PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Aksi Luna


__ADS_3

"Sebaiknya kau tetap di tempat tidurmu dan jangan kelayapan kemana-mana lagi. Aku tidak ingin jika lukanya sampai terbuka dan berdarah lagi."


Luna baru saja selesai menghentikan pendarahan di perut Ken. Luka jahitannya kembali terbuka. Luna tidak tau bagaimana luka itu bisa terbuka kembali dan tiba-tiba mengeluarkan darah.


"Istirahatlah, dan jangan banyak membantah apalagi bergerak. Aku akan ke dapur sebentar, ku buatkan sup untukmu." Ucapnya yang kemudian dibalas anggukan oleh Ken.


Seringai tampak pada bibir Kiss Able itu. Ternyata tidak sulit membuat Luna luluh padanya, bahkan terlihat sekali jika dia sangat mencemaskan dirinya. Dan Ken yakin, cepat atau lambat perasaan itu akan tumbuh dihati Luna untuknya.


"Papa!!"


Ken menoleh dan mendapati Daniel berlari menghampirinya. Bocah itu tampak berkaca-kaca. "Ada apa, kenapa menangis?" Ken menghapus jejak air mata di pipi bocah itu.


"Papa kenapa lagi? Kenapa luka di perut Papa bisa berdarah lagi? Hiks, pasti sakit ya." Bocah itu menatap Ken dengan penuh kecemasan."Aku takut Papa kenapa-napa. Meskipun Papa sangat menyebalkan dan sering membuatku kesal, tapi aku sangat menyayangi Papa." Ujarnya.


Ken menatap sendu putranya itu. Dengan lembut dia membawa Daniel ke dalam pelukannya. "Papa, baik-baik saja, Nak. Hanya luka kecil saja dan kau tidak perlu cemas. Dalam dua tiga hari luka ini akan tertutup lagi." Tandasnya.


"Daniel, janji tidak akan nakal lagi. Daniel juga tidak akan berebut kakak cantik dengan Papa, tapi Papa harus janji pada Daniel untuk cepat sembuh dan tidak sakit-sakit lagi."


Ken menutup matanya dan mengangguk."Papa berjanji."


Daniel memeluk leher Ken dan terisak pelan."Aku sangat menyayangi, Papa. Karena hanya Papa satu-satunya yang aku punya. Maafkan Daniel jika selama ini sudah nakal dan sering membuatmu marah." Ujar bocah itu sambil terisak.


Ken tak mengatakan apa-apa. Dia hanya diam sambil terus mengusap punggung Daniel naik turun, tanpa dijelaskan ataupun di ungkapkan. Rasa sayang yang Ken miliki untuk bocah ini teramat sangatlah besar. Ya, Ken sangat menyayangi Daniel.


Sementara itu...


Luna yang baru saja kembali dari dapur di buat terharu oleh pemandangan itu. Sudut bibirnya tertarik ke atas, sebuah senyum tipis tersungging di sana. Kemudian Luna mengayunkan kakinya dan berjalan menghampiri mereka berdua.


"Sayang, turunlah dulu dari pangkuan Papamu. Biarkan dia memakan sup ini." Ucap Luna dan menginterupsi pelukan keduanya.


Daniel menoleh kemudian mengangguk. "Baik kakak cantik." Luna tersenyum sambil mengacak gemas rambut tebal Daniel yang berwarna hitam.


"Aku membuatkan sup otak untukmu. Kata Bibi Shin, sup ini sangat bagus untuk orang yang terluka di kepalanya." Ujar Luna lalu meletakkan supa itu di atas meja.

__ADS_1


"Ck, apakah tidak ada sup yang lain. Yang benar saja. Masa iya kau ingin supaya aku memakan sup ini?!" Ken menatap Luna tak percaya.


Luna menatap bingung Ken. "Memangnya kenapa? Sup otak sangat bagus untuk orang yang menderita luka cidera di kepala." Jawab Luna dengan polosnya.


Ken mengusap kasar wajahnya. Baru kali ini Ken mendengar jika orang yang mengalami cidera di kepala harus memakan sup otak, memangnya dia mendapatkan pengetahuan aneh itu dari mana?!


"Bawa keluar sup itu, aku tidak Sudi memakannya!!" Nada bicara Ken berubah dingin dan datar. Begitu pula dengan tatapannya.


Luna mendesah berat. Sepertinya sia-sia saja dia ingin mengerjai Ken karena selalu membuatnya kesal setengah mati. Kemudian Luna membawa sup itu keluar dan membuangnya.


"Kakak cantik, tunggu Daniel." Seru Daniel dan bergegas menyusul Luna. Ken tidak menghentikannya ataupun menahannya. Dia membiarkan Daniel menempel pada Luna.


🌺


🌺


Ketukan pada pintu mengalihkan perhatian pria itu. Dia memberi perintah agar orang yang berdiri di depan pintu itu untuk segera masuk. Selang beberapa detik, terdengar suara decitan pintu dibuka dari luar. Pria berpakaian formal terlihat memasuki ruangan itu.


"Bagaimana? Apakah kau sudah mendapatkan informasi yang aku inginkan?" tanya pria yang sedang berdiri memunggungi itu.


Pria itu menyeringai. "Bagus sekali, segera cari mereka berdua dan seret mereka ke hadapanku!! Kita bisa menjadikan mereka sebagai pion untuk menghancurkan, Ken Zhao. Tangkap mereka berdua secepatnya!!"


"Baik, Tuan."


Pria itu menyeringai tajam. Akhirnya dia memiliki cara untuk menghancurkan Ken. Dan dia sangat yakin, jika kita akan kalah kali ini. "Ken Zhao, terimalah kehancuranmu!!"


🌺


🌺


Tapp!!!


Luna menghentikan langkahnya saat merasakan seseorang Tengah mengikutinya. Gadis itu melirik ke belakang melalui ekor matanya dan mendapati 2 pria berdiri tak jauh dari tempatnya berada, mereka terlihat mencurigakan.

__ADS_1


Lalu pandangan Luna bergulir pada Van hitam yang terparkir di sisi jalan. Di dalam Van itu Luna melihat dua pria yang memakai jas dan berkacamata hitam.


Gadis itu mendesah berat. "Sepertinya ada yang ingin main-main denganku. Baiklah akan aku temani kalian bermain, kebetulan sudah lama sekali aku tidak mematahkan leher seseorang!!" pacar Luna menyeringai.


Luna berbalik lalu menghampiri kedua pria itu. "Kenapa kalian mengikutiku?!" tanya Luna tanpa basa-basi.


"Oh!! Sudah ketahuan rupanya. Tidak ada gunanya lagi kita bermain diam-diam. Cepat kita tangkap gadis ini, dan bawa dia ke bos!!"


"Heh!! Kalian ingin menangkapku? Sayangnya tak semudah itu!!"


Brugg..


Satu diantara kedua pria itu tersungkur ke tanah setelah mendapatkan tendangan telak pada dadanya. Lalu pandangan Luna bergulir pada pria yang masih berdiri tegak di depannya. Tatapannya berubah dingin dan tajam.


Tanpa banyak bicara, Luna melayangkan tendangannya pada pria tersebut hingga membuat dia tersungkur.


Melihat 2 temannya dikalahkan begitu mudah oleh gadis yang menjadi targetnya. 2 pria yang masih berada di dalam Van itupun langsung keluar, mereka berdua menyerang Luna secara bersamaan.


Perkelahian tak seimbang pun terjadi. Luna yang hanya sendiri dikeroyok oleh dua pria sekaligus, tapi tentu itu bukan masalah bagi Luna, dunia akan membereskan mereka dengan cepat.


"Dasar lemah!!" cibir Luna sambil menatap ke 4 pria itu dengan pandangan meremehkan.


Meskipun terlihat lemah, siapa yang menduga jika Luna adalah gadis yang begitu tahun. Meskipun dia memakai dress dan sepatu hak tinggi, tapi dia begitu lincah ketika mereka semua. Dan aksi Luna mengundang decak kagum orang-orang di sekelilingnya.


"Berani main-main si denganku, jadi rasakan sendiri akibatnya!!"


Luna meninggalkan mereka berempat begitu saja dan melanjutkan langkahnya. Gadis itu terlihat memasuki sebuah Cafe yang letaknya tak jauh dari lokasi tempat dia berkelahi tadi.


Rencananya Luna akan bertemu dengan kedua sahabatnya, mereka bilang ingin mengenalkannya dengan seseorang. Dan Luna sangat penasaran dengan orang yang mereka berdua maksud.


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2