
"HANTU GILA, BERHENTI MENGIKUTIKU!!"
Viona tidak bisa menahan diri lebih lama lagi. Bagaimana tidak, Suketi mengikuti dia sampai masuk ke dalam rumah. Viona menoleh dan menatap hantu nyasar itu dengan tajam. Membuat Suketi merinding sendiri.
"Cantik, jangan melotot begitu. Kau membuatku takut. Kenapa kau sama saja dengan Aster, sama-sama cantik tapi galaknya minta ampun." Suketi menggerutu sambil memainkan jari-jarinya.
"Ck, salahmu sendiri. Muncul seperti jelangkung dan mengejutkan orang!!"
"Bukan salah Suketi juga. Suketi juga tidak tau kalau akan jatuh disini. Oya cantik, kita belum kenalan. Namamu siapa? Bagaimana kalau sekarang kita Selfi dulu, Suketi mau pamer di medsos kalau punya teman yang sangat cantik." Hantu Miss K itu menarik Viona dan mengajaknya Selfi bersama.
"Yakk!! Jangan tarik-tarik, tanganmu dingin kayak mayat hidup!!" Teriak Viona. "Eh, kau kan memang sudah mati ya. Intinya pergi dan jangan menggangguku lagi!!"
Brakkk...
"Aduh, hidung Suketi pesek lagi!!"
Miss K mengusap hidungnya yang terpentok pintu. Viona membanting pintu di depannya itu dengan sangat keras. Miss K menggerutu, dia meratapi nasibnya yang selalu sial. Tidak Aster, tidak Viona, semuanya galaknya minta ampun.
Akhirnya Suketi meninggalkan mansion mewah itu. Lebih baik dia pergi berburu, di bar pasti banyak pria-pria tampan. Itung-itung buat cuci mata.
.
.
Viona mendaratkan tubuhnya pada kasur super empuk miliknya. Bagaimana bisa dia bernasib begitu sial. Terjebak oleh hujan, lalu ketemu hantu nyasar, sungguh tidak masuk akal.
Perhatian Viona teralihkan oleh denting pada ponselnya. Sebuah pesan masuk. Dari sahabatnya. Viona menepuk jidatnya, bagaimana dia bisa lupa jika malam ini sudah ada janji untuk pesta.
Tak ingin mendapatkan amukan dari Choa dan Sania. Viona pun segera bersiap-siap. Malam ini akan ada pesta kecil-kecilan di bar, Choa akan merayakan ulang tahunya yang 24 disana.
-
-
Casino Bar, adalah tempat yang mereka pilih untuk merayakan ulang tahun Eric, salah satu teman Kevin yang kedua puluh enam.
Bukan pesta meriah seperti kebanyakan orang merayakan hari specialnya, hanya pesta kecil-kecilan saja. Namun cukup menghibur dan pengobat rasa penat setelah usai bekerja seharian.
__ADS_1
Kevin yang biasanya paling malas datang ke acara seperti ini, malam ini sengaja meluangkan waktunya untuk ikut merayakan ulang tahun temannya tersebut.
Meskipun ini adalah pesta untuknya, namun Eric terlihat malas di pestanya sendiri. Ia menguap berkali-kali. "Dasar pemalas, ini pestamu jadi bersenang-senanglah!" seru Aria yang tidak tahan dengan tingkah Eric.
"Bodoh, kau tidak lihat aku sangat mengantuk, huu!! Dasar menyebalkan!"
"Kevin Hyung!!" seru Beni saat melihat Kevin menghampiri meja mereka.
Kevin mendaratkan tubuhnya di samping Miko. Dengan gerakan cepat, jari-jarinya mengeluarkan satu batang rokok dari bungkusnya lalu menyulutnya. "Yo, Kevin. Akhirnya kau ada waktu untuk kumpul-kumpul lagi dengan kita." Seru Miko.
"Hn,"
Miko merangkul bahu Kevin. "Sobat, siapa gadis cantik yang kemarin bersamamu itu? Beberapa hari lalu aku tidak sengaja melihat kalian memasuki cafe. Apa dia kekasihmu, eh?" Goda Miko sedikit menebak-nebak.
"Bukan urusanmu!!" Sinis Kevin.
Miko mengangkat tangannya ke udara "Damai, aku hanya bertanya. Jadi jangan menatapku seperti itu!" keluhnya.
"Tck, mati saja kau!" Kevin mengulirkan pandangannya pada Eric, pemuda itu mengerutkan dahinya. "Ada apa denganmu??"
"Sialan kau,"
"Ada yang rindu padaku?" suara seseorang mengintrupsi kegiatan mereka. Sontak kelima pemuda tampan itu menoleh pada sumber suara. Mata Beni berbinar seketika.
"Kkkyyyyyaaaaaaaa!! Sean Hyung//Maniak dolar," mereka langsung menghampiri laki-laki itu 'Sean' sambil berteriak kecuali Kevin.
Kevin tetap bergeming meskipun melihat para sahabatnya berpelukan ria. Tidak hanya pelukan, tapi juga tinju ringan dan jabat tangan berkali-kali mereka berikan pada Sean. Dan ini adalah kepulangan Sean setelah dua bulan hijrah ke America, dan pemuda itu menepati janjinya jika Ia akan pulang di ulang tahun Eric.
"Yakk bocah es, kau tidak ingin memelukku juga?" Sean menepuk bahu Kevin.
Kevin menyeringai tipis, merangkul bahu Sean lalu memiting lehernya "Yakk,,, yakk,, yakk,,, bodoh apa yang kau lakukan?! Kau ingin membunuhku eo?" teriak Sean sambil mencoba meloloskan diri dari Kevin.
Akhirnya Kevin melepaskan pitingannya pada leher Sean dan mereka kembali melanjutkan pestanya. Mereka berenam adalah sahabat sejak duduk di bangku SMA. Ketampanan dan kepopuleran mereka sudah tidak bisa diragukan lagi, mereka adalah pangeran di sekolah dan kampusnya dulu.
"Pesta ini tidak asik sama sekali, andaikan saja Vera ada disini, pasti lebih seru!!" Sean menghela napas panjang.
Bukan rahasia lagi jika Sean memang sudah tergila-gila pada gadis itu sejak masuk SMA, jatuh cinta pada pandangan pertama lebih tepatnya. Tapi sayangnya Vera tidak pernah menggubris perasaannya karena dia menyukai Kevin.
__ADS_1
Namun cinta Vera hanya bertepuk sebelah tangan karena Kevin juga tidak pernah menyukainya.
"VIONA, DISINI!!"
Kevin menoleh seketika mendengar seseorang memanggil nama yang sangat familiar untuknya. Matanya membulat melihat kedatangan orang itu. Bukan karena kemunculannya di bar, tapi karena penampilannya. Dress yang dia pakai terlalu minim bak kurang bahan.
Viona memakai dress hitam model kemben yang memperlihatkan bahu putih dan kaki jenjangnya. Lalu pandangan Kevin bergulir pada sekelilingnya. Banyak mata yang memperhatikan Viona ketika gadis itu melewati mereka, termasuk teman-teman Kevin.
"Wow, malam ini sungguh beruntung bisa melihat seorang bidadari," ucap Eric dan dibalas anggukan oleh Aria.
Mata Miko memicing, dia memperhatikan gadis itu dengan seksama. Miko merasa tak asing, lalu pandangannya bergulir pada Kevin. Miko ingat siapa gadis itu. "Key, bukankah dia adalah gadis itu? Gadis yang hari itu datang ke cafe bersamamu?" Ucap Miko.
"Hn, namanya Viona. Dia adalah asisten sementara ku. Apa yang dia lakukan disini dengan pakaian kurang bahan seperti itu? Apa dia sudah tidak waras?!" Kevin mengeram sambil mengepalkan tangannya.
Kevin bangkit dari kursinya dan pergi begitu saja. Kepergian Kevin yang tanpa sepatah-kata menimbulkan tanda tanya dibenak teman-temannya, kecuali Miko. Karena dia tau kemana Kevin akan pergi.
"Viona, ikut aku. Kita perlu bicara sebentar!!" Kevin menarik pergelangan tangan Viona dan membawanya menjauh dari teman-temannya. Dan apa yang Kevin lakukan membuat Viona terkejut bukan main.
"Yakk!! Kulkas tiga pintu, apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku!!"
"Diam!!" Bentak Kevin dan membuat Viona diam seketika.
Gadis itu menekuk wajahnya. Dia hanya mengikuti kemana Kevin menariknya pergi. Dan Viona ingin tau apa yang membuat Kevin terlihat sangat marah. Apa dia salah minum obat, begitulah yang dia pikirkan.
GUBRAK...
"Aduh, pantat Suketi sakit. Kenapa Suketi selalu saja jatuh di tempat yang salah."
Tak selang lama setelah kepergian Kevin dan Viona. Miss K tiba-tiba muncul dan jatuh diatas meja tempat para bujang berkumpul. Karena tubuhnya yang tidak terlihat membuat mereka tidak sampai jantungan karena kemunculannya.
Mata Suketi sontak berbinar melihat wajah-wajah tampan yang terpampang jelas di depan matanya itu. "KYAA!! INI YANG NAMANYA SURGA DUNIA!!"
-
-
Bersambung.
__ADS_1