
Viona dan Kevin berjalan beriringan memasuki sebuah gedung pesta. Semua tamu undangan yang datang membawa pasangan masing-masing, dan untungnya Viona membawa Kevin untuk ikut bersamanya. Karena jika tidak, pasti cuma dia sendiri yang tidak berpasangan.
Ini adalah acara tahunan. Viona selalu diundang ke acara tersebut oleh teman satu kampusnya. Bukan hanya Viona saja, tapi hampir semua teman kampusnya juga datang di pesta tersebut.
"Kau harus bekerjasama dengan baik, jangan sampai mempermalukan ku," bisik Viona ketika mereka memasuki aula pesta.
"Bukan masalah, asalkan imbalannya setimpal." Kevin menyeringai.
Rasanya Viona ingin memukul Kevin dengan sepatunya mendengar apa yang dia katakan dan melihat seringai dibibir Kiss Ablenya. Kenapa dia selalu mengambil keuntungan darinya, pikir Viona.
"Jangan macam-macam jika kau tidak ingin mati secara mengenaskan!!" Ujar Viona setengah berbisik.
Sesekali Viona tersenyum dan balas menyapa teman-teman lamanya. Dia dan Kevin kemudian berpisah karena Viona hendak pergi ke toilet. Sambil menunggu Viona, Kevin pergi mengambil minuman, dan saat itu ada seorang perempuan yang tiba-tiba menghampirinya.
"Hai, sendirian saja. Aku belum pernah melihatmu sebelumnya, apa kau alumni dari kampus kami?" Perempuan itu mencoba berbasa-basi dengan Kevin, tapi disikapi dingin oleh pemuda itu.
Perempuan itu sedikit jengkel karena Kevin bersikap sangat acuh padanya. Tapi dia tidak menyerah begitu saja, ia mencoba untuk lebih dekat dengannya. "Singkirkan tanganmu, kau membuat pakaianku kotor!!" Ucap Kevin dingin dan sedikit menusuk.
Disaat bersamaan, sosok Viona muncul dan langsung memeluk lengan pemuda itu. Dia menyeringai sinis. "Maaf ya, Bianca. Tapi pria yang coba kau ganggu ini adalah kekasihku. Kau sudah membuatnya tidak nyaman," ucap Viona lalu membawa Kevin pergi dari hadapan perempuan itu Bianca'
Bianca menghentakkan kakinya kesal. "Sial, kenapa perempuan itu lagi-lagi lebih beruntung dariku?! Sangat menyebalkan!!" Viona dan Bianca adalah teman satu kampus, dan mereka berdua adalah rival abadi sejak lama.
Dan malam ini mereka kembali dipertemukan setelah satu tahun berlalu. Tahun kemarin Viona diejek habis-habisan karena datang tanpa pasangan.
Dia disudutkan dan disebut tidak laku oleh teman-temannya yang lain. Dan itulah kenapa malam ini dia datang membawa Kevin bersamanya, karena Viona tidak ingin dikucilkan lagi.
"Vi, siapa pemuda tampan ini. Kenapa tidak kau kenalkan pada kami,"
"Dia Kevin, calon suamiku." Jawab Viona memperkenalkan Kevin pada teman-temannya.
"Wah, kau beruntung sekali ya, dapat kekasih yang sangat tampan seperti ini. Kelihatannya dia juga orang yang mapan."
__ADS_1
Viona menatap sinis dua perempuan di depannya itu lalu memeluk lengan Kevin dengan sangat mesra. Mereka berdua adalah dua orang yang dulu memojokkan dirinya selain Bianca dan kedua kacungnya.
"Tentu saja, apalagi dia sangat penyayang dan selalu memanjakanku. Dia selalu memberikan kejutan dengan membelikan berbagai barang mewah dan bermerek setiap hari. Perhiasan, gaun yang aku pakai, tas, sepatu sampai make up yang aku pakai malam ini semua dari dia." Tutur Viona panjang lebar.
Mata Viona sedikit membelalak ketika Kevin tiba-tiba menciumnya di depan kedua perempuan itu. Bukan pipi, tapi bibir. Lalu Kevin mengajak Viona bicara dari kode mata.
Viona pun mengikuti permainan Kevin meskipun dalam hati dia terus merutuki apa yang dilakukan pemuda itu. Lagi-lagi Kevin memanfaatkan keadaan dan mengambil keuntungan darinya. Namun disisi lain dia juga harus membuat mereka percaya.
Bianca yang melihat hal itu menjadi semakin kesal. Bagaimana bisa Viona selalu lebih beruntung darinya, padahal dia lebih cantik dan lebih menggoda, tapi Viona selalu satu langkah berada di depannya.
"Bi, kau mau kemana?" Seru teman Bianca melihat perempuan itu meninggalkan pesta.
"Pulang, acara malam ini membuatku muak!!"
Viona menyeringai melihat rivalnya itu kebakaran jenggot. Memang itu yang dia harapkan, dan Viona tidak akan memberikan celah pada siapa pun yang ingin mencari masalah dengannya.
"KKYYYAAA!!! BANYAK BERONDONG DAN ARTIS KPOP DISINI!!!"
Viona terlonjak kaget mendengar teriakan yang serasa memekatkan telinganya itu. Dia dan Kevin menoleh dan mendapati keberadaan Miss K ditengah-tengah pesta.
Dan Viona berani bersumpah, pasti Suketi langsung mempostingnya di insta storynya dan memamerkan pada teman-teman satu alamnya.
"Dasar hantu sinting, baru kali ini aku nemu hantu modelan begitu. Sungguh menggelikan. Aku bosan disini, ayo kita pergi dan cari makan malam diluar," ucap Viona pada pemuda disampingnya.
"Bukankah disini banyak makanan, kenapa tidak makan disini saja."
"Aku sudah tidak mood lagi, ayo." Viona menarik Kevin meninggalkan pesta, padahal pesta masih belum selesai dan baru mulai. Sebenarnya Viona bukanlah tipe gadis yang menyukai acara seperti ini. Terlalu membosankan menurutnya.
.
.
__ADS_1
Malam yang begitu dingin dan angin berhembus kencang, membuat Viona sedikit menggigil apalagi gaun yang dia pakai terbuka dibagian bahunya. Viona menyesal kenapa dia tadi tidak membawa mantel hangatnya.
Angin dingin menyeruak. Udara malam yang membekukan berdesir membuat Viona merinding. Sesekali dia mengusap lengannya yang terbuka sambil meniupkan udara ketelapak tangannya lalu mengarahkan pada kedua pipinya. Berharap bisa mengurangi rasa dingin yang mendera.
Kevin mendengus. Dia melepas jasnya lalu meletakkan pada pundak kecil Viona. Membuat senyum dibibir gadis itu mengembang seketika. "Akhirnya kau peka juga," ucapnya tanpa dosa, Viona tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya.
"Kau ingin makan malam dimana?" Tanya Kevin.
"Bagaimana kalau makam malam ditempat biasa saja. Makanan di kedai Bibi sangat enak, kau tidak keberatan bukan jika kita makan malam di kedai kaki lima saja?" Viona menatap Kevin penuh harap.
Pemuda itu menggeleng. Dia menepuk kepala coklat Viona sambil mengukir senyum tipis disudut bibirnya. "Tentu saja tidak, malam dimana pun itu sama saja. Yang penting sama-sama kenyang." Jawab Kevin menimpali.
Inilah salah satu hal yang Kevin sukai dari Viona, dia sangat sederhana dan tidak pernah membeda-bedakan orang dari kastanya. Dia memang berbeda dari kebanyakan perempuan yang pernah Kevin kenal dan temui selama ini.
Ckittt...
Sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti di depan Kevin dan Viona. Tampak pria berkulit Tan keluar dari mobil tersebut. Dia menarik Viona sambil melemparkan jas milik Kevin pada pemiliknya.
Viona yang tidak suka dengan apa yang dilakukan oleh orang itu langsung menyentak tangannya dengan kasar. "Kai!! Apa-apaan kau ini?!" Bentak Viona emosi.
"Ikut aku pulang!! Tidak seharusnya kau kelayapan tidak jelas dengan orang yang tidak jelas juga," Jawab Kai dingin.
"Memangnya kau siapa seenaknya mengatur-ngatur diriku. Keluarga bukan, kekasih bukan apalagi calon suami. Jangan kau pikir dengan Kakek mengizinkanmu tinggal seatap dengan kami, maka kau bisa bersikap seenaknya dan sesuka hati begini."
"Ingat posisimu saat ini, dan asal kau tau. Jika aku mau, aku bisa membuatmu dikeluarkan dari perusahaan dan seluruh keluargamu terdepak dari rumah itu. Karena seluruh harta keluarga Jung, atas namaku. Stempel itu ada padaku, jadi kau jangan macam-macam. Kevin ayo,"
Viona pergi begitu saja. Kevin berhenti ketika melewati Kai dan berbisik padanya. Melihat perubahan ekspresi wajah Kai membuat seringai tajam tercetak dibibir Kiss Able itu, Kevin menepuk pundak Kai dan pergi begitu saja.
"Aaarrrkkkhh!!! Sial, tunggu aku bisa menguasai seluruh harta keluarga Jung. Aku pasti akan memberikan pelajaran yang setimpal padamu!!!"
-
__ADS_1
-
Bersambung.