PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Bersama Iblis


__ADS_3

Berawal dari kekalahannya diarea balap liar. Viona merasakan hidupnya bagai di neraka. Dia harus terjebak di sebuah perusahaan bersama seorang iblis yang tak berhati seperti Kevin.


Belum genap satu hari, tapi Viona merasakan hidupnya bak di neraka. Tau akan berakhir seperti ini, pasti dia tidak akan mengajukan sebuah taruhan yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.


Brugg...


Kevin melempar map itu ke atas meja dan menatap tajam pada Viona. "Sebenarnya kau itu bisa kerja tidak?! Masa mengerjakan proposal seperti ini saja tidak bisa!!"


"Kenapa kau malah menyalahkanku?! Jelas-jelas itu bukan bidangku tapi kau masih saja memaksaku untuk menyelesaikannya." Jawab Viona tak mau kalah. Dia tidak Sudi disalahkan oleh pria menyebalkan yang sekarang menjelma menjadi bosnya.


"Sudah tau salah tapi masih berani menjawab!! Seharusnya kau diam dan renungkan kesalahanmu yang fatal itu!!"


"Untuk apa direnungkan?! Dan untuk apa juga aku berusaha mati-matian sedangkan aku bekerja tanpa digaji, kalau kau merasa mampu kerjakan saja sendiri!!"


"Kau~!!" Kevin bangkit dari kursinya sambil menunjuk Viona tepat di depan mukanya. Kemudian Kevin menarik turun tangannya dan kembali duduk. "Keluarlah dan buatkan kopi pahit untukku!!"


Viona mendecih dan menatap sebal pria di depannya itu. "Dasar bos merepotkan. Apa bisanya kau hanya memerintah saja!!" Gerutu Viona sambil melangkah keluar. Sedangkan Kevin hanya mendengus dan menggelengkan kepala.


.


.


Viona menoleh saat mendengar suara derap langkah kaki seseorang yang datang. Seorang perempuan menghampirinya sambil memasang wajah angkuh. "Hei, anak baru. Kebetulan sekali kau ada disini, sekalian buatkan kopi untukku!" Pintanya angkuh.


Gadis itu menghela napas berat. Dia berbalik dan menatap tajam perempuan di depannya. Lalu pandangan Viona meniti dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Oh, pantas saja kau ingin dilayani. Ternyata kau orang cacat ya," Viona menyeringai.


"Kau menghinaku ya?! Anak baru jangan berulah, apa kau belum tau siapa aku?! Aku adalah yang paling lama bekerja di kantor ini. Dan seharusnya posisimu itu menjadi milikku!!'

__ADS_1


Lagi-lagi Viona menyeringai. "Kalau bukan orang cacat lalu apa, karena cuma orang cacat yang tidak bisa melakukan apapun sendiri, termasuk membuat kopi!! Lalu apa kau pikir karena sudah lama disini maka kau bisa semena-mena pada anak baru?! Siapapun kau aku tidak peduli, sebaiknya jangan mencari masalah denganku jika tidak ingin berkahir mengenaskan!!" Viona menyenggol lengan perempuan itu dan melewatinya begitu saja.


Inilah salah satu alasan yang dia benci berada di kantor. Selalu saja ada yang sok menjadi penguasa dan menindas orang baru. Dan hal semacam ini sebenarnya tak jauh berbeda dengan yang terjadi di rumah sakit tempatnya bekerja. Bukan, tapi bersembunyi selama 6 bulan.


"Ini kopi mu, P.R.E.S.D.I.R!!" kata Viona sambil menekan di kata 'Presdir'


"Hn, letakan saja di atas meja. Aku akan meminumnya nanti." Jawab Kevin tanpa menatap lawan bicaranya. Fokusnya pada layar monitor di depannya.


"Dasar Bos tidak menghargai bawahan. Tadi kau yang memintaku untuk cepat-cepat membuat kopi ini, dan sekarang seenak jidat kau mengatakan 'letakan saja di atas meja. Aku akan meminumnya nanti' jika masih nanti. Seharusnya membuatnya nanti juga!!"


Kevin mendecih dan menatap sebal gadis di depannya itu. "Ck, berisik sekali kau ini!!" Kevin mengangkat cangkir itu dan membuat Viona menyeringai lebar. Dia menghitung dalam hati.


Satu...


Dua...


Ti...


Kevin menyemburkan kopi yang ada di mulutnya. Bukannya pahit atau manis, kopi itu terasa asin. "Viona!! Apa yang kau masukkan ke dalam kopi ini?!" Bentak Kevin penuh emosi.


"Em, bukan apa-apa. Cuma satu setengah sendok bubuk kopi dan lima sendok teh garam. Kenapa? Enak bukan? Aku harap kau bisa menikmatinya Presdir ku yang baik. Baiklah kalau begitu aku keluar dulu, selamat siang." Viona membungkuk dan meninggalkan Kevin begitu saja.


Gadis itu berhenti di depan pintu lalu menjulurkan lidah pada Kevin. Sedangkan Kevin hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah gadis itu.


"Ck, sebenarnya dosa apa yang aku lakukan dimasa lalu. Sampai-sampai harus berurusan dengan gadis bar-bar seperti dia!!" Pemuda itu memijit pelipisnya.


Belum satu hari tapi dia sudah dibuat pusing setengah mati oleh kelakuan Viona yang sangat luar biasa itu. Dan Kevin tidak tau nasib sial seperti apa lagi yang akan dia alami sampai beberapa hari ke depan.


Sebaiknya Kevin tak memikirkan apapun, apalagi tentang gadis bar-bar seperti Viona. Dia harus fokus karena masih banyak pekerjaan yang perlu dia selesaikan.

__ADS_1


.


.


Jam dinding baru menunjuk angka 12.00 siang. Para karyawan sudah meninggalkan bilik kerja masing-masing untuk menyantap makan siang. Ada yang pergi ke kantin perusahaan, ada pula yang keluar dan memilih makan siang di cafe yang tak jauh dari kantor tempat mereka bekerja.


Seorang gadis cantik berdurasi coklat terang membuka pintu ruangan bertuliskan 'CEO' dengan tidak sabaran. Dia menghampiri seorang pemuda yang sedang membereskan berkas-berkasnya dengan langkah tergesa-gesa.


"Kau sungguh tidak berhati, Kevin Zhao!! Apa matamu buta sampai-sampai kau tidak melihat jam berapa ini?! Ini sudah jam makan siang dan kau malah memanggilku kemari untuk sebuah pekerjaan?! Kau ini iblis atau manusia!!" Teriak gadis itu yang pastinya adalah Viona.


Kevin mendengus berat. Kesabarannya benar-benar diuji oleh gadis bar-bar satu ini. Kevin mengangkat wajahnya dan menatap dingin gadis di depannya. "Ambil kotak makan itu, dan temani aku makan siang di atap kantor!!" Ucap Kevin dan pergi begitu saja. Meninggalkan Viona yang masih membeku di tempat.


Ia pun segera tersandar. Viona menyambar kotak makanan itu lalu mengejar Kevin yang sudah berjalan menjauh. "Yakk!! Patung es berjalan, tunggu aku!!" Teriak Viona. Dia sedikit kesulitan berlari karena sepatu berhak tinggi yang membalut kaki jenjangnya.


Tak kehabisan akal. Viona melepas sepatu itu dan mengejar Kevin dengan nyeker. Gadis itu terus saja menggerutu tidak jelas, bibirnya terus berkomat-kamit dan mengeluarkan berbagai sumpah serapah yang semuanya dia tunjukkan untuk Kevin.


"Ahhh..."


Langkah Viona terhenti saat tanpa sengaja dia menubruk sesuatu. Viona membuka matanya dan Kevin lah yang berdiri menjulang di depannya. Pemuda itu hanya diam di depan pintu, membuat Viona kebingungan dan bertanya-tanya.


"Kalau mau berhenti sebaiknya jangan mendadak. Oh, jenongku yang malang. Pasti sekarang dia sudah memerah." Gerutu Viona sambil mengusap keningnya.


"Bukan salahku, tapi salahmu. Kenapa jalan tidak pakai mata, tapi pakai dengkul sampai-sampai tidak melihatku yang berdiri menjulang di depanmu. Cepat maju dan buka pintu itu untukku!!" Pinta Kevin sambil menunjuk pintu di depan mereka.


Viona menatap Kevin tak percaya. Dengan kesal dia memukul kepala Kevin. "Kau benar-benar keterlaluan ya!! Dasar Bos tukang tindas!!" Teriak Viona tepat di depan muka Kevin. Dengan kasar Viona membuka pintu tersebut dengan cara menendangnya.


Tidak ada kata terimakasih, Kevin melewati Viona begitu saja dan membuat gadis itu semakin kesal dan emosi. Rasanya Viona ingin menenggelamkan Kevin di segitiga Bermuda. Sambil menghentakkan kakinya, Viona menyusul pemuda tersebut.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2