
Ken dan asisten pribadinya tiba di sebuah restoran yang berada di pusat kota London. Di sana, Ken hendak bertemu dengan klien bisnisnya. Ken tidak tahu apa alasan pria berkebangsaan asing itu ingin menemuinya secara pribadi.
Di dalam ruang VIP, orang itu sudah menunggu kedatangan Ken. Dia hanya sendiri, karena asisten pribadinya menunggunya di luar ruangan.
"Silahkan duduk, Tuan Zhao. Anda ingin memesan apa, biar saya yang membayar untuk Anda." Ucap pria itu mempersilahkan dan menawarkan. Meskipun dia berkebangsaan asing, namun pria bernama Robert itu sangat fasih berbahasa Korea.
"Langsung saja pada intinya, Tuan Valentino!!" pinta Ken tanpa basa basi.
Pria bermarga Valentino itu lantas mendesah berat. Ternyata benar rumor yang dia dengar selama ini. Ken bukanlah tipe pria yang suka basa-basi.
"Tuan Zhao, sebenarnya saya ingin meminta bantuan pada Anda. Ini sedikit pribadi, jadi saya meminta untuk bertemu di sini." Ucap pria bernama Robert Valentino tersebut.
"Memangnya bantuan seperti apa?" Tanya Ken lagi.
"Saya memiliki seorang putri yang terpisah sejak kecil, menurut informasi terbaru yang kudengar, saat ini dia berada di Korea. Bisakah Tuan Zhao membantu saya menemukannya? Memang tidak banyak informasi yang saya miliki tentangnya. Tapi dari informasi yang kudapatkan, mantan istri saya itu menikah dengan pria bermarga William dan buah cinta kami di rawat olehnya."
"Tapi wanita itu meninggal beberapa tahun yang lalu. Dan mantan suaminya kemudian menikahi saudari kembarnya. Hanya itu yang saya ketahui. Saya mohon dengan sangat, Tuan Zhao. Tolong bantu saya menemukan putri saya yang hilang."
Mendengar apa yang Tuan Valentino katakan membuat Ken terdiam. Entah kenapa sebagian kisah itu sangat mirip dengan Luna, Ibunya meninggal kemudian ayahnya menikahi saudari kembar sang ibu. Dan yang lebih mencengangkan lagi, nama marga suami kedua ibunya adalah William.
Dan kemungkinan besar orang yang tuan Valentino cari adalah Luna. Tapi Ken tidak bisa asal menyimpulkan sebelum menemukan kebenarannya.
"Saya tidak bisa berjanji, Tuan Valentino. Tapi akan saya usahakan untuk menemukan putrimu yang hilang!!!"
Robert Valentino menatap Ken penuh haru. Dan berkali-kali dia mengucapkan terimakasih padanya. Meskipun belum pasti, setidaknya ada peluang untuk bisa menemukan putrinya yang hilang.
"Terimakasih, Tuan Zhao. Bantuan Anda sangat berarti bagi saya. Pesanannya sudah tiba, mari kita makan malam sekarang sebelum semua makanan-makanan ini berubah dingin." Ucap Tuan Valentino yang kemudian di balas anggukan oleh Ken.
🌺
🌺
__ADS_1
Luna dan kedua sahabatnya memasuki sebuah pusat perbelanjaan, hari ini adalah hari Rabu kan mall sedang mengadakan sale besar-besaran. Dan jika bukan karena kedua sahabatnya itu, tidak mungkin Luna berada di tempat ini.
Sunny dan Chia menarik Luna untuk mengantri di depan butik langganan mereka, Sunny dan Chia selalu datang ke butik ini Ketika hari Rabu dan akhir pekan.
"Ayolah, Lun. Kau harus semangat, kapan lagi kita bisa mendapatkan barang branded dengan harga terjangkau kalau bukan hari ini." Ucap Sunny si gila fashion.
Luna mendesah berat. "Jangan samakan aku dengan kalian berdua!! Karena aku bukan penggila fashion seperti kalian berdua!!!" jawab Luna menegaskan.
"Sudah-sudah kalian berdua, jangan berdebat lagi. Sebentar lagi putiknya akan segera dibuka, kita harus bisa sampai di dalam lebih dulu supaya bisa mendapatkan barang-barang yang bagus!!" kata Chia menengahi.
"Kalian berdua saja, aku tidak berminat," ucap Luna dan meninggalkan mereka begitu saja.
"Yakk!! Luna William, kau mau kemana?!" teriak Sunny dan Chia namun dihiraukan oleh Luna.
Tapp...
Luna menghentikan langkahnya saat sepasang biner Hazel nya tanpa sengaja melihat deretan lingerie terpajang di sebuah toko yang hendak dia lewati. Sebuah lingerie berwarna merah entah kenapa begitu menyita perhatiannya, seolah memanggil Luna untuk memilikinya. Luna membayangkan memakai lingerie itu ketika Belah Duren dengan Ken.
Kata orang, memakai aksesoris atau pakaian berwarna merah ketika hendak bercocok tanam akan membuat suami lebih berg@irah. Tapi Luna tidak tahu apakah itu benar atau tidak, karena dia belum pernah berhubungan b@dan sebelumnya.
"Sial, ada apa denganku?! Kenapa aku tidak bisa berhenti memikirkan tentang bercocok tanam?! Kata-kata Ken benar-benar beracun!! Ken Zhao, kau sungguh hebat!!"
Kemudian Luna melangkahkan kakinya memasuki toko tersebut. Hati kecilnya terus mendorong dirinya untuk membeli lingerie tersebut.
Setelah mendapatkan Lingerie model mengerikan itu. Luna pun melenggang keluar meninggalkan toko. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan jika tidak ada orang yang melihatnya keluar dari toko yang hanya menyediakan lingerie dan gaun tidur super sexy.
"Gila, sebenarnya ada apa denganku?! Kenapa aku malah membeli kain mengerikan berharga fanfastis ini?!" Heran Luna sambil mengangkat bingkisan di tangannya.
Buru-buru Luna meninggalkan pusat perbelanjaan. Bahkan dia tidak menghiraukan Chia dan Sunny yang saat ini sedang asik berburu barang-barang incaran mereka. Dia hanya ingin segera pulang kemudian bernama di dalam air yang penuh bunga 7 rupa, supaya otaknya yang mulai tidak beres kembali bersih.
🌺
__ADS_1
🌺
Ilona memasuki sebuah butik yang hanya menyediakan gaun dan setelan jas pengantin. Wanita itu telah memesan gaun dan setelan jas yang rencananya akan dia pakai nanti. Ilona ingin memperbaiki hubungannya dengan Ken yang telah hancur dengan mengajaknya menikah kembali.
Seorang desainer mengeluarkan gaun yang Ilona pesan. "Ini pesanan Anda, Nona Im. Bagaimana menurut Anda, apa Anda menyukainya?"
Ilona tersenyum puas. "Ini sangat sempurna. Aku menyukainya, kau memang tidak pernah mengecewakanku. Calon suamiku pasti akan sangat terpesona padaku ketika aku memakai gaun ini." Ucapnya dengan senyum yang sama.
"Apa Anda tidak ingin mencobanya terlebih dulu?" tanya desainer itu.
Ilona menggeleng. "Tidak usah, langsung bungkus saja. Aku akan langsung membawanya pulang. Sekalian aku bayar gaun dan setelan jas ini." Ucap Ilona sambil menyerahkan sebuah card pada desainer tersebut.
"Baiklah, Nona."
Ilona menatap gaun dan setelan jas itu lalu menyeringai licik. "Ken Zhao, kali ini kau tidak akan bisa menolakku lagi!!"
🌺
🌺
"Aaarrrkkhhh!!! Kenapa pakaian ini begitu mengerikan!!!" Luna melepas kembali lingerie itu lalu melemparnya ke tempat sampah. Namun beberapa detik kemudian dia Punggur kembali. "Sayang jika di buang. Kain Sialan ini terlalu mahal untuk ditelantarkan." Ucap Luna sambil membersihkan lingerie tersebut.
Luna hendak membuangnya. Tapi hatinya merasa tidak tega. Meskipun terhitung minim bahan, tapi Guan malam super itu begitu mahal harganya. Sampai-sampai ingin membuat Luna menjerit ketika membayarnya di kasir.
"Sialan kau, Ken Zhao!! Lihat saja setelah kau pulang nanti, aku pasti akan membunuhmu!!!"
"Benarkah?! Aku pikir kau akan langsung membuka lebar-lebar kedua kakinya!!" Sahut seseorang dari belakang.
Kedua mata Luna sontak membelalak mendengar suara yang begitu familiar itu. Gadis itu berbalik dan... "Ken Zhao!!!"
-
__ADS_1
-
Bersambung.