
"Sialan kau, Ken Zhao!! Lihat saja setelah kau pulang nanti, aku pasti akan membunuhmu!!!"
"Benarkah?! Aku pikir kau akan langsung membuka lebar-lebar kedua kakinya!!" Sahut seseorang dari belakang.
Kedua mata Luna sontak membelalak mendengar suara yang begitu familiar itu. Gadis itu berbalik dan... "Ken Zhao!!!" Pekiknya dengan kedua mata yang membulat sempurna. "Omo!! Sejak kapan kau berdiri di sana? Bukankah kau bilang pulang besok, dan kenapa sekarang sudah ada di sini? Sebenarnya kau ini manusia atau jelang... empphh.." kalimat Luna diintrupsi oleh Ken yang langsung meraup bibir ranumnya.
Sebelah tangan Ken berada di belakang kepala Luna, sedangkan tangan satu lagi memeluk pinggang rampingnya. Ken terus m*lum@t dan memagut bibir Luna dengan keras, atas bawah secara bergantian. Dan melalui ciuman tersebut Ken ingin menumpahkan semua rasa rindunya terhadap Luna yang sudah dia pendam selama satu Minggu ini.
Ciuman Ken semakin dalam semakin menuntut, membuat Luna semakin sulit untuk menolak dan melepaskan diri, ditambah lagi pelukan Ken yang begitu posesif. Luna benar-benar dibuat tak berdaya oleh pria bermarga Zhao ini!! Dan nyaris saja dia terjatuh dari posisinya jika saja tidak berpegangan pada leher Ken dengan kuat.
Sadar Luna menerima dan membalas ciumannya. Ken merubah posisi mereka dengan menempatkan Luna di bawah tubuhnya. Kedua tangan Luna masih memeluk leher Ken, meskipun awalnya sempat terancam, tapi sekarang dia mulai relaks dan menerima ciuman tersebut.
Satu menit Ken mencium Luna tanpa jeda, sadar gadisnya sudah tidak kuat dan membutuhkan asupan oksigen, Ken pun segera melepaskan ciuman tersebut. Sepasang biner hitamnya yang indah menatap kedalam biner Hazel itu dengan penuh kerinduan, dan tatapan yang sama juga Luna tunjukan pada suaminya.
"Aku merindukanmu, Sayang." Bisik Ken tepat di depan wajah Luna.
"Aku tidak!! Dasar suami durhaka, bisa-bisanya kau pergi dan meninggalkan istrimu selama satu Minggu!! Aku pikir kau sudah lupa pulang, dasar bang Toyib!!" Luna mempoutkan bibirnya dan wajahnya merenggut kesal.
Melihat ekspresi Luna yang seperti itu membuat Ken tidak tahan untuk tidak m*lum@t habis bibirnya untuk kedua kalinya. Namun ciuman kali ini tidak sepanjang ciuman sebelumnya.
"Dari mana kau mendapatkan istilah itu? Memangnya siapa Bang Toyib, dan kenapa kau bisa menyamakan aku dengannya? Memangnya siapa dia, apakah orang itu terkenal? Tapi kenapa aku tidak pernah mendengar namanya sebelumnya?!"
Luna mendecih. "Ck, itu karena mainmu belum terlalu jauh!! Siapa suruh selama ini kau hanya bermain dengan tumpukan uang yang tidak terhitung jumlahnya. Dan aku jelaskan pun kau tidak akan paham, jika ingin tau siapa bang Toyib, pergi saja ke Indonesia maka kau akan tau siapa dia!!" Ujar Luna panjang lebar.
Ken menarik ujung hidung Luna dengan gemas."Kenapa bicaramu galak sekali, hn? Apa kau masih sangat kesal padaku karena pergi terlalu lama? Baiklah nanti aku akan pergi ke Indo untuk mencari tau siapa Bang Toyib itu, tapi kau harus ikut bersamaku."
__ADS_1
"Aku tidak janji. Lalu mana oleh-oleh untukku?" Luna mengulurkan tangannya menagih oleh-olehnya pada Ken.
Ken menoleh lalu menunjuk kopernya dengan dagu. Luna pun tersenyum lebar, wajahnya langsung sumringah. Dia sudah tidak sabar melihat apa yang Ken belikan untuknya, dalam benaknya sebuah perhiasan cantik, bukan...tapi gaun yang indah dan mewah, atau mungkin tas jika bukan sepatu.
Dengan semangat Luna membuka koper Ken dan... "APA INI?!" Gadis itu memekik kencang saat mendapati beberapa lingerie super sexy di dalam koper milik suaminya itu.
"Ya, itulah oleh-oleh untukmu." Jawab Ken dengan santainya, membuat kedua pipi Luna langsung memerah seperti kepiting rebus.
Luna melemparkan semua kain mengerikan itu ke dalam koper Ken lalu menutupnya. "KEN ZHAO, KAU SUNGGUH KETERLALUAN!!" Teriak Luna dan pergi begitu saja. Sedangkan Ken hanya terkekeh melihat reaksi istrinya yang begitu menggemaskan itu.
Lalu pandangan Ken bergulir pada sesuatu yang ada di atas tempat tidur. Warna merahnya yang menyala begitu menarik perhatiannya. Lagi-lagi sudut bibir Ken tertarik ke atas, namun sebuah seringai lebih tepatnya.
"Ternyata kau sudah mempersiapkannya, Luna William tunggu saja, aku pasti akan segera memilikimu sepenuhnya!!!"
-
-
Brugg...
"Ahhh,," karena tidak hati-hati. Tanpa sengaja Luna bertabrakan dengan seseorang hingga dia berkahir di lantai. "Aaahh, pantatku." Dia meringis karena rasa ngilu yang luar biasa pada pantatnya.
"Hei, Nak. Kau tidak apa-apa?" Suara seorang wanita tua langsung berkuar di dalam telinganya. Sontak Luna mengangkat wajahnya dan kedua matanya langsung membelalak melihat sosok itu. Seorang nenek dengan balutan pakaian pink nyentrik dan rambut berwarna pirang tengah tersenyum padanya. "Wow, kau sangat cantik. Jangan bilang jika kau adalah Luna? Istri dari cucu durhaka ku?" Tebak nenek itu 100% benar.
"Aku~"
__ADS_1
"Nenek Buyut!!" Kalimat Luna terintrupsi oleh teriakan Daniel. Bocah itu tiba-tiba saja muncul sambil berteriak kencang menghampiri wanita tua tersebut.
"Daniel, cicitku tersayang." Si nenek juga berseru kencang lalu membawa Daniel ke dalam pelukannya. "Hahaha.. Kau semakin berat saja, nenek buyut sangat merindukanmu jagoanku."
"Huaaa... Daniel juga sangat merindukan Nenek buyut." Jawab Daniel lalu mencium pipi wanita tua itu. "Oya, Nenek Buyut, Daniel ingin mengenakan seseorang pada Nenek Buyut. Ini adalah Kakak Cantik, dan dia adalah istri masa depan Daniel."
Mata wanita tua yang dipanggil Nenek Buyut oleh Daniel itu lantas membulat. "Wah, benarkah? Kau memiliki selera yang sangat bagus, tidak seperti Papamu yang seleranya sangat buruk. Masa iya dia menikahi ular betina berkepala domba!!" Jawab wanita tua itu menyindir istri lama Ken yang pastinya adalah Ilona.
"Jangan asal bicara, Bocah!! Apalagi mengakui Istri Papa sebagai calonmu. Kau itu masih bocah, tidak seharusnya sudah memikirkan tentang pernikahan!!" Sahut seseorang dari arah tangga.
Ketiganya sontak menoleh. Seorang pria tampan namun berwajah dingin terlihat menuruni tangga dengan angkuhnya. Kedua tangannya tersembunyi di dalam saku celananya.
Sementara itu...
Pandangan Luna tak bisa lepas dari sosok itu yang pastinya adalah Ken. Dia memakai pakaian yang berbeda dari yang dia pakai sebelumnya. Sebuah kemeja putih tanpa lengan tampak memeluk tubuh atasnya dengan sempurna. Hingga Luna bisa melihat pola hitam yang begitu cantik menghiasi lengan kanannya yang terbuka.
Dan tanpa dijelaskan lebih detail pun, tentu semua orang tau jika itu adalah sebuah Tatto. Dan yang menjadi pertanyaan Luna, kapan Ken membuatnya.
"Ya Tuhan, apakah itu Tribal?! Ken Zhao, kau benar-benar kurang ajar!!!"
-
-
Bersambung.
__ADS_1