
"Luna,"
Aldo tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat mengetahui jika orang yang sedari tadi dibahas oleh daniel adalah Luna. Dan itu artinya, orang yang menjadi istri Ken adalah mantan kekasihnya.
Berbeda dengan reaksi Aldo, Luna justru menunjukkan sikap biasa saja, dia tidak terkejut sama sekali melihat keberadaan mantan kekasihnya itu. Luna bersikap biasa saja.
Ken yang penasaran dengan ekspresi Luna saat melihat keberadaan Aldo, kemudian menoleh dan menatap wanita di sampingnya. Sungguh di luar dugaan Ken, dia pikir Luna akan terkejut atau menunjukkan sikap layaknya wanita pada umumnya ketika bertemu dengan mantan kekasihnya. Luna justru bersikap biasa saja.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" heran Luna melihat tatapan Ken padanya.
Ken lalu menggeleng. "Tidak apa-apa, aku hanya penasaran saja dengan ekspresi istriku ini ketika bertemu dengan mantan kekasihnya," jawab Ken dan langsung mendapat tinjuan pelan pada lengan terbukanya
"Sembarangan!! Jangan samakan aku dengan perempuan di luaran sana, bagiku masa lalu hanyalah masa lalu, dan tidak ada gunanya kita terjebak dalam kisah yang sudah berlalu." ujar Luna.
Aldo menghampiri mereka berdua lalu menarik Luna dan menjauhkannya dari Ken. "Luna, tolong jelaskan ini padaku!!" pinta Aldo menuntut.
Kemudian Luna menyentak tangan Aldo dan menatapnya dingin. "Untuk apa aku menjelaskannya padamu, aku rasa tidak ada yang perlu dijelaskan. Memangnya, kau pikir, kau ini siapa? Dan tolong bersikap sopan lah padaku, karena bagaimanapun juga aku adalah istri dari paman mu, dan mulai sekarang kau harus memanggilku tante!!" pinta Luna dengan tegas.
"Luna, kenapa semua jadi seperti ini?! Apa artinya kebersamaan kita selama beberapa tahun, apa semua itu tidak ada artinya bagimu? Lagipula kepergianku hari itu juga demi masa depan kita," ujar Aldo.
Sekali lagi Luna menyentak tangannya yang digenggam oleh Aldo. "Jangan sembarangan memegangku, aku tidak suka jika orang lain memegangnya selain suamiku!! Dan satu hal lagi, jangan pernah berpikir jika kaulah orang yang paling tersakiti di sini, sebaiknya kau ingat apa yang telah kau lakukan dulu padaku!!"
"Luna, aku mohon. Mari kita perbaiki semuanya lagi dari awal, aku masih sangat mencintaimu. Apa tidak ada kesempatan kedua untukku?"
__ADS_1
"Aldo, cukup!!" seru Ken, akhirnya pria itu membuka suaranya setelah cukup lama diam. Ken menarik Luna, dan menempatkan wanita itu di belakangnya. Terima saja kenyataan jika Luna sudah tidak mencintaimu lagi, dan sebaiknya berlakulah sopan padanya. Bagaimanapun juga dia adalah istri Paman sekarang!!" kata Ken menegaskan.
Aku menggeleng sambil berjalan mundur. "Tidak, aku tidak bisa menerima penghianatan ini. Kau gadis yang aku cintai, dan kau paman yang paling aku hormati, kenapa kalian berdua begitu tega padaku?"
"Kenapa kalian menghianatiku, aku tidak akan membiarkannya, dan aku tidak akan tinggal diam. Aku tidak akan pernah menerima Ini semua, kupastikan kau akan kembali ke pelukanku, Luna!!" kemudian Aldo berbalik dan pergi begitu saja.
Dia sungguh tidak bisa menerima kenyataan, jika gadis yang ia cintai malah menikah dengan pamannya sendiri.
Aldo tidak bisa terima jika Luna sudah tidak mencintainya lagi, seharusnya hanya dia yang Luna cintai, seharusnya Gadis itu tidak berpaling darinya. Ini semua tidak benar, Aldi pasti akan merebut Luna kembali, karena Luna hanya miliknya.
"Ken, sepertinya dia marah. Bagaimana kalau dia membencimu Karena aku?" Luna menatap Ken cemas, dia merasa bersalah karena telah menyebabkan retaknya hubungan antara Ken dan Aldo.
Ken menggeleng. "Semua akan baik-baik saja, sebaiknya kau tidak mencemaskan apapun. Sekarang kita pulang, kau pasti lelah dan ingin segera istirahat." Luna mengangguk. Bersama daniel dan Paman Wang, mereka berdua meninggalkan bandara.
-
Ken mendengus geli. Iya meletakkan korannya, lalu membantu bocah itu untuk naik dengan mengangkat tubuh mungilnya. "Kapan kau tingginya, Daniel?! Kenapa sudah 6 tahun, tapi kau masih saja pendek. Papa rasa kau tidak kekurangan gizi dan protein sama sekali," cibir Ken mengomentari tinggi Daniel yang tidak bertambah-tambah.
Bocah laki-laki itu memanyunkan bibirnya, dan merengutkan wajah. "Papa jahat, aku tidak tinggi-tinggi karena Papa terlalu sering menepuk-nepuk kepalaku," ucapnya tak mau kalah.
Ken mengancam gemas rambut Daniel dan membuat bocah itu semakin kesal. "Sekarang katakan, ada apa kau menemui Papa?" tanya Ken pada intinya.
"Papa, sebenarnya ada apa antara kau, mama dan Paman Aldo. Kenapa, sepertinya mama dan Paman Aldo sudah saling mengenal? Aku sangat penasaran," ucap Daniel.
__ADS_1
"Sudah Papa duga, kau menemui Papa karena ada sesuatu. Itu urusan orang dewasa, anak kecil sepertimu sebaiknya tidak ikut campur. Sebaiknya, sekarang Daniel pergi ke kamar dan bobok siang," pinta Ken tak ingin dibantah.
"Huft, dasar papa menyebalkan!!" daniel turun dari sofa dan pergi begitu saja. Lagi-lagi Ken hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah putranya itu.
Suara dering pada ponsel, sepenuhnya menyita perhatian Ken. Dan nama Devan menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Penasaran kenapa pria itu menghubunginya, Ken pun menerima panggilan itu.
"Ada apa kau menghubungiku?" Tanya Ken to the poin.
"Aku melihat Aldo masuk ke sebuah hotel. Dia terlihat buruk, penampilannya berantakan dan dari ekspresinya dia sedang marah. Apa kau datang dari London langsung terlibat pertengkaran dengan bocah itu?!" Tanya Devan memastikan.
Ken memijit pelipisnya. "Masalahnya lebih rumit dari yang kau bayangkan. Aldo dan Luna ternyata pernah pacaran dimasa lalu, dia tidak terima aku menikahi Luna. Dia ingin kami berpisah, hari ini Aldo menjemputku di bandara. Dia marah besar setelah mengetahui wanita yang aku nikahi adalah orang yang dia cintai," tutur Ken panjang lebar.
"WHAT?!" Devan memekik keras, dia terkejut dengan penuturan Ken. "Jadi kau dan Aldo mencintai perempuan yang sama. Kemudian kalian Paman dan keponakan saling berebut Luna, begitu?!"
"Hn, anggap saja begitu." Jawab Ken.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Aku sangat mengenalmu dengan baik, Ken. Jangan bilang jika kau tidak akan melepaskan, Luna?!" Tebak Devan 10000% benar.
"Ya, kau sudah mendapatkan jawabannya bukan. Aku mencintai Luna, dan dia sudah menjadi milikku. Aku tidak akan melepaskan dia untuk siapa pun termasuk, Aldo!! Dan aku tidak takut untuk bersaing dengannya, karena Luna adalah cahaya dalam hidupku. Orang yang telah menarikku dari kegelapan. Jadi bagaimana aku bisa melepaskannya,"
"Kau memang gila, Ken. Aku akui jika cintamu pada Luna perlu diapresiasi, untuk itu aku akan berpihak padamu apapun keputusanmu. Meskipun itu gila dan tak masuk akal sekalipun!! Ya sudah, aku tutup dulu. Ada rapat 10 menit lagi,"
Devan memutuskan sambungan telfonnya. Apapun alasannya, Ken tidak akan melepaskan Luna untuk siapapun, termasuk Aldo sekalipun!!
__ADS_1
-
Bersambung.