu semangat. Ditangannya menenteng sebuah paper bag besar yang di dalamnya berisi gaun pengantin dan setelan jas milik Ken. Ilona akan mengajak Ken untuk rujuk kembali.
"Nyonya, maaf. Tapi Tuan Muda tidak mengijinkan Anda untuk masuk." Salah seorang bodyguard menghalangi Ilona untuk masuk ke dalam.
Ilona yang tersinggung langsung menampar pria di depannya itu. "Lancang!!! Berani sekali kau menghalangiku untuk masuk ke dalam rumahku sendiri?! Bagaimana pun juga aku masih nyonya besar di rumah ini!!!"
__ADS_1
"Orang gila dari mana yang datang pagi-pagi dan membuat keributan di rumah orang lain?!" Sahut seseorang dari dalam. Ilona mengalihkan pandangannya, kedua matanya membelalak saking kagetnya.
"Nenek tua, apa yang kau lakukan di sini?!"
"Ini adalah rumahku. Aku adalah Nyonya Besar di rumah ini, jadi tentu saja aku ada di sini. Dan kau ular betina berkepala domba, sebaiknya segera pergi dari sini, karena kedatanganmu tidak diharapkan di rumah ini!!!"
"Brengsek kau Nenek Tua!!! Aku adalah Istri Ken, dan kami akan segera rujuk kembali. Jadi kau tidak memiliki hak untuk melarang ku! Minggir, dan jangan halangi jalanku!!" Ilona mendorong Nenek Zhao lalu nyelonong masuk ke dalam.
Wanita tidak tau malu itu lalu memanggil-manggil nama Ken. Dan senyum lebar di bibirnya melebar ketika melihat orang yang dia cari sedang duduk di meja makan bersama putra kecilnya.
"Ken," seru Ilona lalu berhambur memeluk pria itu."Ken, aku sangat merindukanmu." Ucap Ilona sambil mengeratkan pelukannya.
Ken yang merasa terganggu segera mendorong tubuh Ilona dan membuatnya menjauh darinya. "Jangan sembarangan menyentuhku dengan tangan kotormu itu!!" Sinis Ken lalu mengelap tubuhnya yang di pegang Ilona dengan tisu. Seolah-olah Ilona adalah manusia menjijikkan.
"Bibi, kenapa kau datang ke rumah ini dan membuat keributan?! Sebaiknya kau pulang saja, karena kedatanganmu tidak diharapkan di sini!!" seru Daniel ikut angkat bicara.
Lalu pandangan Ilona bergulir pada bocah laki-laki itu. "Daniel, Sayang. Aku ini adalah Mamamu, Mama kandungmu, orang yang sudah melahirkan mu. Kenapa kau bersikap sekasar ini pada Mama, Nak? Kau membuatku sedih," Ilona pura-pura menangis dan bersedih.
Jika dia tidak bisa mengendalikan Ken. Maka Ilona akan menggunakan Daniel sebagai senjata utamanya. Daniel adalah bocah polos yang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Hanya perlu mencuci sedikit otaknya, maka dia bisa mencapai tujuannya.
"Wanita ******, kali ini kau akan hancur!!"
-
-
Bersambung.
__ADS_1