PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda

PAPA BUCIN - Gairah Cinta Hot Duda
Main Kuda-Kudaan!!


__ADS_3

Hujan di pagi hari membuat Luna malas melakukan aktivitas apapun. Jangankan untuk beraktivitas, meninggalkan tempat tidurnya pun ia tidak mau. Luna memilih bermalas-malasan sambil menikmati rintik hujan di luar sana.


Cklek...


Suara pintu kamar mandi dibuka sedikit menyita perhatiannya. Terlihat sosok pria keluar dari dalam sana hanya berbalut handuk yang melingkari pinggulnya, sementara tubuh atasnya tidak tertutup sehelai benang pun.


Aroma maskulin yang begitu khas langsung berkaur di dalam hidung Luna, ketika Ken menginjakkan kakinya di lantai kamar.


Melihat Ken yang begitu panas dan menggairahkan, membuat Luna langsung tergoda. Wanita itu bangkit dari duduknya lalu menghampiri Ken. Wanita itu mengangkat kedua tangannya lalu memeluk leher Ken.


"Aku belum mendapatkan jatah apapun pagi ini," ucap Luna sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir kissable suaminya.


Ken menyeringai. "Apakah kau ingin bercocok tanam lagi, udara pagi ini sangat mendukung bukan?" ucapnya lalu diamkan bibirnya di bibir Luna. Mel*mat dan memagutnya selama beberapa detik.


"Kedengarannya tidak buruk," Luna balas menyeringai.


Dan selanjutnya, pergulatan panas bibir mereka pun tidak bisa terhindarkan lagi. Bibir Luna dan Ken saling memagut dan mel*mat. Kali ini Luna tidak membiarkan Ken menang lagi, apalagi menginvasi bibirnya. Luna membalas ciuman Ken, dan Melum*tnya tanpa ragu.


Tapi sayangnya Ken tidak membiarkan hal itu berlangsung terlalu lama, cuman itu kini diambil alih sepenuhnya oleh Ken. Ken terus mel*mat, dan memagut bibir Luna tanpa ampun.


Posisi mereka tidak lagi berdiri, melainkan berbaring dengan Ken menindih Luna. Des*han yang keluar dari bibir wanita itu, membuat l!b!do Ken semakin memuncak. Tak ingin di anggurkan, jari-jari Ken berusaha melepaskan dress yang membalut tubuh Luna.


Dalam hitungan detik saja, kain berharga mahal itu berhasil Ken tanggalkan dari tubuh Luna. Ken mengecup setiap inci tubuh Luna tanpa 1 pun yang ia lewatkan. Mulai dari bibir, kemudian turun menuju leher jenjangnya, lalu turun lagi menuju d*da, turun lagi sampai perut ratanya.


Perut Luna menegang, ketika ciuman Ken berhenti di titik sensitifnya. "Aaahhh..." Des*han dan erangan hebat yang keluar dari sela-sela bibir Luna seperti sebuah melodi indah yang membuat Ken terlena.


Luna mengangkat kepalanya dan mendapati prianya tengah melahap dirinya di bawah sana, luar biasa. "Aaahhh... Aku mohon berikan Ken, Aaahhh... Kau membuat seluruh tubuhku mati rasa." Rancau Luna di tengah kenikmatan yang diberikan.


"Diam lah, Sayang. Dan Nikmati saja servis spesialku ini." Ken menyeringai.


"Aaahhh..." Luna kembali menjerit. Saat Ken menghisap tonjolan kecil titik sensitif nya."Aaahhh... Ken, aku mohon hentikan. Aaahhh... Kakiku rasanya kesemutan dan tubuhku mati rasa,"

__ADS_1


"Nikmati saja, Sayang. Pagi ini aku benar-benar ingin melahapmu tanpa sisa. Tidak adil jika hanya kau yang memakanku saja." Ken menyeringai.


Ken mengeluarkan lidah nya dan mendekatkan lidah nya di sela sela v*gina Luna. Dan dengan gerakan teratur, pria itu menggerakkan lidahnya secara vertikal.


Luna yang merasakan lidah suaminya menyentuh kl!t*ris nya langsung mengeluarkan des*hanya. Dan semakin lama gerakan lidah Ken semakin cepat, dan dari celah milik Luna mulai keluar cairan, sehingga membuat titik itu menjadi basah.


Luna pun mulai mendesah dengan keras nya, ketika lidah Ken bermain di kl!t*ris nya serta kedua jari pria itu yang mengaduk-ngaduk Miss nya.


"Ken...AAAAHAHH...AAAAAHHH...AAAHHHH... A-aku hampir s-sampai Aaaahh " ucap Luna Terbata-bata.


Ken yang mengetahui bahwa Luna hampir mencapai kl!m*ks, langsung menggerakkan lidah serta jari nya dengan cepat.


"Ken...a-aku...ke-KEEEELLLUAAAAAR...Nnnnggggg "


Dan dari titik itu keluarlah cairan yang sangat banyak. Dan saat ini, terlihat lah Luna yang sedang mengatur nafasnya akibat baru saja org*sme.


"Hah...hah...hah...Ken...bi-biarkan...hah...hah...aku...hah...beristirahat sebentar " ucap Luna sambil mengatur nafas nya yang tidak karuan.


"Istirahat selesai, Sayang." Ken menyeringai.


Desah kenikmatan berkali-kali keluar dari bibir Luna, Ken benar-benar memanjakan dirinya. Dia tau bagaimana caranya membuat Luna puas, jujur saja Luna menyesal telah melewatkan malam pertamanya sampai berbulan-bulan.


Luna menarik handuk yang melilit pinggul Ken, dia tidak bisa menundanya lebih lama lagi. Terlalu lama bermain-main hanya akan membuat nafsunya menurun drastis.


"Sebaiknya kita jangan menundanya lagi, Ken." Ucap Luna.


"Hn, sepertinya kau sudah tidak sabar untuk melakukannya, Sayang. Sebentar lagi," jawab Ken dan kembali mel*mat bibir Luna, namun kali ini lebih singkat dari sebelumnya.


Ken memposisikan p*nisnya di depan liang kenikmatan milik Luna. Mendorong masuk ke dalam titik kenikmatannya. "Aaahhh..." Untuk kesekian kalinya, des*han keluar dari sela-sela bibir Luna. Kali ini mereka memakai berbagai gaya agar tidak itu-itu saja.


Dan pagi ini menjadi pagi yang panas untuk pertama kalinya bagi mereka berdua selama di London.

__ADS_1


-


-


Aiden memicingkan matanya melihat Luna yang sedang menuruni tangga. Bukan karena penampilan sang adik yang tetap secantik biasanya, tapi cara jalannya yang aneh. Tanpa banyak banyak bertanya pun, tentu saja Aiden tau kenapa apa yang membuat Luna kesulitan berjalan.


Pria itu menyeringai mesum. Dia bangkit dari duduknya lalu menghampiri Luna. "Lun, perlu Kakak bantu? Kelihatannya kau baru saja mengalami peristiwa yang sangat-sangat menyeramkan." Ucap Aiden dan membuat Luna memicingkan mata.


"Maksudmu?" Ia menatap Aiden penuh tanya.


"Cara jalanmu itu,apa semalam kau dan Ken bermain kuda-kudaan. Apa dia sehebat itu ketika di atas ranjang, sampai-sampai membuatmu kesulitan berjalan seperti ini." Ujarnya.


"Jangan mengada-ada, Kak. Bahkan semalam kami tidak melakukan apa-apa." Jawab Luna begitu meyakinkan. Karena memang tidak terjadi apa-apa semalam. Karena insiden yang membuatnya tidak bisa berjalan terjadi pagi ini.


Kemudian Luna menyibak dress-nya dan menunjukkan sebuah luka memar dan membiru pada paha kanannya. "Apa kau lupa dari mana aku mendapatkan luka memar ini? Dan karena luka ini aku kesulitan berjalan!!" Dustanya. Untung saja insiden semalam meninggalkan bekas luka memar di paha Luna.


"Omo!! Apa itu karena kepentok meja semalam? Bisa sampai seperti itu?!" Kaget Aiden.


"Untuk itu kau harus bertanggung jawab. Aku minta ganti rugi pada Kakak. Kakak harus memberiku uang sebesar 10 juta dolar sekarang juga!!" Luna mengulurkan tangannya meminta uang ganti rugi pada Aiden.


"Mwo!!! 10 juta dolar, kau ingin meminta ganti rugi apa merampokku?!"


"Bayar ganti rugi atau aku akan melaporkanmu pada Papa kalau setiap malam suka menyelinap keluar dan membawa kucing-kucing liar masuk ke dalam rumah ini?!"


Kedua mata Aiden sontak membelalak. "Jangan!! Oke, aku akan memberimu uang sebesar yang kau minta. Tapi jangan laporkan aku ke papa!!" Pintanya memohon.


"Bisa diatur," jawab Luna dengan senyum penuh kemenangan.


Salah Aiden sendiri kenapa semalam meletakkan meja bukan pada tempatnya. Dan pagi ini dia malah mencibirnya habis-habisan. Aiden tidak tau saja jika Luna sangat licik dan cerdik.


-

__ADS_1


-


Bersambung.


__ADS_2