PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Nyaris Di Culik


__ADS_3

Ken menghentikan mobil mewahnya di depan sebuah restoran mewah bergaya Eropa. Pria itu segera turun begitu pula dengan Jessline. Dan ketika Ken mengajaknya untuk masuk wanita itu malah menolaknya membuat Ken sedikit kebingungan.


"Kenapa kau tidak ingin masuk dan makan di sini? Apa kau tidak menyukai makanan Eropa?" tanyanya memastikan.


Jessline menggeleng dengan cepat dan memberi penjelasan sebelum Ken salah paham. "Tidak, bukan seperti itu. Makanan di sini terlalu mahal. Dan aku tidak ingin jika kau sampai mengeluarkan banyak uang hanya untuk membelikan ku sebuah makanan. Lagi pula kita tidak bisa membuang-buang uang hanya untuk satu porsi kecil sebuah makanan."


Ken membeku mendengar penjelasan Jessline. Lagi-lagi wanita itu mengingatkannya pada Luna. Dulu istrinya itu selalu menolak setiap kali ia mengajaknya untuk makan di restoran mewah dan dia mengatakan kalimat yang sama dengan yang Jessline sampaikan.


Sejenak Ken memperhatikan Jessline dengan seksama. Mata kanannya memperhatikan wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Semua yang ada pada diri Jessline mengingatkan Ken akan mendiang istrinya. Tidak ada sedikit pun perbedaan diantara mereka berdua.


"Ya Tuhan, siapa sebenarnya wanita ini? Kenapa semakin banyak saja persamaannya dengan, Luna?" Ken ingin sekali meyakini bila yang ada dihadapannya ini adalah wanitanya yang sedang mengalami amnesia, tapi saat mengingat insiden menyakitkan tiga tahun yang lalu, rasanya tidaklah mungkin.


"Tuan Zhao, kenapa kau terus menatapku seperti itu? Apa ada yang salah di wajahku?"


"Tidak ada. Lalu kau ingin makan di mana?" tanya Ken datar.


"Tak jauh dari sini ada sebuah kedai yang menjual sup iga sapi yang rasanya sangat lezat, bagaimana kalau kita makan di sana saja?" usul Jessline dengan begitu antusias. Ken mendengus berat, kenapa wanita itu harus berekspresi seperti itu? Pria itu mengangguk menyetujui.


"Baiklah."


Tiba-tiba ponsel milik Ken berdering. Pria itu meninggalkan Jessline untuk menerima panggilan tersebut karena bersifat pribadi.


Tak lama selepas kepergian Ken. Sebuah van hitam berhenti tak jauh dari tempat Jessline berada. Dua pria terlihat keluar dari dalam van itu dan langsung membius Jessline hingga wanita itu tidak sadarkan diri. Tanpa membuang waktu mereka segera membawa Jessline sebelum Ken mengetahuinya.


Tapi sepertinya mereka tidaklah seberuntung itu. Karena ada warga yang melihatnya dan melaporkannya pada Ken. "Tuan, itu teman wanita anda di bius dan di masukkan ke dalam mobil." Sontak Ken pun menoleh.


"Sial. Aku kecolongan." Ken mengumpat dan segera menyusul mobil yang membawa Jessline sebelum van itu semakin mejauh. Dalam hatinya Ken bersumpah akan membunuh mereka semua jika sampai berani menyentuh wanita bermarga Jung tersebut.

__ADS_1


-


-


Mobil sport itu melaju kencang pada jalanan malam yang padat kendaraan. Gelapnya malam dan jalanan yang sedikit berkabut tak membuat Ken mengurangi sedikit pun kecepatan pada mobilnya. Mobilnya menyalip beberapa kendaraan yang ada didepannya.


Aura dalam dirinya semakin menggelap dan sorot matanya semakin tajam dan berbahaya, aura membunuh dalam diri Ken begitu kuat. Dia tidak akan mengampuni mereka berdua jika hal buruk sampai menimpa Jessline.


Ken menambah kecepatan pada mobilnya. Mata kanannya menyipit tajam, dan ketika sampai pada jalanan yang agak legang, Ken segera memblokir mobil tersebut dengan menghadang di depan.


DORRR.... DORRR...!!


Tembakkan beruntun Ken lepaskan pada ban van hitam tersebut sehingga mobil itu tidak bisa pergi ke mana pun. Dua pria dalam mobil itu segera turun dan menghampiri Ken dengan marah.


"Sialan kau anak muda. Berani-beraninya kau mencari masalah dengan kami. Apa kau sudah tidak menyayangi nyawamu lagi. Hah!!"


"Cih! Sombong sekali Kau. Apa kau pikir senjata seperti itu bisa menakut-nakuti kami? Dan bos besar tidak akan mengampunimu jika kau sampai berani menyentuh wanitanya. Lagi pula wanita cantik itu sudah di jual oleh pamannya pada bos besar. Jadi jangan bermimpi untuk bisa mendapatkannya. Sebaiknya pergi sekarang sebelum mata kananmu bernasib sama seperti mata kiri mu."


"Mulut besar!"


DORRR...!!


Tanpa basa-basi Ken melepaskan tembakkannya pada mata kanan pria itu di susul dengan tembakkan pada dada dan kepalanya. Sedangkan satu pria yang tersisa langsung berkeringat dingin melihat temannya meregang nyawa dengan begitu mengenaskan. Pria itu langsung berlutut di depan Ken dan memohon supaya nyawanya di ampuni.


"A-ampun, Tuan. Tolong jangan bunuh saya, sa-saya masih ingin hidup. A-Anda bisa membawa wanita itu dan tolong lepaskan saya." Pintanya memohon.


"Sampaikan pada bosmu untuk tidak mencari gara-gara dengan, Ken Zhao, jika dia masih ingin panjang umur!"

__ADS_1


Ken menghampiri Jessline yang sedang tidak sadarkan diri di dalam van itu. Dengan pelan dia melepaskan tali yang mengikat kaki dan tangannya lalu mengangkat tubuhnya. Dalam hatinya Ken merasa lega melihat wanita itu baik-baik saja dan dia tidak mungkin bisa memaafkan dirinya sendiri jika saja hal buruk sampai menimpa wanita dalam pelukannya ini.


-


-


"Ken, apa yang terjadi padanya?" kaget Devan melihat Jessline tak sadarkan diri dalam dekapan Ken.


Pria itu lantas menggeleng. "Tidak apa-apa, dia hanya ketiduran saja." Dustanya. Ken melewati kakaknya itu begitu saja dan berjalan menuju lantai dua.


Aroma tubuh Jessline yang begitu khas membuat Ken semakin penasaran akan siapa wanita itu sebenarnya. Begitu banyak teka-teki dalam diri Jessline yang membuat Ken sangat penasaran dan tidak bisa dia pecahkan sampai sekarang.


Sudah 1 minggu lebih Ken menyelidiki tentang siapa Jessline Jung sebenarnya, tapi masih belum ada titik terang apalagi fakta yang mengatakan Jika dia adalah Luna.


Ken sudah memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian, mungkin saja masih ada rekaman kejadian hari itu. Tapi sayangnya tidak ada, karena pada saat itu CCTV di sekitar lokasi sedang tidak berfungsi sehingga tidak ada rekaman tentang kecelakaan maut hari itu sama sekali.


Tes DNA terpaksa ditunda karena saat ini Tuan Valentino sedang sakit dan keadaanya tidak memungkinkan untuk dia melakukan perjalanan jauh. Ken benar-benar sangat frustasi, dia sangat berharap jika Luna masih hidup meskipun itu bukan Jessline, tapi dia berharap Luna hidup di suatu tempat.


Ken membaringkan tubuh Jessline dengan hati-hati kemudian menyelimutinya sampai sebatas dada. Pria itu tak langsung pergi dari sana dan dian menatap Jessline cukup lama. Mengamati setiap lekuk wajah cantiknya yang seketika membuat otak Ken berhenti bekerja.


"Jessline Jung, siapa kau sebenarnya? Kenapa semua yang ada pada dirimu begitu familiar dan kenapa aku merasa takut jika ada hal buruk sampai menimpamu. Aku ingin sekali meyakini jika dirimu adalah Luna, tapi rasanya itu tidaklah mungkin karena dia telah tenang di surga!"


Ken mengambil nafas panjang dan menghelanya. Pria itu beranjak dari samping Jessline dan meninggalkannya begitu saja.


-


-

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2